Home / Berita Terkini / Aceh bakal punya terowongan tembus Geurutee

Aceh bakal punya terowongan tembus Geurutee

Banda Aceh, 25 November 2015

BANDA ACEH: Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah menegaskan bahwa Aceh tidak lama lagi akan mempunyai terowongan menembusi kawasan pergunungan Geurutee di Aceh Besar.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh, Drs. Ali Alfata saat membacakan sambutan Gubernur Aceh pada acara International Seminar Research for Science, Technology and Culture, di Politeknik Aceh, Selasa (24/11).

Menurut Gubernur Aceh, guna mempercepat projek pembangunan terowongan tersebut, tidak lama lagi akan hadir sebuah alat yang bisa melubangi gunung untuk dijadikan terowongan yang bisa dilintasi berbagai jenis kendaraan.

“Proyek Terowongan itu akan dikembangkan di kaki Gunung Geurute, Aceh Besar, dan dinilai sudah layak mengingat perkembangan dunia industri, konstruksi dan teknologi yang makin canggih saat ini,” kata Gubernur.

Kepada para peserta seminar, Gubernur mengingatkan agar inovasi teknologi dapat ditata dengan baik sehingga bermanfaat bagi penguatan para calon teknokrat yang harus dibangun sejak dini, khususnya di kalangan mahasiswa.

Salah satu cara agar inovasi tekonologi dapat ditata dengan baik menurut Gubernur, adalah dengan mengkampanyekan program pembangunan masa depan dalam berbagai wadah akademik agar militansi mahasiswa sebagai peneliti dan pengembang di bidang ilmu pengetahuan dapat menancap kuat dalam jiwa raganya.

“Forum seperti ini merupakan salah satu wadah yang tepat untuk menyampaikan pesan-pesan tersebut, sehingga proses kreativitas semakin terangsang dan berkembang, terlebih lagi kepada mahasiwa, yang memiliki minat di bidang riset dan teknologi, supaya dapat mempersiapkan dan menempatkan diri dengan baik dalam persaingan ilmu pengetahuan tersebut,” ujar Gubernur.

Gubernur mengatakan, khususnya bagi mahasiswa teknik, daya rangsang kreativitas dan berinovasi mutlak harus diperkuat, dan dapat menggabungkan sisi budaya dan kearifan lokal disamping tiga unsur penting lainnya dalam teknik, yaitu teknologi, produksi, dan manajemen industri.

“Unsur budaya perlu mendapat perhatian peting, sebab teknologi yang berkembang saat ini telah membuat informasi dengan mudah menyebar tanpa batas.

“Semua informasi saat ini begitu gampang diakses, sehingga hal-hal yang tidak layak menurut budaya ketimuran kita,  kini malah menjadi hal yang lazim di kalangan anak-anak,” lanjut Gubernur.

Atas dasar tersebut, Gubernur berharap hasil dari seminar internasional tersebut dapat mendorong masyarakat melihat inovasi teknologi dalam perspektif yang lebih luas perspektif, yang dapat menggabungkan sisi ilmu pengetahuan dan unsur budaya.

“Dalam era globalisasi saat ini, kapitalisme teknologi juga perlu mendapat perhatian kita, sehingga kultur sosial yang selama ini terbangun rapi di kalangan masyarakat jangan sampai dirusak oleh teknologi ini,” pungkas Gubernur.

Seminar Internasional Research for Science, Technology and Culture diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana, Institut Sains dan Teknologi Nasional, Indonesia berkerjasama dengan Politeknik Port Dickson, Malaysia dan dihadiri oleh ratusan peserta dari dalam dan luar negeri.

Check Also

( Video ) Ayo ke Festival Lut Tawar 2019