Home / Aceh Barat / Aceh Barat Kembangkan Wisata Sejarah

Aceh Barat Kembangkan Wisata Sejarah

Humas Aceh | 15 feb 2016

Meulaboh  – Pemerintah Kabupaen Aceh Barat, Provinsi Aceh terus berupaya menjadikan monumen pahlawan nasional Teuku Umar menjadi objek wisata sejarah untuk memikat wisatawan berkunjung ke daerah itu.Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Aceh Barat, Yanimar di Meulaboh, Kamis mengatakan, wisata sejarah paling banyak diminati masyarakat di daerah itu.

“Untuk langkah pengembangan wisata sejarah akan terus dilakukan, pada 2016 dan seterusnya tempat-tempat bersejarah seperti lokasi gugurnya Teuku Umar itu terus dilakukan pembangunan monumen sejarahnya,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam dialog memperingati syahidnya pahlawan nasional Teuku Umar yang ke-117 pada 11 Februari 2016, sejumlah rangkaian acara telah dilakukan, termasuk ziarah makam dengan kanduri rakyat.

Dia menyebutkan, master plan terhadap rencana pembangunan monumen sejarah Teuku Umar sudah disiapkan, selain pembangunan monumen sejarah “Kupiah Meukeutop”, juga dilakukan pemugaran makamnya berada di Meugo Reyek, Kecamatan Panton Reu.

Untuk menarik wisatawan berkunjung, kata Yanimar, bukan hanya pembangunan monumen sejarah, tapi juga diikutkansertakan dengan pengembangan ekonomi kreatif yang menonjol, agar wisata sejarah di daerah itu memiliki nilai jual.

“Bila sudah tersedia monumen sejarah ini paling tidak menjadi edukasi generasi penerus mengetahui sejarah pahlawan. Demikian halnya untuk pengembangan objek wisata ini harus dibarengi dengan kreativitas masyarakat,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, selain wisata sejarah, saat ini Pemkab Aceh Barat juga sedang fokus pada pengembangan wisata bahari, karena daerah itu juga memiliki banyak objek-objek wisata pantai alami yang berpotensi dikembangkan.

Dia mencontohkan seperti objek wisata bahari di sepanjang pantai Lhok Bubon dan La Naga. Kedua kawasan pesisir itu telah menjadi prioritas pengembangan objek wisata bahari karena memiliki nilai jual panorama alam cukup bagus.

Lain lagi dengan pengembangan wisata budaya dan kuliner, meskipun belum muncul ke tingkat nasional, akan tetapi beragam kebudayaan daerah itu sering masuk nominasi dalam event perlombaan budaya di Provinsi Aceh.

“Jadi hanya tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan baik agar ada nilai jual menarik wisatawan. Kita menargetkan bukan hanya wisatawan lokal, tapi dari luar juga. Hanya saja semua butuh tahapan sesuai kemampuan daerah,” katanya menambahkan.

 

sumber : www.aceh.antaranews.com

Check Also

Ketua Dharma Wanita Setda Aceh Ikut Deklarasi Germas Simeulue

SIMEULUE—Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Aceh Safrida Yuliani, SE, Ak, M.Si memberikan dukungan penuh …