Home / Berita Terkini / Akibat Pneumonia, Sejuta Anak Meninggal Setiap Tahunnya

Akibat Pneumonia, Sejuta Anak Meninggal Setiap Tahunnya

Banda Aceh, 23-11-2015 | Humas Aceh

Banda Aceh – Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) di tahun 2012, setiap tahunnya 1,1 juta balita meninggal karena pneumonia. Sedangkan Indonesia merupakan negara dengan tingkat pneumonia tertinggi kedelapan, diseluruh dunia.

Data tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, dalam sambutan singkatnya yang disampaikan dihadapan seribuan peserta senam pagi jantung sehat, pada peringatan World Pneumonia Day 2015, yang dipusatkan di lapangan Blang Padang, (Minggu, 22/11/2015).

“Dari 1,1 juta angka kematiaqn tersebut, 99 persen kasus terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebagai perbandingan, pneumonia merupakan pembunuh nomor satu untuk bayi dan merupakan penyakit pembunuh kedua untuk balita,” terang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara itu.

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Doto Zaini ini meminta agar para orang tua dapat lebih waspada dan mempelajari dengan baik sumber dan penyebab dari penyakit mematikan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan rasa terimam kasihnya kepada Kementerian Kesehatan yang telah menjadikan Aceh, khususnya Kota Banda Aceh sebagai lokasi puncak acara peringatan Hari Pneumonia Dunia tahun 2015.

“Insya Allah kegiatan ini dan dukungan kementerian Kesehatan serta kehadiran Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, semakin memperkuat motivasi kami dalam menjalankan program-program bidang kesehatan demi peningkatan kualitas sumber daya manusia di negeri kita,” ujar Doto.

Kepada Dirjen P2PL, Gubernur juga menjelaskan, bahwa dalam RPJM Aceh tahun 2012-2017, masalah kesehatan adalah salah satu program prioritas Pemerintah Aceh. Sebagai sebuah program utama, maka isu-isu kesehatan selalu menjadi suatu hal yang intens di bahas di Aceh.

“Alhamdulilah, sejauh ini program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh yang telah diperkuat dengan program Jaminan Kesehatan Nasional, berjalan cukup lancar di Aceh. Dalam waktu dekat kami juga akan membangun lima rumah sakit regional rujukan guna membantu pelayanan di semua daerah.”

Doto Zaini berharap, peningkatan pelayanan tersebut mampu mewujudkan cita-cita Aceh untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah paling barat Indonesia ini. Gubernur menyadari, membangun kesadaran kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat bukanlah upaya yang mudah untuk dilakukan, namun hal tersebut bukanlah sesuatu yang tidak bisa dilakukan.

“Oleh karena itu, dukungan dari Kementerian Kesehatan RI melalui berbagai program nasional di Aceh sangatlah kami harapkan, agar kami bisa mengatasi berbagai problema kesehatan yang terjadi di wilayah ini, lanjut Gubernur.

12 November Hari Penumonia Internasional

Untuk diketahui bersama, Indonesia merupakan negara yang termasuk dalam negara dengan tingkat penderita pneumonia cukup tinggi di dunia. Oleh karena itu Gubeernur menyatakan, bahwa adalah sebuah kewajaran jika upaya mengatasi penyakit ini mesti ditingkatkan demi menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia.

“Keputusan WHO yang menetapkan Hari Pneumonia Dunia setiap tanggal 12 November merupakan langkah untuk mengajak kita semua bergandengan tangan melawan penyakit mematikan ini.”

Gubernur juga menyatakan, adalah sebuah langkah tepat jika Kementerian Kesehatan dan Pemerintahan Daerah turut pula memperingati hari Pneumonia, dengan mengadakan kegiatan sosialisasi dan forum-forum ilmiah yang telah dimulai sejak 12 November lalu.

Doto berharap, upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit ini bisa diatasi semaksimal mungkin, sehingga prevalensi Pneumonia di Indonesia akan terus menurun.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menghimbau agar masyarakat Aceh turut berpartisipasi untuk menghindari penyakit ini, antara lain dengan berhenti merokok. Doto menjelaskan, kandungan dan asap rokok dapat mengganggu sistem pertahanan tubuh sehingga tidak lagi mampu melawan serangan pneumonia.

Sebagaimana diketahui, sejak awal menjadi Gubernur, Doto Zaini bersama telah mengkampanyekan kepada seluruh instansi pemerintah dan swasta, hingga ke tingkat kabupaten/kota dan kecamatan untuk mengeluarkan himbauan larangan merokok.

“Rakyat Aceh banyak sekali yang merokok, kalau kita larang, maka akan terjadi perang,” canda gubernur.

Selain itu, Gubernur juga menyarankan agar masyarakat tetap menjaga pola hidup sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah awal mencegah penyebaran pneumonia.

Gubernur juga meminta agar masyarakat rutin memeriksakan diri ke dokter jika ada gejala-gajala pneumonia yang muncul, seperti demam, suhu tubuh rendah, batuk berdahak, nyeri dada, diare, nyeri otot dan sakit kepala, dan hal mudah yang juga sering dilupakan adalah mencuci tangan setelah selesai beraktivitas.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran puncak acara World Pneumonia Day ini. Semoga Allah meridhai perjuangan kita untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia,” pungkas Gubernur.

Kesehatan Adalah Investasi

Sementara itu, DR Dr Aman Bakti Pulungan Sp Ak, selaku Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dalam sambutannya menyatakan, bahwa kesehatan adalah investasi. Oleh karena itu Aman Bakti meminta kepada seluruh masyarakat untuk lebih memberikan perhatian tentang gaya hidup bersih dan sehat.

“Kematian tertinggi di dunia disebabkan oleh adalah diare dan pneumonia. Kedua penyakit ini mengakibatkan angka angka kematian bayi dan balita sangat tinggi,” terang Aman Bakti.

Sementara itu, Dr H M Subuh Mp PM, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), saat membacakan amanat Nila Moeloek Selaku Menteri Kesehatan RI, menjelaskan bahwa sebutan lain untuk Pneumonia adalah unforgotten killer, suatu penyakit yang sangat mematikan namun selalu dilupakan.

“Pneumonia pembunuh utama pada bayi dan pembunuh kedua pada balita. Oleh karena itu marilah bersama kita meningkatkan deteksi dini pada pneumonia ini dengahn cara lebih aktif mempelajari dan meningkatkan kapasitas dan menggali serta mendeteksi dini bahaya dari pneumonia ini.”

Seremonial acara diakhiri dengan melepaskan balon peringatan Pneumonia Day 2015 yang dilakukan oleh Gubernur Aceh didampingi Dirjen P2PL dan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Unsur Forkopimda Aceh,               Kepala Dinas Kesehatan Aceh dan seluruh jajaran SKPA terkait, Pimpinan Rumah Sakit dari berbagai wilayah di Aceh. (Ngah)

Check Also

Ketua Gugus Tinjau Rumah Singgah di RSUZA, Kasus Baru Covid-19 Tujuh Orang

Banda Aceh—Usai menanam mangrove secara simbolis di Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada Aceh Besar, Ketua …