Home / Berita Terkini / Bank Indonesia Luncurkan Buku Problema Ekonomi Aceh Paska-Tsunami

Bank Indonesia Luncurkan Buku Problema Ekonomi Aceh Paska-Tsunami

Humas Aceh |10 Agt 2018

Banda Aceh – Bank Indonesia meluncurkan buku berjudul Menghadapi Gelombang Pasang di Serambi – Kontribusi Bersama untuk Aceh pasca bencana Tsunami 2004.

Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Perekonomian Keuangan dan Pembangunan, Iskandar Syukri foto bersama dengan unsur forkompinda usai peluncuran buku menghadapi gelombang pasang diserambi di Amel Convention Banda Aceh, 9/2018.

Iskandar Syukri, Staff Ahli Gubernur Aceh yang membedah buku tersebut, mengatakan buku yang mengulas problema ekonomi dan sosial di Aceh pasca-tsunami itu menggambarkan ketahanan rakyat Aceh saat menghadapi gejolak sosial dan ekonomi pasca-tsunami.

“Karena ditulis oleh para ahli dari pusat riset kebangsentralan BI, saya percaya, buku ini memiliki sisi pandang yang berbeda dari buku-buku tsunami lainnya,” kata Iskandar saat membedah buku tersebut di Amel Convention Hall, Kamis 9 Agustus 2018.

Artinya, buku itu tidak hanya mengulas tentang kesedihan dan kerusakan Aceh tapi juga menganalisis proses pemulihan yang berjalan selama beberapa tahun.

Iskandar merekomendasikan buku tersebut untuk dijadikan rujukan Badan Penanggulangan Bencana Aceh, dalam mensosialisasikan pengetahuan kebencanaan dalam masyarakat.

“Semoga masyarakat dapat menggali pengetahuan yang lebih dalam sehingga langkah-langkah sosialisal mitigasi bencana ini dapat berjalan secara masif dan komprehensif,” kata Iskandar.

Sementara itu, Direktur Bank Indonesia Arlyana Abubakar, mengatakan Tsunami adalah peristiwa sejarah yang memilukan dan tidak akan terlupakan bagi Bank Indonesia bahkan dunia. “Tsunami adalah bencana alam yang paling menakutkan di muka bumi,” kata Alyana.

Alyana mengatakan, Buku “Menghadapi Gelombang Pasang Serambi” dapat menjadi literasi pengetahuan bagi masyarakat Aceh.

“Buku ini dapat menjadi jembatan komunikasi sekaligus media pembedahan ilmu dan pengetahuan antar generasi,” kata Alyana. Ia berharap buku tersebut dapat menjadi sumber sejarah dan wawasan kebencanaan, sehingga membantu masyarakat Aceh agar lebih siap menghadapi bencana.

Check Also

Kepulangan Miftah ke Aceh Disambut bak Pahlawan

Humas Aceh | 15 Okt 2018 Kepulangan Miftahul Jannah ke Aceh disambut meriah. Ia yang …