Home / PARIWARA / Damai Menuju Aceh Era Baru

Damai Menuju Aceh Era Baru

Banda Aceh | 08/19/2014

Perdamaian merupakan langkah tepat yang diambil oleh Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Aceh. Melalui Memorandum of Understanding (MoU), Pemerintah Aceh bisa memulai mengejar ketertinggalannya dengan daerah-daerah yang lain.

Kini, usia perdamaian Aceh mencapai sembilan tahun. Ketakutan yang dirasa masyarakat karena konflik selama 29 tahun mulai menghilang. Secara perlahan, pemerintah terus menggiring Aceh kedalam pembangunan kesejahteraan masyarakat, menuju kebangkitan. Segala upaya dilakukan pemerintah mulai dari pembangunan infrastrukur, menggaet investor asing hingga melakukan sejumlah kerjasama dengan sejumlah negara Eropa, Arab dan negara tetangga.

Namun, segala upaya yang dilakukan tersebut dinilai masih belum ada apa-apanya. Aceh harus menatap lebih jauh lagi untuk bisa mengejar ketertinggalan dari provinsi lain. Perlu adanya upaya-upaya yang lebih serius dari pemerintah untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi. Misalnya saja, peningkatan hasil produksi pertanian dan perkebunan.

Salah satu kemajuan yang tampak di Aceh pasca perdamaian di Helsinki adalah peningkatan status pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara, menjadi salah satu pelabuhan Internasional. Dimana di Pelabuhan ini sudah dapat dilakukan proses ekspor dan impor barang dari dalam dan luar negeri.

Pelabuhan Krueng Geukuh memiliki cukup fasilitas penunjang untuk dapat dimaksimalkan menjadi pintu utama aktivitas ekspor-impor Aceh. Jika mampu dioptimalkan dengan baik, maka Aceh tidak akan lagi bergantung pada pelabuhan Belawan, Medan atau pelabuhan lainnya diluar Aceh yang selama ini digunakan pengusaha Aceh untuk mengekspor hasil bumi Aceh.

Ada banyak cara atau langkah yang bisa dilakukan Pemerintah Aceh untuk dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki pelabuhan Krueng Geukuh. Pemerintah harus menyiapkan sarana transportasi atau akses jalan yang mudah dan cepat bagi para pengusaha. Selain itu, pemerintah juga harus menyiapkan sentra pelayananan satu atap untuk segala keperluan administrasi dan lainnya.

Kemudian juga usaha lebih untuk menggaet para investor terutama investor lokal yang selama ini menggunakan jasa pelabuhan Belawan. Perlu sosialiasasi yang cukup pada para investor terkait kondisi, kemudahan dan keseriusan pemerintah dalam hal membangun dan mengoptimalkan pelabuhan Krueng Geukuh.

Dengan dioptimalkannya fungsi pelabuhan tersebut, maka seluruh hasil kekayaan Aceh akan dinikmati oleh orang Aceh sendiri. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi di Aceh bukan lagi suatu hal yang tabu. Masyarakat Aceh memiliki lapangan pekerjaan baru dan mampu meningkatkan pendapatan dan mampu mengurangi angka kriminalitas.

Bukan suatu hal yang mudah, memperoleh sebuah perdamaian setelah berperang selama 29 tahun lebih. Masa transisi ini akan menentukan nasib Aceh dimasa yang akan datang. Perdamaian hakiki adalah tidak lagi adanya kekacauan di dalam negeri.

Untuk mewujudkan Aceh yang benar-benar damai, Aceh harus solid. Pemerintah; Gubernur dan DPRA, rakyat, organisasi masyarakat, partai politik lokal, mahasiswa, dan lainnya harus sama-sama memiliki satu visi untuk membangun Aceh lebih baik. Satu visi merawat dan menjaga perdamaian. Otonomi khusus dan segala kekhususan Aceh lainnya yang diberikan pasca perdamaian harus menjadi tiang penyangga kebangkitan.

Kesejahteraan pasca perdamaian Aceh yang diraih setelah perang selama 29 tahun lebih, akan menjadi suatu hal yang sulit dicapai. Jika, pemerintah bersama warga tidak sama-sama menjaga, merawat dan mempertahankan perdamaian ini. Usia ke 9 ini harus jadi momentum kebangkitan Aceh menuju era baru yang lebih modern dan maju.

Optimalisasi pelabuhan, peningkatan hasil produksi pertanian dan perkebunan, pembukaan lapangan kerja akan membuat perdamaian Aceh lebih dari sekedar harapan semata. Jika itu tidak dilakukan, maka semua cita-cita perdamaian Aceh tidak akan pernaah menjadi kenyataan. [Zulfikar Husein]

Check Also

Mendamaikan Aceh di Mata Dunia

Banda Aceh | 08/22/2014