Home / Berita Terkini / Darwati Buka Seminar Model Persalinan Syariah

Darwati Buka Seminar Model Persalinan Syariah

Humas Aceh | 31 Maret 2018
Banda Aceh – Darwati A. Gani, membuka seminar Model Persalinan Syariah, di AAC Dayan Dawood 31/03/2018. Seminar yang digagas oleh Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Aceh, itu mengangkat tema Pelayanan Islami Wujud Profesionalisme Bidan Melalui Model Persalinan Syariah.

Darwati mengatakan, para bidan di Aceh harus terus belajar menggali lebih detail proses persalinan yang sesuai dengan syariah sehingga bisa diterapkan saat membantu para ibu bersalin. Sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, Darwati sangat mendukung penerapan persalinan bermodel syariah di Aceh.
“Syariah juga harus diterapkan dalam bidang kesehatan termasuk persalinan,” kata Darwati.
Islam, ujar Darwati, telah mengatur dan mengajarkan bagaimana mendidik anak sejak dalam kandungan hingga remaja. Dalam tahapan itu, bidan punya peran. Di mana, ia menjadi penengah pada proses persalinan. Aturan Islam misalnya, mengatur ibu membacakan ayat Quran bagi bayi di kandungan dan bidan membacakan doa saat menuntun ibu bersalin.
“Hal itu adalah tanggung jawab yang telah diatur dalam Islam,” kata Darwati.
Bidan yang masuk dalam bagian pemberi layanan kesehatan merupakan salah satu pihak yang sangat berperan menyukseskan program utama Pemerintah Aceh, yaitu JKA plus. Pemerintah menganggarkan lebih 500 miliar APBA sebagai dana kesehatan bagi masyarakat.
Namun demikian, Darwati berharap ke depan dana tersebut bisa berkurang, dalam artian, tidak banyak masyarakat Aceh yang sakit dan memperoleh penanganan di rumah sakit. Karena itu, Darwati meminta agar bidan bisa membantu memotivasi masyarakat di mana mereka bertugas agar mengikuti pola hidup sehat sehingga terhindar dari sakit
“Sampaikan kepada ibu untuk aktif ke posyandu dan aktif imunisasi. Imunisasi bisa mencegah penyakit,” kata Darwati.
Sementara Syahbandi, Ketua IBI Aceh, mengatakan di antara permodelan syariah adalah interaksi yang dibangun antara bidan, bayi dan ibu. Lewat interaksi dari proses kehamilan hingga melahirkan, bidan selalu mendampingi dan memberi nasihat-nasihat bagi pasiennya. Pada proses kelahiran itu juga diselipkan doa, yang disebutkan sebagai pembangkit semangat para pasien.
“Doa adalah pembangkit semangat pasien,” kata Syahbandi.
Selain itu, Syahbandi mengatakan, Bidan adalah sosok utama dan pertama yang menutup aurat manusia. Di mana, ia adalah orang yang menyelimuti bayi usai ia dilahirkan oleh ibunya.
Ketua panitia seminar, Isnaniah, mengatakan ada 1.120 bidan dari seluruh Aceh yang mengikuti seminar tersebut. Model Persalinan syariah, kata Isnaniah merupakan pilot project yang diperkenalkan dunia kebidanan di Aceh kepada dunia kebidanan di seluruh dunia.
“Seminar Model persalinan syariah tersebut merupakan model yang diperkenalkan Aceh kepada dunia,” kata Isnaniah.

Check Also

[Video] Semua Sepakat Protokol Kesehatan Diperketat dan Pemberian Sanksi