Home / Berita Terkini / Darwati: Lestarikan Budaya Aceh Melalui Busana

Darwati: Lestarikan Budaya Aceh Melalui Busana

Humas Aceh | 7 Des 2017

Banda Aceh – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperkenalkan, mempromosikan dan melestarikan budaya Aceh ke dunia luar. Salah satunya adalah melalui busana, dengan mengenakan pakaian muslim bermotif Aceh dalam berbagai kegiatan dan kesempatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, Darwati A Gani, dalam sambutannya saat membuka secara resmi Peragaan Busana Muslim Modifikasi Aceh, dalam Rangka memperingati HUT DWP Aceh ke-18, di Anjong Mon Mata, Rabu (6/12/2017).

“Akan sangat bagus jika seluruh elemen masyarakat Aceh menggunakan pakaian muslim bermotif Aceh dalam setiap kesempatan dan kegiatan yang dihadiri. Ini tentu akan sangat membantu memperkenalkan daerah dan budaya Aceh ke masyarakat luas. Apalagi tren penggunaan busana muslim dewasa ini sudah begitu meningkat,” ujar Darwati.

Menurut Darwati, tingginya permintaan busana muslim tidak lepas dari inovasi dan kreasi para desainer muslimah, terhadap upaya merancang busana atau pakaian yang nyaman dipakai, modis, dan yang paling penting adalah sesuai dengan tuntunan Syariat.

“Kita patut berbangga, karena Indonesia termasuk negara yang sangat diperhitungkan dalam hal desain busana muslim kontemporer. Ini dikarenakan kemampuan para desainernya dalam melahirkan paduan busana yang trendi, nyaman, elegan dan tetap berada dalam koridor Syariat. Karena itu wajar jika Indonesia dianggap sebagai salah satu kiblat Islamic Fashion Dunia,” kata Darwati.

Darwati mengungkapkan, saat ini Islamic Fashion telah memberikan kontribusi cukup signifikan dalam penyerapan tenaga kerja. Hal ini tentu akan berimbas pertumbuhan ekonomi, meningkatkan lapangan kerja dan menurunkan angka kemiskinan. Menurut Darwati, inilah yang menyebabkan dunia fashion menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah dalam bidang ekonomi kreatif.

“Berbicara soal kreatifitas, kita di Aceh sebenarnya tidak kalah dengan wilayah lain di Indonesia. Bahkan, kita memiliki keunggulan tersendiri, karena kearifan lokal kita yang beragam melahirkan banyak corak dan pakaian adat yang sangat variatif,” tambah Darwati.

Jika kearifan lokal Aceh dalam hal pakaian adat, seperti tenun, songket, dan sutra khas Aceh, dipadukan dengan desain yang modern dan Syar’i, tentu nilai tambahnya semakin meningkat. Saya kira inilah yang akan ditampilkan oleh para peserta yang mengikuti peragaan busana Islami hari ini,” imbuh Darwati.

Di akhir sambutannya, Darwati juga menghimbau agar kegiatan ini menjadi ajang positif dalam menampilkan karya-karya terbaik para peserta dari Kabupaten/Kota.

“Kita juga mengharapkan agar budaya dan kearifan lokal Aceh tetap tercermin dalam tata busana keseharian muslimah Aceh modern. Dengan demikian, dunia Islamic fashion di Aceh semakin maju, dan budaya Aceh tetap lestari. Selamat berlomba, menang menang kalah adalah hal biasa, yang terpenting tujuan kita melestarikan budaya Aceh melalui fashion Islami dapat terlaksana dengan baik,” pungkas Darwati A Gani.

Sementara itu, Syamsiarni, selaku Ketua DWP Aceh, dalam sambutanya memaparkan, bahwa kegiatan Peragaan Busana Muslim Modifikasi Aceh yang digelar dalam rangka memperingati HUT DWP Aceh ke-18 ini diikuti oleh 12 Dharma Wanita kabupaten/kota yang melibatkan 20 model.

“Mudah-mudahan peragaan busana ini dapat memotivasi semangat perancang busana Aceh untuk mengembangkan keterampilannya dalam memodifikasi karya-karya dengan corak khas Aceh, sehingga budaya daerah kita semakin terkenal di masyarakat luas,” ujar Syamsiarni.

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Cantik berbusana muslimah dengan motif Aceh’ ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh DWP Aceh. Sebelumnya, DWP Aceh juga telah melakukan kegiatan sosial, berupa kunjungan ke Lapas Wanta di Kabupaten Pidie dan mengunjungi Rumah Singgah bagi penderita kanker anak, yaitu Rumah Kitta di kawasan Simpang Tujuh Ulhee kareeng.

Check Also

Gubernur Serahkan Dokumen DIPA 2018

Humas Aceh | 14 Des 2017 Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menyerahkan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan …