Home / Berita Terkini / Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Aceh berserta dengan para pelaku Industri Fashion Aceh mengikuti  Muslim Fashion Festival (Muffest) 2019 Jakarta

Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Aceh berserta dengan para pelaku Industri Fashion Aceh mengikuti  Muslim Fashion Festival (Muffest) 2019 Jakarta

Humas Aceh | 3 Mei 2019

Convention Center, Jakarta Pusat, resmi dibuka, Rabu (1/5/2019). Ajang tersebut akan berlangsung selama empat hari kedepan, sampai nanti tanggal 4 Mei 2019.

Event ini dibuka oleh, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyampaikan apresiasi bahwa muffest secara rutin dilaksanakan tiap tahunnya. Dia menyebut hal ini membuka potensi Indonesia lebih maju di sektor industri fashion muslim dunia.

“Indonesia salah satu negara terbaik kedua yang mampu mengembangkan fashion muslim setelah Uni Emirat Arab. Tentu potensinya (semakin berkembang) besar karena negara kita berpenduduk muslim terbesar di dunia,” kata Airlangga.

Dia memaparkan, menurut data The State Global Islamic Economy konsumsi fashion muslim dunia mencapai USD270 miliar. Hal itu terus meningkat dengan laju pertumbuhan 5% dan diproyeksikan pada tahun 2023 angkanya mencapai USD361 miliar.

Sementara angka konsumsi fashion Indonesia saat ini mencapai USD20 miliar dengan laju pertumbuhannya di atas 18%. Hal itu sangat baik karena berada di atas laju pertumbuhan nasional. Diharapkan potensi yang terbuka lebar, membuat fesyen muslim Indonesia diakui dunia, disamping industrinya semakin berkembang.

Selain melalui pameran atau festival seperti saat ini, Airlangga mengharapkan banyak di antara anak bangsa yang fokus menggeluti sektor industri ini di kemudian hari dengan pemberian pelatihan yang matang. Disamping itu, dia mengharapkan para pelaku mode bisa memanfaatkan pasar digital sehingga karya-karyanya mudah dikenal di luar negeri.

“Tentunya saya mengapresiasi bahwa karya cipta anak bangsa mempunyai level di era digital ini sudah bisa merambah ke mancanegara, tapi minimal di Asean kita dapat disebut terbaik dan terkreatif,” ujarnya.

National Chairman IFC Indonesia Fashion, Chairman Ali Charisma selaku inisiator muffest mengatakan ajang ini merupakan salah satu cara agar impian para pelaku mode tanah air menjadikan Indonesia sebagai pusat dunia mode bisa terwujud.

Dia mengatakan hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mendatangkan para buyer fashion dari luar negeri ke ajang-ajang seperti ini. Namun tentunya sinergitas dengan pemerintah untuk mendorong hal ini bisa lebih terjalin.

“Jadi kami sangat berharap pak menteri membawa buyer-buyer luar negeri ini di bawa ke Indonesia sehingga dinikmati oleh industri mode Indonesia,” katanya.

Sebagai perhelatan fashion muslim yang berkelanjutan, muffest diharapkan dapat menjadi tolak ukur perkembangan fashion muslim Indonesia. Di samping itu diharapkan muffest mengantarkan Indonesia sebagai pusat inspirasi dan belanja fashion muslim dunia.

“Mode fashion muslim kita mempunyai ciri khas fashion yang jelas, dan beragam. Itu yang kami harapkan menjadi brand-brand yang bisa beradu di dunia internasional. Dan kami para pelaku bisa sejahtera dengan adanya industri ini,” tandasnya.

Para pelaku Industri Fashion Aceh yang di fasilitasi oleh Dinas perindustrian Dan Perdagangan Aceh antara lain “ Ijakroeng  ( kain sarung trendi khas Aceh) , cut_line by Syukriah ( Muslim fashion ready to wear), Pucok by Yulidar Usman ( tas bordir aceh kualitas premium) Dan Evachoise Aksesoris, Aksesoris pelengkap fashion, harapan kita dengan mengikutsertakan para IKM Fashion ini di ajang Nasional dapat membuka peluang Dan kesempatan bagi IKM Aceh untuk bersaing Dan memasuki pasar yang lebih luas.

Produk IKM Fashion Aceh dapat dikunjungi di Assembly Hall Jakarta Convention Center Stand Dinas perindustrian dan Perdagangan Aceh No. A185 (EM)

Check Also

Pariwisata Tingkatkan Perekonomian Aceh

Jakarta – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, meyakini potensi pariwisata mampu …