Home / Berita Terkini / Dyah Erti : Bireuen harus Jadi Daerah Terbaik Tangani Stunting

Dyah Erti : Bireuen harus Jadi Daerah Terbaik Tangani Stunting

Bireuen– Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengharapkan percepatan penanganan stunting di kabupaten Bireuen dapat sukses dan menjadi yang terbaik di Provinsi Aceh usai dilakukannya deklarasi melawan stunting.

“Generasi muda yang tidak sehat tentunya akan menghasilkan SDM tidak berkualitas. Oleh karena itu, jika ingin menjadi bangsa yang maju, pembinaan generasi muda harus kita utamakan,” kata Dyah Erti Idawati, saat memimpin deklarasi cegah stunting di GOR Kabupaten Bireuen, Desa Gleumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Senin, (21/10).

Deklarasi itu, merupakan tindak lanjut pemerintah kabupaten Bireuen terhadap gerakan melawan stunting secara terintegrasi yang dicanangkan oleh Pemerintah Aceh.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan
badan anak disebabkan kurangnya asupan gizi. Stunting ini tidak hanya menyebabkan tubuh anak lebih pendek, tapi juga berpengaruh kepada kemampuan cara kerja otaknya. Dyah mengatakan, bahaya stunting tersebut menjadi ancaman bagi masa depan anak bangsa. Karenanya, pemerintah Aceh berkomitmen melakukan berbagai upaya melawan stunting.

Dyah menyebutkan, berdasarkan riset kesehatan dasar tahun 2018, angka
stunting di Indonesia saat ini mencapai 30,8 persen. Sedangkan Aceh, presentase anak penderita stunting mencapai 37,9 persen. Oleh sebab itu, sebagai pimpinan Tim Penggerak PKK Aceh, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh mendukung upaya pencegahan stunting tersebut.

“Alhamdulillah, kini telah terbit Pergub Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi sebagai
landasan menggalang komitmen para pihak. Upaya pemerintah Aceh dengan mengeluarkan pergub ini harus ditindak lanjuti dengan perbup (peraturan bupati) agar dapat ditindak lanjuti dan dioperasionalkan di tingkat desa,”kata Dyah.

Pergub tersebut, kata Dyah, juga mengamanatkan agar dana desa turut dialokasikan untuk bidang kesehatan, khususnya untuk penanganan stunting. Dana tersebut, lanjut dia, nantinya harus digunakan untuk pembangunan dan operasional Rumoh Gizi Gampong.

Dyah berharap, agar para aparatur pemerintah, lembaga non-Pemerintah, terutama keluarga, untuk bersinergi mendukung gerakan melawan stunting.

Senada dengan Dyah, Bupati Bireuen, H. Saifannur, mengatakan stunting menjadi masalah yang sangat memperihatinkan saat ini di Aceh dan juga Bireuen. Stunting, lanjut dia, juga menjadi ancaman terhadap kualitas sumber daya generasi masa depan. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bergerak bersama melakukan upaya perlawanan stunting.

“Deklarasi ini menjadi pertanggung jawaban kita di hadapan Allah untuk berjuang melawan stunting,” kata Saifannur.

Deklarasi Cegah Stunting yang digelar di GOR Kabupaten Bireuen itu, menghadirkan para camat, Keuchik dan 360 ibu hamil dari berbagai desa di kabupaten tersebut. Sementara pejabat Bireuen yang hadir di situ, di antaranya, Ketua Tim Penggerak PKK Bireuen, Hj. Fauziah, S.pd dan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Bireuen.

Check Also

Aceh Raih 2 Penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional

Jakarta – Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Tamiang meraih penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional …