Home / Berita Terkini / Efek Domino Gerakan BEREH Aceh Daratan di Simeulue

Efek Domino Gerakan BEREH Aceh Daratan di Simeulue

SINABANG—Gerakan bersih, rapi ,estetis, dan hijau (BEREH) yang gencar dilakukan di provinsi, dan di berbagai kabupaten/kota, yang disiarkan berbagai media massa telah menimbulkan efek domino (domino effect) yang luas di Kabupaten Simeulue.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Al Amin, SP.d usai mengikuti sosialisasi gerakan BEREH oleh Sekda Aceh Taqwallah di Aula Gedung DPRK Simeulue, Minggu (20/10).

“Kami saling berbagi itu berita media massa tentang gerakan BEREH Aceh daratan di provinsi maupun kabupaten/kota melalui WhatsAPP Gorup (WAG),” kata Al Amin buka kartu.

Bedasarkan pemberitaan media mainstrem, media online, dan bahkan audio visual di telivisi dan bahkan youtube, lanjut Al Amin, para kepala sekolah dan dewan guru di berbagai SLTA melihat keseriusan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melancarkan gerakan BEREH itu ke seluruh Aceh.

Baginya, aku Al Amin, berita gerakan BEREH itu menjadi motivasi bagi kepala sekolah dan memudahkannya menggerakkan guru. Efeknya, semua bergerak membersihkan ruangan kantornya, meningkatkan frekuensi gotong royong di lingkungan sekolahnya, dan bahkan ditambah nuansa digitalisasi, jelas Al Amin.

Nuansa digitalisasi sekolah yang disampaikan Al Amin itu terlihat di SMA Negeri I Labuhan Bakti, Kecamatan Tepah Selatan, Kabupaten Simeulue. Berbeda dengan kebanyakan SMA yang dindingnya dihiasi dengan hiasan karya siswa, di salah satu bidang dinding kelas SMA ini justru dilukis tulisan “google”, logo Blackbarry, Facebook, Instagram, Gmail, dan aneka logo media digital lainnya.

“Tulisan dan logo tersebut hasil kreatifitas siswa di bawah bimbingan guru dan kepala sekolah supaya siswa tidak gagap teknologi. Teknologi digitalisasi informasi tidak bisa dihindari. Karena itu, perlu diakrabi supaya mudah memilah efek negatifnya, dan mengoptimalkan manfaatnya bagi kecerdasan siswa” jelas Al Amin.

Meski kita sudah berada di abad digital, lanjut Al Amin, tapi persoalan paling mendasar seperti kebersihan belum beres. Karena itu, lanjutnya, gerakan BEREH perlu dilanjutkan dan dimonitor secara reguler agar kebersihan yang elementer itu menjadi perilaku keseharian kita.

Kantor Camat dan RSU

Hal senada disampaikan salah seorang staf Kantor Kecamatan Tepah Selatan, Frida Sari (40 tahun) dan Fitriani, Kasi Pelayanan Rujukan RSU Simeulue yang dihubungi secara terpisah. Menurut Frida, meski di kantornya diselenggarakan gotong royong berkala, namun frekuensinya meningkat usai melihat gerakan BEREH Pemerintah Aceh yang diberitakan berbagai media massa.

“Kami punya WA Group Sekretariat kecamatan dan berita-berita Gerakan BEREH yang dipimpin Sekda Aceh Taqwallah ke berbagai kabupaten/kota dimasukkan ke WA Group tersebut,” katanya.

Melihat gerakan BEREH di berbagai kantor kecamatan yang ditayangkan di youtube membuat kami pun harus berbenah, katanya. Apalagi tersiar kabar Tim Gerakan BEREH provinsi akan melakukan sosialisasi ke Sinabang, semua staf di kantor kecamatan saling membenahi ruangan kerja masing-masing, jelasnya.

‘Bapak Camat pun ikut turun tangan memotivasi kami untuk merapikan seluruh dokumen, membersihkan meja dan ruangan kerja masing-masing,” kata Frida.

Tak bebeda dengan Frida, Kepala Seksi Pelayanan Rujukan RSU Simeulue mengaku terinspirasi dan termotivasi dengan gerakan BEREH yang disosialisasikan di RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh, dan RSU Teuku Peukan, Kabupaten Aceh Barat Daya. Lewat WA Group RSU Simeulue kami semua melihat kunjungan Sekda Aceh di dua rumah sakit tersebut. Kami pun membenahi bagaian-bagian yang pasti akan dikunjungi Sekda Aceh itu.

“Tapi karena semua akan ditinjau, maka semua bergerak di bawah komando Direktur Rumah Sakit,” katanya tertawa.

Baik Frida maupun Fitriani sama-sama mengaku gerakan BEREH itu bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat yang mereka layani. BEREH-nya ruangan kerja memberikan kenyamanan kerja. Dokumen-dokumen yang selama ini tidak karuan menjadi tertata rapi dan memudahkan saat mau membukanya kembali.

“Ternyata, kebersihan sebagian dari Iman itu, benar dan manfaatnya memang terasa bagi diri kita maupun orang lain,” pungkas Fitriani.

Sementara itu, seorang ASN di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Herizal, yang ditanya tanggapannya mengatakan, ia mendukung gerakan BEREH yang dilakukan Pemerintah Aceh di bawah Pimpinan Plt Gubernur Nova Iriansyah. Meski pada gerakan awal membuat sebagian ASN merasa terganggu kenyamaannya, nanti juga akan merasakan sebaliknya.

“Justru lebih nyaman bekerja dan melayani masyarakat dalam kondisi lingkungan kerja yang bersih, rapi, estetis, dan hijau. Pikiran kita tenang dan masyarakat yang dilayani pun merasa nyaman,” ujarnya.

Selama dua hari (19-20 Oktober 2019) di Kabupaten Simeulue, Sekda Aceh dr Taqallah, M.Kes antara lain melakukan monitoring BEREH ke Puskesmas Tepah Selatan, SMA Negeri I Labuhan Bakti, Kantor Camat Teupah Selatan, RSU Simeulue,Kantor Samsat Aceh Cabang Simeulue, dan Kantor Camat Simeulue Timur.

Pada setiap kunjunganya itu, selain melihat, menilai kondisi instansi tersebut, Sekda Taqwallah juga melakukan foto bersama dengan pimpinan dan seluruh staf instansi yang dikunjungi. Bahkan, di RSU Simeulue, Sekda Taqwallah diperlakukan laksanakan orang tuanya yang baru tiba kembali ke rumahnya dan diajak foto bersama seluruh karyawan RSU tesebut.

Pejabat Aceh yang tampak mendampingi Sekda Aceh dr Taqwallah, M.Kes, Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh Drs Syakir, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif, Kabag Humas/Jubir Pemerintah Aceh Saifullah Abdul Gani, sejumlah pejabat Dinas Kesehatan Aceh, dan Kacab Disdik Aceh di Simeulue.

Check Also

Aceh Raih 2 Penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional

Jakarta – Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Tamiang meraih penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional …