Home / PARIWISATA / Gampong Punge Blang Cut, Desa Wisata 2014

Gampong Punge Blang Cut, Desa Wisata 2014

Banda Aceh |10/02/2014 |LOGO-HUMASs1

Banda Aceh [Humas Aceh]Gampong Punge Blang Cut yang berada dalam wilayah Kecamatan Jaya Baru, membawa harum nama Aceh di kancah nasional. Gampong yang pasca tsunami menjadi tempat ‘parkirnya’ Kapal PLTD Apung milik PT PLN ini, berada di posisi Sembilan, dari Sepuluh besar, Desa Wisata 2014, Kamis (2/9/2014).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu, kepada perwakilan 10 desa wisata penerima bantuan PNPM Mandiri Pariwisata, yang dinilai berhasil dalam mengelola potensi wisata desa untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Acara penyerahan penghargaan Desa Wisata 2014, berlangsung di Desa Wisata Pekraman Jasri, Kabupaten Karang Asem, Bali. Puncak acara penyerahan penghargaan ini dirangkai dengan peringatan perayaan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) yang diperingati setiap tanggal 27 September ini, mengangkat tema ‘Pariwisata dan Pengembangan Masyarakat’.

“Sebagaimana yang tercantum dalam Kode Etik Pariwisata Global UNWTO, bahwa penduduk lokal (Masyarakat desa) harus terlibat dengan kegiatan kepariwisataan dan berbagai kegiatan secara adil dalam manfaat ekonomi, sosial dan budaya yang dihasilkan. Berkenaan dengan hal ini, Kemenparekraf meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pariwisata,” terang Mari Elka.

Lebih lanjut Mari Elka menambahkan, masyarakat yang tinggal di desa wisata atau daya tarik wisata, oleh pemerintah diberikan PNPM Mandiri Pariwisata dalam bentuk Bantguan Sosial (Bansos) yang dikenal bantuan desa wisata. Dengan bantuan tersebut masyarakat dibimbing menjadi pelaku-pelaku pariwisata yang mandiri di daerahnya.

Kegiatan penyaluran penyaluran Bansos PNPM Mandiri Pariwisata difokuskan pada wilayah sasaran yang memiliki ketertarikan fungsi dan pengaruh unsur daya tarik wisata, usaha pariwisata maupoun industry kreatif yang menjadi penggerak aktifitas ekonomi berbasis kegiatan pariwisata.

Program PNPM Mandiri Pariwisata, telah dimulai sejak tahun 2009, sebanyak 104 desa, tahun 2010 (200 desa), tahun 2011 (569 desa), tahun 2012 (978 desa), tahun 2013 (980 desa) dan tahun 2014 terrealisasi 45 desa. Targetyang dicapai dari tahun 2009-2014, sebanyak 1210 desa dan sejak tahun 2012 Kemenparekraf setiap tahunnya memberikan penghargaan kepada 10 Desa Wisata terbaik.

Dewan Juri untuk penghargaan tahun 2014 ini dibentguk berdasarkan SK Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata. Dewan Juri berjumlah tujuh orang yang terdiri atas unsur akademisi, pemerhati pariwisata dan unsur media pariwisata.

Penjurian pertama berdasarkan hasil seleksi dokumen peserta terhadap 148 desa dari 29 provinsi terpilih menjadi nominasi sebanyak 29 desa wisata dari 23 kabupaten/kota di 11 provinsi. Selanjutnya Dewan Juri didampingi tim Kemenparekraf pada 20 Agustus hingga 14 September 2014 melakukan peninjauan dan penilaian lapangan untuk melihat kesesuaian antaradata dan fakta di lapangan terhadap 29 desa wisata yang masuk nominasi pemenang Pengharagaan Desa Wisata 2014.

Selanjutnya, dalam rapat pleno dewan juri memutuskan untuk menetapkan 10 desa terbaik. Berikut adalah urutan 10 Desa Wisata Terbaik 2014.

  1. Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
  2. Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali
  3. Desa Gubug Klakah, Kabupaten Malang, Jawa Timur
  4. Desa Kaliburu, Kabupaten Kulonprogo, D I Yogyakarta
  5. Kelurahan Bagak Sahwa, Kota Singkawang, Kalimantan Barat
  6. Desa Wukirsari, Kabupaten Bantul, D I Yogyakarta
  7. Desa Sawarna, Kabupaten Lebak, Banten
  8. Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur
  9. Gampong Punge Blang Cut, Kota Banda Aceh, Aceh
  10. Desa kaligono, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah berupa trophy, piagam dan uang pembinaan. Untuk Gampong Wisata peringkat pertama, kedua dan ketiga masing-masing mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 20 juta, Rp 15 juta dan Rp 10 juta. Sedangkan untuk peringkat empat hingga sepuluh masing-masing mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 7,5 juta.

Kadisbudpar Aceh: Berkat Do’a dan Kerja Keras

Sementara itu, Reza Fahlevi selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, yang turut hadir mendampingi Keuchik Gampong Punge Blang Cut, usai prosesi penyerahan penghargaan menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja keras, dukungan dan do’a dari seluruh masyarakat Aceh, sehingga Punge Blang Cut berhasil masuk dalam jajaran 10 besar Desa Wisata terbaik 2014.

“Ini merupakan kerja keras masyarakat Gampong Punge Blang Cut. Pencapaian ini adalah sesuatu yang membanggakan karena berkat kerja keras dan do’a dari seluruh masyarakat, Aceh bisa masuk 10 besar tingkat nasional desa wisata,” ujar Reza.

Lebih lanjut Reza menjelaskan, penilaian terhadap Desa Wisata dititik beratkan pada keterlibatan kelompok masyarakat setempat, kesiapan serta kesadaran masyarakat dalam mengembangkan pariwisata di desanya.

Reza menambahkan, seluruh kabupaten/kota di Aceh memiliki objek wisata yang mempesona dan layak menyabet predikat sebagai Desa Wisata. Untuk itu, Pemerintah Aceh melalui Disbudpar akan terus melakukan pembinaan dan penyuluhan, tentang pentingnya memiliki kesadaran terhadap pariwisata, bagi pengembangan kehidupan perekonomian masyarakat.

“Kita tentu saja berharap di tahun-tahun mendatang, akan ada lagi Gampong yang mewakili Aceh di even ini. Bukan hanya sekedar menghiasi 10 besar tapi Insya Allah, suatu saat nanti akan menyabet predikat Terbaik Pertama,” pungkas Reza Fahlevi

Check Also

Pemerintah Aceh Hormati Hak Interpelasi yang Diajukan DPRA

Banda Aceh – Pemerintah Aceh sangat menghormati penyampaian Hak Interpelasi yang diajukan oleh sebahagian anggota …

3 comments

  1. Its great as your other content : D, regards for putting up. “In the spider-web of facts, many a truth is strangled.” by Paul Eldridge.

  2. En este vídeo porno de travestis podemos ver a este travesti follando con otro chico gay
    sin compasión… primero le hace comerle la polla y después le
    mete una buena follada anal… y es que normalmente los travestis no se andan con tonterias.

  3. Je vais vous dire que ce n’est guère incohérent !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.