Home / Aceh Besar / Gubernur Aceh Kunjungi Berbagai Proyek di Kawasan Tahura Aceh Besar

Gubernur Aceh Kunjungi Berbagai Proyek di Kawasan Tahura Aceh Besar

Banda Aceh | 09/24/2014|

LOGO-HUMASs1

Aceh Besar [Humas Aceh]- Tiba di Wilayah Kabupaten Aceh Besar, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah bersama rombongan menyempatkan diri untuk singgah di Taman Hutan Raya (Tahura) Po Cut Meurah Intan di Kawasan Saree. Di lokasi Tahura, gubernur disambut langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Aceh, Husaini Syamaun, Selasa (23/9/2014).

Di Tahura gubernur dan rombongan mendapatkan penjelasan tentang beberapa proyek yang telah selesai dibangun di kawasan Tahura yang memiliki luas enam ribu hektar lebih itu. Diantaranya pembuatan jalur jogging trek sepanjang dua kilometer, yang menelan dana sebesar Rp 1.21 miliar, bersumber dari dana APBA.

“Seluruh tanaman yang ada disepanjang jalur jogging trek, nantinya akan kita beri nama Pak. Baik nama daerah, nama latin dan nama dalam bahasa Indonesia, jadi akan menjadi jalur Interpreter, yang akan memberikan edukasi kepada setiap pengunjung yang datang dan melalui jalur jogging trek ini,” terang Husaini kepada gubernur.

Husaini juga berharap agar gubernur dapat menyetujui agar acara peringatan puncak Hari Penanaman Pohon Nasional dipusatkan di Tahura Po Cut Meurah Insan.

“Kita akan mengundang seluruh unsur Forkorpimda dan para Kepala SKPA serta seluruh masyarakat untuk datang dan menanam pohon disini. Dengan demikian masyarakat akan mengetahui berbagai fasilitas yang telah ada di Tahura ini, sehingga akan semakin banyak masyarakat yang datang ke Tahura ini.”

Selesai melihat beberapa fasilitas di Tahura Po Cut Meurah Intan, gubernur melanjutkan perjalanan ke Pendopo Bupati Aceh Besar untuk melakukan pertemuan dengan Bupati dan seluruh jajaran SKPK Aceh Besar, setelah sebelumnya singgah di Masjid Saree untuk melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah.

Tiba di pendopo, gubernur diterima langsung oleh Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah S Sos, serta seluruh unsur Forkorpimda Kabupaten dan Kepala SKPK dijajaran Kabupaten Aceh Besar. Gubernur dan rombongan kemudian mendengarkan penjelasan singkat tentang perkembangan sejumlah proyek di Kabupaten berpenduduk 300 ribu jiwa lebih itu, dari Taqwallah M Kes selaku Kepala P2K, setelahsebelumnya menikmati santap siang bersama seluruh rombongan.

Di Aceh Besar, dana Otonomi Khusus (Otsus) yang dikucurkan pada tahun 2014 ini adalah sebesar 112 Miliar, yang terbagi dalam 132 paket.

Dalam sambutannya, Mukhlis Basyah S Sos, menjelaskan berbagai hal telah dilakukan dalam rangka menggenjot pelaksanaan proyek, agar dana yang telah di pplotkan untuk Aceh Besar dapat terserap dan pengerjaan dapat dilakukan dengan sempurna.

“Berbagai upaya terus kita lakukan dalam upaya menyelesaikan seluruh paket proyek yang ada saat ini. Dalam setiap kegiatan Coffee Morning, saya selalu mengingatkan jajaran saya untuk terus bekerja secara maksimal. Namun kita tidak bisa menafikan ada beberapa kendala, baik teknis maupun non teknis yang kita hadapi dilapangan, yang mempengaruhi kinerja kami,” terang pria yang akrab disapa Adun Mukhlis itu.

Sementara itu, dalam sambutannya gubernur menjelaskan, persoalan kemiskinan masih menjadi pemandangan miris di Aceh. Gubernur mengajak semua pihak untuk focus menangani permasalahan ini.

“Harus segera dibuat list dan daftar keluarga miskin yang tinggal di rumah yang tidak layak huni. Memang tidak mungkin dapat kita tangani semuanya sekaligus dalam satu waktu. Untuk itu, jika kita memiliki list dan daftar prioritas, maka kita akan mengetahui keluarga mana yang harus kita dahulukan. Oleh karena itu, saya kira program ini (pembangunan rumah layak huni untuk kaum dhuafa-red) harus kita lanjutkan hingga beberapa tahun kedepan, sampai semua persoalan ini teratasi” ujar gubernur.

Usai mendengarkan pemaparan tentang perkembangan sejumlah proyek dan menyampaikan  beberapa pesan kepada seluruh jajaran Pemkab Aceh Besar, gubernur dan rombongan melanjutkan Kunker ke lokasi proyek Pembangunan ruang rawat inap dan Aula dua lantai di Puskesmas Kuta Cot Glie, untuk meresmikan proyek yang telah selesai dikerjakan itu.

Proses pengerjaan ruang rawat inap ini dimulai pada bulan Mei 2014, dan selesai dibangun pada bulan Oktober lalu. Proyek ini menelan dana sebesar Rp 1.20 miliar, yang bersumber dari dana Otsus tahun 2014.

Setelah selesai melakukan penandatanganan peresmian ruang rawat inap dan pemotongan pita bersama Bupati Aceh Besar, Doto kemudian melihat-lihat bagian dalam gedung baru tersebut. Selanjutnya gubernur melakukan penanaman bibit pohon mangga di halaman puskesmas tersebut.

Gubernur dan rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke lokasi pembangunan Embung Kuta Malaka, yang berada di Gampong Lam Ara Tunong, Kecamatan Kuta Malaka. Menempuh jalur berlumpur dan licin, beberapa mobil tidak disarankan untuk mengikuti rombongan dan disarankan untuk menunggu di lokasi perkebunan warga. Setelah melewati jalur berlumpur dan licin bak off roader dengan menunggangi Toyota Land Cruisser V8, di pedalaman Kuta Malaka, gubernur akhirnya tiba di lokasi pembangunan Embung.

Sambil menikmati roti selai samahani dan kopi, gubernur mendengarkan pemaparan dan penjelasan dari para rekanan pelaksana proyek tentang perkembangan dan kendala yang mereka hadapi selama proyek berjalan. Setelah mendengarkan pemaparan gubernur dan rombongan bertolak kembali ke Banda Aceh.

Rabu (24/9) pagi, gubernur akan mengakhiri rangkaian Kunjungan Kerjanya di Kota Banda Aceh dengan meninjau beberapa proyek di Kota berpenduduk 200 juta jiwa lebih itu. Siang hari gubernur akan bertolak ke Jakarta, untuk menerima secara langsung penghargaan dan sertifikat Tari Saman sebagai Warisan Budaya Dunia dari United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (Unesco). Sebagaimana diketahui, Unesco telah menetapkan Tari Saman Sebagai Warisan Budaya Dunia pada tahun 2011 lalu.

Check Also

Sekda Aceh: Optimalkan Manfaat Dana Desa Bagi Rakyat

SIMEULUE—Dana Desa harus dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat dan tidak diselewengkan. Penggunaan dana desa …