Home / Profil / Pimpinan Daerah / Gubernur / Gubernur hadiri pembubaran panitia Peringatan 10 Tahun Tsunami

Gubernur hadiri pembubaran panitia Peringatan 10 Tahun Tsunami

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menyerahkan sertifikat penghargaan pada saat pembubaran panitia peringatan 10 tahun tsunami di Lhoknga Riverside, Aceh Besar, 11 Januari 2014. Foto: Humas Pemerintah Aceh
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menyerahkan sertifikat penghargaan pada saat pembubaran panitia peringatan 10 tahun tsunami di Lhoknga Riverside, Aceh Besar, 11 Januari 2014. Foto: Humas Pemerintah Aceh

Aceh Besar – Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah secara simbolis menyerahkan sertifikat penghargaan dan ucapan terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan peringatan 10 tahun Tsunami, Minggu (11/1/2015).

Penyerahan sertifikat tersebut diserahkan pada acara pembubaran panitia, yang digelar secara sederhana di Lhok Nga, Riverside. Sebagaimana diketahui, peringatan tsunami yang digelar di Lapangan Blang Padang, pada tanggal 26 Desember 2014 berlangsung sukses dan lancar.

Sertifikat secara simbolis diberikan kepada unsur Forkorpimda yang telah berkontribusi aktif pada peringatan 10 tahun tsunami, yaitu Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, selain itu sertifikat juga diberikan kepada Sekda Aceh, Wali Kota Banda Aceh, Sekretariat Panitia dan Liaison Officer (LO).

Padahal seminggu sebelumnya seluruh panitia sempat panik dan ragu akan mampu mensukseskan kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 5 ribu undangan itu, mengingat Kota Banda Aceh yang diguyur hujan lebat selama seminggu.

Hal tersebut terungkap saat Azhari SE M Si, selaku Asisten II Setda Aceh menyampaikan, berbagai suka duka yang dialami oleh panitia dalam menghadapi kegiatan akbar tersebut. Peringatan satu dekade musibah tsunami dianggap sebagai kegiatan akbar bukan saja karena banyaknya jumlah undangan tetapi karena tamu yang hadir juga berasal dari berbagai negara yang pernah membantu Aceh pada masa rekonstruksi dan rehabilitasi.

“Banyak tantangannya, kita tahu hujan yang tak kunjung henti hingga satu hari jelang acara membuat panitia ragu, apakah tetap menyelenggarakan di lokasi semula atau mencari alternatif lokasi lain,” terang Azhari.

Teka-teki Kembang, Kemenyan dan Pawang Hujan

Asisiten II setda Aceh ini juga menjelaskan, dalam kepanikan menghadapi hujan yang tak kunjung henti tersebut, sempat ada yang menawarkan jasa Pawang Hujan.

“Saat itu malah ada yang sempat menawarkan jasa pawang hujan. Namun saat itu, Kadis Pariwisata Aceh menegaskan, dengan do’a dari seluruh panitia dan masyarakat Aceh, Pak Reza yakin acara tetap akan berlangsung sukses. Dan Alhamdulillah, pada hari Jum’at (26/12/2014) acara yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden RI ini berlangsung sukses.”

Azhari menjelaskan, pada hari Kamis, sempat ditemukan kembang dan kemenyan yang diduga diletakkan oleh seseorang untuk mengusir hujan, Namun saat itu Kadisbudpar langsung memerintahkan beberapa panitia untuk membuang segala hal yang berbau dengan ritual mengusir hujan.

Tantangan tidak hanya pada hujan, tapi kegiatan yang diselenggarakan dipenghujung tahun tersebut juga bertepatan dengan pembahasan APBA. Sebagaimana diketahui seluruh Kepala SKPA terlibat langsung dalam kepanitiaan kegiatan akbar ini. “Ini benar-benar membuat konsentrasi panitia terbelah.”

Doto: Terima Kasih atas Kerja Keras Seluruh Panitia

Sementara itu, dalam sambutan singkatnya gubernur menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras demi mensukseskan kegiatan

“Saya sangat bangga, berkat izin Allah dan kerja keras kita semua, kegiatan akbar ini dapat terlaksana dengan sukses,” ujar Gubernur.

Dalam sambutan singkatnya Gubernur juga sempat menceritakan rencana untuk memindahkan lokasi puncak peringatan 10 tahun tsunami, mengingat hujan yang terus mengguyur Kota Banda Aceh.

“Saat itu ada beberapa alternatif lokasi lain, yaitu di lapangan Kodam Iskandar Muda, Halaman Mapolda Aceh dan halaman Masjid Raya Baiturrahman. Mendengar rencana itu, seluruh panitia terlihat berkerut dan panik mengingat sempitnya waktu persiapan,” ujar gubernur bercanda.

Zaini menambahkan, berkat saran dan saran dan masukan dari Dinas Bina Marga dan Dinas Cipta Karya untuk mengatasi genangan air disekitar paggung, panitia akhirnya memutuskan acara tetap di lapangan Blang Padang.

“Untuk itu, sekali lagi saya mengapresiasi kinerja seluruh panitia dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.”

Serahkan Bingkisan untuk Anak Yatim

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur didampingi Ibu Niazah A Hamid juga menyerahkan santunan kepada 20 orang anak yatim yang berada disekitar lokasi acara. pemberian santunan tersebut merupakan bagian dari ungkapan rasa syukur panitia terhadap kesuksesan pelaksanaan peringatan 10 tahun tsunami. (Ngah)

Check Also

( Video )Plt Gubernur Buka Festival Saman di Gayo Lues