Home / Berita Terkini / Gubernur minta Presiden jadikan Sabang pusat poros maritim Indonesia

Gubernur minta Presiden jadikan Sabang pusat poros maritim Indonesia

Banda Aceh|03/12/2015

BANDA ACEH: Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah meminta Presiden jadikan Sabang sebagai salah satu pusat visi poros maritim dunia di Indonesia yang dicanangkan oleh Pemerintah.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Gubernur Zaini Abdullah dalam kata sambutan pada pencanangan Gerakan Nasional “Ayo kerja” dalam rangka menyambut 70 tahun Indonesia merdeka dan peluncuran logo HUT RI Ke-70.
Menurut Zaini, pasca reformasi, status Kota Sabang sebagai pelabuhan bebas  dikembalikan lagi oleh Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 37 tahun 2000. Namun beberapa peraturan belum terrealisasi, terutama soal Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Pelimpahan Kewenangan kepada Dewan Kawasan Sabang. 

“Melalui kunjungan Bapak Presiden ke Sabang kami juga memohon kepada Bapak Presiden Jokowi untuk  menetapkan Sabang sebagai Hub International Port dalam pembangunan sektor unggulan di bidang Kemaritiman (Poros Kemaritiman),” ujarnya

Gubernur menambahkan, karena kawasan pengelolaan Sabang termasuk Pulo Aceh, beliau memohon kepada Presiden agar Pelabuhan Perikanan Samudera terpadu di Pulo Aceh juga masuk ke dalam Rencana Program Pembangunan “100 Sentra Perikanan Terpadu” yang telah dicanangkan oleh Pemerintah.

“Kepada Menko Bidang Kemaritiman,  Dr. Indroyono Soesilo, saya berharap agar pekerjaan yang belum selesai di Aceh, sebagai salah satu kawasan maritim unggulan di Indonesia, dapat segera diselesaikan atau dipercepat dengan adanya kunjungan lansung disini,” tambahnya.
Kepada para investor, Gubernur berharap tidak ada lagi keraguan untuk berinvestasi di Aceh, terutamanya di Sabang,  karena kawasan ini tidak kalah menarik potensinya dengan kawasan industri lainnya, seperti Kawasan Industri Batam.

Jokowi luncurkan Gerakan Nasional “Ayo Kerja”

Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja ke Aceh meluncurkan Gerakan Nasional “Ayo Kerja” dalam menyambut 70 tahun kemerdekaan Indonesia.

Menurut Presiden Jokowi, kemerdekaan adalah Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Harapan itu hanya bisa dicapai dengan kerjaHanya melalui kerja sebuah bangsa akan meraih kemakmuran dan kejayaannyaHanya melalui kerja, bangsa Indonesia akan bisamembangun jiwa dan sekaligus membangun raganya untuk kejayaan Indonesia Raya

“Hanya melalui kerja, Republik Indonesia akan dapat berdiri kokoh untuk selama-lamanya dan mampu mewujudkan semua cita-cita mulia yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945,” katanya.

Jokowi menjelaskan kerja yang dimaksud bukanlah semata-mata kerja biasa, namun  haruslah dilakukan dengan keinsyafan akan kekuatan dari persatuan IndonesiaKerja yang dilakukan dengan gotong-royong. Gotong royong dari seluruh anak bangsa tanpa kecuali.  

Setelah dari acara peluncuran logo dan Gerakan Nasional “Ayo Kerja”, Presiden Jokowi bersama Gubernur Aceh dan rombongan beberapa menteri kabinet kerja melakukan kunjungan ke Waduk Paya Seunara, Pelabuhan BPKS, dan solat zuhur di Mesjid Agung Babussalam Sabang.

 

Check Also

[Video] Sentuhan BEREH perdana sang Ketua di Gedung KORPRI Aceh