Home / Berita Terkini / Gubernur Peringati Maulid Nabi Bersama Anak Yatim

Gubernur Peringati Maulid Nabi Bersama Anak Yatim

Humas Aceh | 1 feb 2016

Sigli – Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah peringati peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tahun 1437 Hijriah bersama anak yatim di kediaman keluarganya, di Gampong Rapana, kemukiman Teurubue, Kec. Mutiara Barat, Kabupaten Pidie, Minggu (31/1)

Selain dihadiri para anak yatim pada perayaan maulid yang digelar orang nomor satu Aceh itu, juga dipadati masyarakat Pemukiman Teurubue dan sekitarnya yang berbaur bersama  tokoh masyarakat, pejabad setempat, para kepala  SKPA  dan DPR Aceh. Diantara tamu yang hadir juga terlihat sejumlah mantan kombatan dan Eks Tripoli.

Perayaan Maulid Nabi, dalam bahasa Aceh disebut Kenduri Maulod merupakan perayaan memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW dan merupakan tradisi penting dalam Islam. Keunduri Maulid sudah menjadi tradisi masyarakat Aceh, bahkan lebih besar dibandingkan dengan tradisi-tradisi lain di Aceh.

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah mengatakan, peringatan Maulid ini untuk mengingat kembali nilai-nilai islami yang ditanamkan Rasullullah SAW yang patut kita teladani. Selain itu, peringatan Maulid ini juga merupakan momentum untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat.

Diantara ratusan tamu yang memadati rumah peninggalan Almarhum Tgk Abdullah Hafiah terlihat tokoh perempuan Aceh, Hj. Fatimah Cut binti Hasan atau yang populer disebut dengan Cut Fatimah Lampoh Saka. Cut Fatimah Lampoh Saka merupakan pendakwah kondang Aceh yang sangat popular sekitar tahun 70-an.

Awak media ini tidak menyia-nyiakan kesempatan bertemu tokoh perempuan penerima Satya Lencana dari Presiden Soeharto ini. Menjawab pertanyaan awak media ini tentang pandangannya terhadap keberadaan penceramah perempuan saat ini, Cut Fatimah Lampoh Saka mengaku  prihatin. Menurutnya, kiprah perempuan Aceh di bidang dakwah Islamiah saat ini nyaris tak terlihat.

“Saat ini sangat sedikit perempuan Aceh yang menjadi pendakwah, kita berharap kedepan perempuan Aceh bangkit dan berkiprah dalam dakwah” ujarnya.

Menurut Cut Fatimah, setidaknya ada empat hal penting yang menjadi landasan menyatukan umat dan membangun negara yang makmur dan sejahtera. Yaitu; dengan ilmu ulama, keadilan para pemimpin, peran orang-orang kaya, dan doa orang – orang fakir dan miskin.

“keempat komponen masyarakat itu harus kompak, seiyasekata, dan bekerja sama dalam membangun Aceh. Perselisihan pendapat harus diakhiri dengan musyawarah,” pungkas perempuan yang masih aktif memberikan pengajian dan dakwah meski sambil duduk di atas korsi roda.

Pejabat yang tampak hadir pada Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di kampung halaman Abu Doto itu, antara lain, Wakil Ketua DPRA Irwan Johan, Sulaiman Abda, Sekda Aceh Dermawan, dan hampir seliruh pejabat SKPA yang datang langsung dari Banda Aceh

Check Also

Peringati Hari Ibu, Seluruh Provinsi Gelar Jalan Santai Serentak

Banda Aceh– Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke- 91 tahun 2019 , Pemerintah Aceh bekerjasama …