Home / LINTAS ACEH / Gubernur : Perkuat Kelembagaan Koperasi

Gubernur : Perkuat Kelembagaan Koperasi

Banda Aceh | 09/03/2014

Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah mengatakan, agar koperasi di Aceh lebih sehat dan mandiri, Pemerintah akan memfokuskan pembangunan koperasi pada dimensi penguatan kelembagaan. Dia mengakui, upaya memperkuat posisi koperasi memang bukan pekerjaan mudah mengingat kuatnya pengaruh arus globalisasi yang mendorong masyarakat untuk cenderung mengabaikan peran-peran sosial. Dalam situasi seperti ini, usaha koperasi menghadapi tiga tantangan sekaligus yaitu harus mampu memperbaiki citranya sebagai kumpulan golongan ekonomi lemah dan berusaha menghindar dari tuduhan sebagai lembaga pemburu fasilitas, serta harus bersaing dengan lembaga swasta yang mulai banyak bergerak untuk sektor usaha kecil tapi lebih berorientasi kapitalis.

“Juga harus berhadapan dengan perubahan sosial di kalangan masyarakat, terutama akibat meningkatkan semangat individualistis yang mengakibatkan koperasi mulai dianggap kuno, tradisional dan tidak bermanfaat,” kata Gubernur Zaini Abdullah, dalam sambutannya yang disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum dan Politik Ridwan Hasan, SH, MM, pada Pembukaan Workshop Teknik Pendampingan Koperasi se-Aceh, yang diprakarsai Biro Perekonomian Setda Aceh, di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Selasa (2/9/2014) malam.

Dalam menjawab ketiga tantangan ini, sebut Gubernur, semangat kebersamaan yang menjadi ciri utama koperasi harus terus ditonjolkan. “Perlu kita memperkuat pemahaman bahwa kehadiran koperasi bukanlah semata-mata  sebagai badan usaha, tapi juga sebagai manifestasi ideologi ekonomi atas dasar nilai-nilai swadaya, keadilan, dan kesetiakawanan,” tandasnya.

Oleh sebab itu, tambah Zaini Abdullah, Pemerintah akan berupaya dengan sekuat tenaga agar semangat berkoperasi kembali diperkuat di Aceh. Langkah mensosialisasikan kembali koperasi di Aceh melalui program revitalisasi koperasi sebenarnya sudah menunjukkan hasil lumayan bagus. Sampai akhir tahun 2013 di Aceh terdapat 7.720 unit koperasi, di mana 3.855 unit di antaranya masih tergolong aktif dengan jumlah anggota lebih dari 500 ribu orang. “Banyaknya koperasi yang tidak aktif di Aceh antara lain disebabkan karena kesulitan dalam mendapatkan akses modal atau juga karena sistem kepengurusan yang tidak berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Terkait kondisi ini, kata Gubernur Zaini, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota akan mengaktifkan kembali koperasi-koperasi ini, di samping mendorong tumbuhnya koperasi baru. “Ya, jika memang koperasi itu tidak lagi memungkinkan untuk diaktifkan, maka saya sarankan dibubarkan saja sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Dalam hal ini Pemerintah Aceh hanya akan terfokus membantu koperasi yang pengurusnya memiliki semangat untuk bangkit,” kata Gubernur.

Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, Drs Muhammad Raudhi M.Si optimis, melalui workshop ini peran koperasi bisa dimaksimalkan, yang muaranya untuk peningkatan perekonomian daerah. Tujuan inti workshop, jelas Raudhi, adalah mewujudkan pengkoperasian yang lebih baik, kuat, handal dan mandiri.

“Dan kita komit untuk terus mendorong lahirnya kebijakan pemberdayaan pendampingan KUMKM yang berkualitas, berkelanjutan dan tidak tumpang tindih,” ujar Raudhi, yang juga Ketua Pelaksana kegiatan tersebut.

Raudhi menambahkan, workshop yang diikuti 80 peserta dari kabupaten/kota ini berlangsung selama 2 hari dengan menghadirkan narasumber Ir. Halomon Tamba, MBA (Asisten Deputi Pemberdayaan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Kementerian Koperasi dan UKM RI, Kadis Koperasi dan UKM Aceh, Mulyadi, MM, para SKPD dari Kabupaten/Kota se-Aceh, serta pemateri dari Business Service Development.

“Sasaran yang kita inginkan adalah terwujudnya akses pendanaan bagi koperasi dan UKM, peningkatan produktivitas, SDM yang handal dan terwujudnya kelembagaan koperasi yang kokoh dan mandiri,” pungkasnya.

“Melalui pelatihan ini, kapasitas para pendamping koperasi akan lebih meningkat dan tajam, sehingga kegiatan pendampingan di lapangan berjalan lebih fokus, terarah dan berdaya guna. Semua ini adalah bagian dari upaya upaya kita meningkatkan peran koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh,”tutupnya.

Pembukaan Workshop Teknik Pendampingan Koperasi se-Aceh ini dihadiri Kepala Biro Perekonomian Aceh Muhammad Raudhy, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Mulyadi,  jajaran SKPA terkait lainnya, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Aceh, para narasumber, sejumlah pengurus koperasi serta diikuti para konsultan/pendamping Koperasi dari berbagai Kab/kota se-Aceh. []

Check Also

Pariwisata Tingkatkan Perekonomian Aceh

Jakarta – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, meyakini potensi pariwisata mampu …