Home / Berita Terkini / Gubernur Resmikan Gedung VIP Pemerintah Aceh di Bandara SIM

Gubernur Resmikan Gedung VIP Pemerintah Aceh di Bandara SIM

Humas Aceh | 25 Agt 2016

Aceh Besar — Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, meresmikan Gedung VIP Pemerintah Aceh di Bandara Sultan Iskandar Muda, Rabu, 24 Agustus 2016. Gubernur berharap keberadaan gedung tersebut bermanfaat bagi kelancaran pembangunan Aceh, khususnya dalam memperlancar konektivitas Aceh dengan daerah-daerah lainnya.

“Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga segala urusan di Aceh yang menjadikan Bandara Sultan Iskandar Muda sebagai gerbangnya, akan berjalan dengan lancar. Saya berharap gedung VIP Pemerintah Aceh ini dapat kita jaga dan rawat bersama,” ujar Gubernur Zaini.

Gubernur menyebutkan, kemajuan pembangunan Aceh dalam beberapa tahun terakhir ini sangat pesat. Hal tersebut menjadikan Bandara SIM cukup sibuk. Tak jarang, diplomasi pembangunan Aceh juga berlangsung di bandara yang terletak di Blang Bintang ini.

Pada September tahun lalu, Presiden Joko Widodo singgah di Bandara SIM untuk melihat perkembangan Aceh seusai melakukan kunjungan ke Timur Tengah. Wapres Jusuf Kalla juga melakukan hal yang sama pada Januari 2015. JK saat itu singgah saat hendak terbang ke Arab Saudi. Hal tersebut menunjukan bahwa Bandara SIM tidak hanya sebagai pintu gerbang bagi masyarakat dan tamu yang datang dan pergi dari/ keluar Aceh, tapi juga sebagai tempat diplomasi pembangunan.

“Wajar jika sarana diplomasi dan kunjungan itu kita tingkatkan dengan menghadirkan ruangan khusus bagi kelancaran komunikasi yang dijalin,” kata Gubernur Zaini.

Gubernur menambahkan, ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan di gedung VIP tersebut. Tak hanya menjadi pintu gerbang masuk bagi pimpinan dan tamu negara, gedung itu dapat dimanfaatkan juga untuk kelancaran tugas-tugas kedinasan Pemerintah Aceh.

Khusus di musim haji, gedung tersebut juga dapat dijadikan sebagai tempat embarkasi dan debarkasi jemaah haji, yang tentunya akan menambah kenyamanan bagi para calon jamaah haji Aceh. Apalagi, Garuda Indonesia telah membuka rute langsung bagi jamaah umrah dari Banda Aceh ke Arab Saudi. Di lantai tiga, juga ada aula yang dapat dimanfaatkan untuk pertemuan. Selain itu ada juga ruang peristirahatan bagi tamu tertentu.

Dengan semua fungsi tersebut, kata gubernur, keberadaan gedung VIP Pemerintah Aceh  itu sangat bermanfaat guna memperlancar proses ketibaan dan keberangkatan Bandara Sultan Iskandar Muda.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan telematika Aceh, Hasanuddin, menyebutkan, pembangunan Gedung VIP Pemerintah Aceh ini dimulai dalam 9 tahap sejak tahun 2007 lalu. Bandara SIM, ujarnya, terkoneksi langsung dengan angkutan massal Trans Koetaradja yang terhubung ke pusat kota di Banda Aceh. Hasanuddin berharap dengan berfungsinya gedung baru tersebut akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Aceh yang tentunya juga akan berpengaruh pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Aceh.

Minta Penambahan Angkutan Massal

Gubernur Zaini Abdullah meminta agar Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk menambah armada massal berupa bus Trans Koetaradja. “Pak Sekjen, kalau bisa bus bisa ditambah hingga 80 lebih sehingga lalulintas di Aceh bisa lancar selalu,” ujar gubernur.

Saat ini, Pemerintah Aceh, kata gubernur sedang giat-giatnya melakukan pembangunan infrastruktur untuk memajukan Aceh. Misalnya pembangunan fly over Simpang Surabaya. Tentunya jika hal tersebut selesai dibangun, lalulintas kendaraan di Banda Aceh akan semakin padat. Karenanya, gubernur secara langsung meminta kepada Sekjen Kementerian Perhubungan yang mewakili menteri saat peresmian Gedung VIP Bandara SIM, agar armada Trans Koetaradja bisa ditambah untuk kemajuan Provinsi Aceh.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Kapolda Aceh Husin Hamidi, Sekjen Kementerian Perhubungan RI, General Manager PT Angkasa Pura II, Kasdam Iskandar Muda, Bupati Aceh Besar Muklis Basyah, Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan telematika Aceh Hasanuddin, Kepala Dinas Sosial, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. (Humas-Aceh)

 

Check Also

Kisah Junizar, Anak Korban Konflik di 15 Tahun Damai Aceh

Ingatan Junizar kembali ke masa kecil, saat ia bersama ibundanya tengah di ladang. Dua orang …