Home / Berita Terkini / Gubernur resmikan peletakan batu pertama Rumah Indonesia Gemilang

Gubernur resmikan peletakan batu pertama Rumah Indonesia Gemilang

Banda Aceh , 7-12-2015 | Humas Aceh

BANDA ACEH: Gubernur Aceh diwakili oleh Asisten II Bidang Keistimewaan, Pembangunan dan Ekonomi Sekretaris Daerah Aceh, Azhari Hasan, SE MSi meresmikan peletakan batu pertama Balai Latihan Kerja (BLK) Rumah Indonesia Gemilang di Desa Neuheun, Aceh Besar, Minggu (6/12).

Pembangunan Rumah Indonesia Gemilang yang dibangun di atas lahan 1 hektar tersebut merupakan hasil sumbangan zakat dan infaq dari karwayan PT.PLN bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Al-Azhar Peduli Ummat, bertujuan untuk memberikan pelatihan ketrampilan gratis kepada masyarakat yang memerlukan.

“Saya mewakili rakyat Aceh berterima kasih kepada pihak Kementerian ESDM, Direktur Utama PLN, Lembaga Amil Zakat  PT. PLN dan Serikat Karyawan PLN atas bantuan yang diberikan ini,” kata Gubernur Aceh dalam sambutannya yang dibacakan oleh Azhari Hasan.

Gubernur berharap dengan adanya BLK Rumah Indonesia Gemilang nanti, dapat meningkatkan motivasi bagi masyarakat Aceh– khususnya para pemuda—agar lebih gigih belajar dan meningkatkan ketrampilan, agar kelak memiliki kemampuan yang layak untuk dikembangkan di masyarakat.

“Ibarat kata pepatah, jangan beri ikan, tapi berilah kail. Dengan kail masyarakat akan mampu mengoptimalkan potensi dirinya sehingga bisa mendapatkan ikan yang lebih baik,” kata Gubernur.

Menurut Gubernur, situasi Aceh yang kondusif dan damai sejak 10 tahun terakhir ini telah memberi ruang sangat signifikan bagi kelancaran program-program pembangunan di daerah ini. Namun demikian, tentu masih banyak hal yang ingin kami capai demi kemajuan pembangunan di masa mendatang.

“Inilah  yang membuat kami terus bekerja keras untuk mendorong keberhasilan pembangunan di daerah ini. Salah satu fokus perhatian kami adalah peningkatan kualitas pendidikan, memperbanyak pusat–pusat pendidikan ketrampilan, selain tentu saja mengundang agar investor lebih banyak mengembangkan usahanya di Aceh,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Gubernur mengatakan, Pemerintah Aceh membutuhkan dukungan berupa program dan kegiatan-kegiatan dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat, lembaga non pemerintah maupun, dan swasta, yang sifatnya memperkuat kapasitas masyarakat agar bisa mengembangkan potensi dirinya.

“Tentunya bantuan seperti ini kami sambut dengan suka cita, sebab inilah kail yang menjadi modal agar pemuda Aceh bisa menangkap ikan yang lebih besar. Dengan belajar di pusat ketrampilan (BLK) ini, nantinya pemuda/pemuda Aceh akan bisa mengembangkan potensi dirinya sehingga mampu melihat masa depan yang lebih gemilang,” tegas Gubernur.

Dengan hadirnya program BLK seperti ini, Gubernur menyakini ianya dapat menjadi salah satu jalan keluar dalam mengatasi masalah pengangguran yang ada di daerah Aceh.

“Semoga pihak pengelola dapat memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas yang ada di gedung ini untuk melatih dan mendidik pemuda/pemudi Aceh agar memiliki ketrampilan handal, sehingga mampu mengembangkan usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan,” harap Gubernur.

Untuk mempercepat proses pembangunan, Gubernur menghimbau kepada masyarakat di sekitar lokasi pembangunan Rumah Gemilang Indonesia tersebut agar memberikan dukungan semaksimal mungkin sehingga proyek ini selesai tepat waktu dan segera dapat dimanfaatkan.

“Kelak kita berharap dari Rumah Gemilang Indonesia ini akan lahir pemuda-pemuda Aceh yang siap menyongsong masa depan gemilang, yang juga diharapkan mampu menjadi motor dalam mengatasi masalah sosial di daerah ini,” pungkas Gubernur.

Turut hadir dalam peresmian peletakan batu pertama tersebut, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Ir. Jarman, Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, Muhammad Raudhi, Kepala P2K, dr. Taqwallah, perwakilan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) serta tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.

 

 

 

 

Check Also

Ketahanan Pangan Fondasi Utama Pencegahan Stunting

Banda Aceh – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan bahwa ketahanan …