Home / Berita Terkini / Gubernur Serahkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya
Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah di dampingi Kadis Cipta Karya dan Bank PTPN menyerahan secara simbolis bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Tahun 2016 di pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, 18/10.

Gubernur Serahkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya

Humas Aceh | 19 Okt 2016

Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah menyerahkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)  dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat kepada Masyarakat empat Kabupaten  dan Dua Kota di Aceh secara simbolis di Pendopo Gubernur Aceh, Selasa (18/10)

Masyarakat yang menerima bantuan tersebut berasal dari  Kabupaten Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bener Meriah, Kota Sabang dan Kota Langsa yang diserahkan Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah kepada empat perwakilan masyarakat dari 6 kabupaten/kota tersebut.

Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah di dampingi Kadis Cipta Karya dan Bank PTPN menyerahan secara simbolis  bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Tahun 2016 di pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, 18/10.
Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah di dampingi Kadis Cipta Karya dan Bank PTPN menyerahan secara simbolis bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Tahun 2016 di pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, 18/10.

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah dalam sambutannya mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil kerjasama dan sinergisitas yang baik antara Pemerintah Aceh dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RI melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau disingkat BSPS.

“Bantuan ini merupakan wujud nyata keberpihakan Pemerintah dalam meningkatkan kualitas permukiman rakyat khususnya masyarakat miskin,” kata Zaini.

Sampai tahun 2016 kata Zaini, sudah ada sekitar 15000 unit rumah di Aceh yang telah difasilitasi pembangunannya oleh program BSPS. “Kita harap tahun 2017, sebagaimana yang sudah direncanakan bantuan ini dapat diberikan kepada 2500 penerima manfaat lainnya,” ujar Zaini.

Zaini Abdullah menghimbau kepada Bupati dan Walikota yang masyarakatnya menerima bantuan BSPS agar memantau proses pemberian bantuan tersebut agar tepat sasaran dan dimanfaatkan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Pada kesempatan tersebut, Zaini Abdullah juga menyampaikan bahwa sejak 2012 sampai dengan 2015 sudah ada 11.400 Rumah Masyarakat Miskin yang dibangun Pemerintah Aceh di 23 Kabupaten/Kota. Pemerintah Aceh akan terus mengalokasikan dana pembangunan rumah setiap tahunnya, sampai seluruh rakyat Aceh dapat tinggal dirumah yang sehat dan permukiman yang layak huni.

Sementara itu, Manajer Cabang Bank Tabungan Negara Banda Aceh, Andy R M, menyampaikan, sejak tahun 2016 Bantuan Stimulan Perumahana Swadaya (BSPS) dilakukan secara otonomi dimana setiap daerah diberikan kesempatan untuk menentukan dan memilih kabupaten/kota yang layak menerima bantuan tersebut dengan persetujuan dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

“Alhamdulillah tahun ini bantuan akan diberikan untuk 1993 unit yang tersebut di empat kabupaten dan dua kota di Aceh,” kata Andy.

Bantuan yang diberikan kata Andy bukan dalam bentuk tunai melainkan berupa bahan material bangunan yang dibutuhkan untuk renovasi rumah sehingga layak huni.

“Nanti akan ada koordinator yang akan mengawasi proses pemberian bantuan mulai dari administrasi hingga proses pembangunan selesai,” kata Andy.

Andy menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan terus diberikan secara berkelanjutan di tahun – tahun yang akan datang untuk setiap daerah. Ia berharap melalui bantuan tersebut seluruh masyarakat nantinya akan mendapatkan rumah yang layak huni.

Untuk diketahui ,Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya adalah fasilitasi pemerintah berupa bantuan stimulan untuk pembangunan atau peningkatan kualitas rumah kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yaitu masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah yang layak huni.

Check Also

Covid-19 Aceh: Dua Kasus Baru dan Dua Orang Meninggal Dunia

Banda Aceh—Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani …