Home / LINTAS ACEH / Gubernur Terima Kunjungan Wakil Ketua Komisi VI

Gubernur Terima Kunjungan Wakil Ketua Komisi VI

Banda Aceh, 12/03/2014 | Humas Aceh

[ Humas Aceh ] Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah menerima kunjungan dari Azam Azman Natawijaya selaku Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) di Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (2/12/2014).

Dalam pertemuan yang berlangsung santai dan penuh dengan suasana kekeluargaan itu Politisi dari Partai Demokrat ini memaparkan tentang beberapa hal yang berkaitan dengan Pelabuhan Malahayati di Krueng Raya dan Pelabuhan Balohan di Sabang.

Azam sangat menyayangkan jika Aceh sebagi daerah spesial dan telah memiliki berbagai kekhususan tidak mampu dimaksimalkan. Menurut AzamHal yang saat ini harus dilakukan oleh Pemerintah Aceh di bawah duet Pemerintahan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf adalah dengan melakukan lobi ke Pemerintah Pusat, dibawah pemerintahan baru ini.

Disisi lain, Azam juga menyatakan, sebagai daerah kepulauan dan posisinya yang merupakan Titik Nol Indonesia, Sabang memiliki potensi yang cukup besar tertama dalam bidang pariwisata.

“Ini harus dikelola dan dikembangkan secara serius karena pariwisata merupakan salah satu sektor yang mampu menggenjot denyut perekonomian suatu daerah,” ujar Azam.

Azam menjelaskan, sudah ada Undang-undang Nomor 37 Tahun 2000 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2000 Tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang Menjadi Undang-Undang.

“Kita harus mereview UU nomor 37 dan PP nomor 83 sudah memberikan kewenangan yang besar kepada BPKS untuk bisa mengelola kawasan Sabang. Semua ada disana, kewenangan ada tinggal bagaimana kita memanfaatkan UU tersebut.”

Pria kelahiran Banyuwangi ini menambahkan, kewenangan yang sudah sangat besar dimiliki oleh BPKS akan sia-sia jika tidak didukung dengan anggaran.

“Ini harus diminta, tidak mungkin anggaran akan datang sendiri. Utnuk itu, tadi saya sudah menyampaikan kepada bapak gubernur, ayo diminta (anggaran itu) atas dasar UU maka harus kita minta anggarannya, pasti akan kita (Komisi VI-red) dukung,” tambah Azam.

Setelah terjun langsung ke Sabang, Azam menyatakan pembangunann pelabuhan CT3 kurang tepat karena terlalu sempit jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.

“Kita lihat seperti di Teluk Lamong di Surabaya atau beberapa pelabuhan di daerah lain, luas pelabuhannya itu minimal 50 hektar lah. Apa yang akan diangkut dari sini untuk di bawa keluar (Ekspor-red) itu harus dibicarakan secara komprehensif dengan pengelola pelabuhan. Nah, hal inikan belum dilakukan.”

Azam juga menjelaskan bahwa potensi wisata di Aceh dan Sabang sangat besar. Apalagi pasca Tsunami. Azam menilai tsunami merupakan sesuatu yang tidak terjadi diseluruh negara. Oleh karena itu Azam menilai situs-situs peninggalan tsunami harus dijaga dan dilestarikan untuk dijadikan objek wisata.

Pria kelahiran 21 April 1948 ini juga menjelaskan, saat berada di Kota Sabang dirinya sempat berbincang-bincang dengan Wali Kota Sabang. Dalam kesempatan tersebut wali kota menyatakan bahwa sangat banyak jenis potensi wisata yang bisa dikembangkan dan bisa memberdayakan masyarakat sekitar.

“Oleh karena itu, tadi saya sampaikan kepada gubernur, ayo kita fokus pada sektor pariwisata, sebab hanya ada empat hal yang bisa membuat suatu daerah itu berkembang, yaitu industri, pertanian, perdagangan dan pariwisata.”

Menurut Azam, pariwisata adalah pariwisata adalah sektor yang sangat penring untuk dikembangkan, mengingat ketiga sektor lain kurang berjalan maksimal di Aceh.

“Nah, sembari menunggu pemerintah memaksimalkan tiga sektor tadi, mari kita garap sektor keempat , yaitu memajukan pariwisata di Aceh. Lihat banyuwangi, tidak memiliki apa-apa. Pelabuhannya kecil, pertaniannya tidak terlalu maksimal tapi sektor pariwisatanya berkembang pesat,” ujar Azam mencontohkan.

Untuk itu Azam menyarankan gubernur untuk mengundang Menteri Pariwisata untuk datang ke Aceh dan melihat potensi apa yang bisa dikembangkan di Aceh. Azman menyatakan bahwa Komisi VI sangat mendukung pengembangan pariwisata di Sabang dan Aceh secara umum.

“Jangan sampai Sabang menjadi seperti Batam, memiliki kewenangan tapi kakinya diikat. Untuk itu gubernur aceh sebagai Ketua Dewan Kawasan untuk mengusulkan dana kepada pemerintah. Komisi VI akan mendukung. Tapi hal yang harus diingat adalah bahwa kami bukan dalam posisi untuk mengusulkan tetapi menyetujui anggaran yang diajukan.”

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Aceh didampingi oleh Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Kepala Bappeda, Abubakar Karim, Kepala Biro Umum, Aznal dan Kepala Biro Humas, Mahyuzar.

Check Also

Positif Baru 96 Orang, Covid-19 Aceh Menjadi 674 Kasus

Banda Aceh—Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani …