Home / Berita Terkini / Gubernur: tingkatkan professionalitas guru hadapi MEA

Gubernur: tingkatkan professionalitas guru hadapi MEA

Banda Aceh,7-12-2015 |Humas Aceh

BANDA ACEH: Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah meminta para guru untuk meningkatkan profesionalitas di bidang pendidikan guna menjawab dinamika global yang semakin pesat dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Menyambut era MEA yang akan dimulai pada 2016 nanti, mau tidak mau kita akan berhadapan dengan persaingan ketat di berbagai sektor. Untuk bisa bersaing dalam itu, dasar utamanya adalah pendidikan dan pengetahuan,” kata Gubernur saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-70 dan Hari Guru Nasional 2015 di Halaman Mapolda Aceh, Banda Aceh, Minggu (6/12).

Menurut Gubernur, keberadaan PGRI selama 70 tahun sebagai wadah tenaga pendidik bangsa harus diperkuatkan sebagai sebuah organisasi yang mampu meningkatkan kapasitas para anggotanya sehingga menjadi guru-guru yang berkualitas, konsisten dan berkomitmen pada tugasnya.

“Dalam menghadapi MEA yang tidak lama lagi, peran guru dituntut lebih professional agar mampu mendorong peserta didik bersaing dalam era pasar bebas itu. Suka atau tidak suka, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi agar bisa melahirkan anak didik yang berkualitas,” ujar Gubernur.

Gubernur mengatakan, peran PGRI dalam mendorong para guru meningkatkan profesionalismenya harus lebih aktif dan didukung dengan kekuatan dan kebersamaan oleh para anggotanya.

“Seperti kata pepatah, tidak ada kemenangan tanpa kekuatan. Tidak ada kekuatan tanpa persatuan. Tidak ada persatuan tanpa berhimpun dan berserikat untuk kepentingan bersama. Oleh sebab itu, daya dorong PGRI dalam menjalankan visi misinya sebagai wadah bagi guru mutlak harus kita dukung bersama,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Zaini berharap agar peran PGRI di Aceh dapat dengan lebih gigih  memperjuangkan kebijakan pendidikan sesuai dengan perundangan yag berlaku, seperti pengaturan tentang pelaksanaan sertifikasi guru, uji kompetensi guru dan pengaturan penghasilan minimum guru non-PNS.

Dihadapan para guru dan siswa yang ikut dalam upacara tersebut, Gubernur memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para guru yang ditugaskan ke daerah pedalaman. “Tetaplah mengabdi dengan tulus ikhlas karena, keberadaan para guru di pedalaman sangat berperan dalam mendorong adanya pemerataan pendidikan di Aceh,” katanya.

Dari sisi pemerintah, Gubernur menyatakan akan berupaya memberi penghasilan kepada guru di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial sebagaimana dinyatakan di dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. “Pemberian hak ini akan diupayakan tepat waktu,” pungkasnya.

Turut hadir dalam upacara tersebut, para kepala unsur Forkopimda, Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Delian, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo, Ketua PGRI Aceh, Ramli Rasyid serta perwakilan para guru dan siswa-siswi dari Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Check Also

Kasus Baru Covid-19 Bertambah 31 Orang, Terbanyak Banda Aceh

Banda Aceh—Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani …