Gempa Gayo; Masa Tanggap Darurat Diperpajang

Kamis, 18 Juli 2013 | Humas Setda Aceh

Takengon – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah pada pukul 10.05 WIB, Rabu 17 Juli 2013, secara resmi mengumumkan perpanjangan status masa tanggap darurat bencana gempa tanah Gayo. Ketetapan itu diambil Gubernur setelah kembali menggelar rapat koordinasi dan evaluasi penanganan bencana gempa Aceh Tengah yang berlangsung di pendopo Bupati setempat. Demikian disampaikan kepala Biro Humas Setda Aceh, H. Nurdin F Joes.

"Pemerintah Aceh secara resmi memperpanjang status darurat sejak hari ini, 17 Juli sampai 10 Agustus 2013 mendatang," ujarnya.

Gubernur Zaini yang berkantor di lokasi bencana Gayo, lanjut F Joes, sangat responsif dalam menetapkan status tersebut. Adapun fase perpanjangan tanggap darurat gempa Gayo yang selanjutnya disebut fase transisi darurat pemulihan telah berlaku efektif sejak Rabu 17 Juli 2013.

“Fase transisi darurat pemulihan yang berlangsung selama 25 hari ini bertujuan agar sarana prasarana vital serta kegiatan sosial ekonomi masyarakat segera berfungsi. Gubernur minta distibusi bantuan dioptimalkan dan selesaikan segera hal-hal yang mendesak" kata F Joes.

F Joes Menambahkan, fase transisi pemulihan tersebut dilakukan hingga dimulainya tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa Gayo nanti. Sektor-sektor yang mendapat prioritas untuk dibangun yaitu perumahan, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya, dan lintas sektor.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Aceh telah menetapkan status tanggap darurat terhadap bencana tersebut dengan status tanggap darurat skala Aceh melalui Kepgub Nomor 360/571/2013 tanggal 3 Juli 2013. Fase tanggap darurat tersebut ditetapkan dari 3 – 16 Juli 2013 atau selama 14 hari yang pengendali koordinasinya berada di tangan kepala BPBA. Kemudian 17 Juli 2013, status tanggap darurat gempa Aceh Tengah dicabut, dilanjutkan Masa Transisi Darurat Pemulihan 17 Juli - 10 Agustus 2013 atau selama 25 hari.[]HumasAceh

Share