Gubernur Buka Rakor PNPM-BKPG

Kamis, 14 Maret 2013 | Humas Setda Aceh

  • Program Harapan Masyarakat Pedesaan

Banda Aceh- Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Muzzakar A. Gani, mewakili Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Kamis (14/3) membuka Rapat Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan- Bantuan Keuangan Pemakmu Gampong (BKPG) 2013 di Hotel Permata Hati, Meunasah Manyang, Aceh Besar.

Gubernur, sebagaimana disampaikan Muzakkar A. Gani, sangat berharap agar PNPM-BKPG terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat komitmen menjalankan program secara tepat waktu, mematuhi tata tertib administrasi dan SOP, serta saling bersinergi guna menunjang keberhasilan segala program yang sudah disusun bagi kepentingan masyarakat.

Rakor yang tahun ini mengambil tema Pemantapan Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan dan BKPG Tahun 2013 ini merupakan harapan pembangunan bagi masyarakat pedesaan.

Program PNPM Mandiri dan BKPG merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Aceh. Karena itu Gubernur berharap agar fasilitator atau konsultan yang terlibat dalam program ini, terus bekerja keras dan membangun kerjasama dengan baik.

“Jika nantinya ditemukan berbagai permasalahan di lapangan, saya harap agar cepat dikomunikasikan sehingga penyelesaiannya akan lebih cepat pula,” sarannya.

Melalui kesempatan tersebut, Gubernur menekankan, peran fasilitator dan konsultan pada program ini sangatlah menentukan. Di lapangan, mereka yang menjadi motor untuk kegiatan pelatihan kepada masyarakat, memberi supervisi, melakukan monitoring, serta sebagai tempat bertanya bagi masyarakat.

“Oleh karenanya, fasilitator atau konsultan wajib bersikap kritis, komunikatif, peduli, dan mampu merespons segala permasalahan dengan cepat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Gubernur juga mengingatkan kembali tujuan yang ingin dicapai dari program PNPM Mandiri Perdesaan dan BKPG, di antaranya mendorong terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat di tingkat gampong, terpeliharanya sarana dan prasarana ekonomi maupun sosial di tingkat gampong, meningkatnya kapasitas SDM kelembagaan masyarakat dan pemerintah gampong, meningkatnya ekonomi masyarakat gampong, mendorong tumbuh dan berkembangnya kemandirian dan kegotongroyongan masyarakat, menghadirkan gampong partisipatif dalam penyusunan perencanaan pembangunan, serta menciptakan gampong yang mampu mengelola dana pembangunan secara transparan dan akuntabel.

Salah satu pencapaian PNPM Mandiri Perdesaan yang paling menonjol di Aceh adalah kegiatan Simpan Pinjam untuk Kelompok Perempuan (SPP). Total dana bergulir yang menggerakkan SPP di seluruh Aceh sudah mencapai Rp 500 miliar. Program ini juga berjalan dengan baik. Salah satu indikatornya dilihat dari tingkat pengembalian pinjaman yang mencapai 96%. Dana bergulir yang cukup besar itu juga menunjukkan bahwa SPP berhasil mengembangkan kegiatan keuangan mikro di tingkat paling bawah.

“Semoga keberhasilan tersebut terus dapat di tingkatkan dan dilanjutkan dengan pengembangan program-program lain,” pungkasnya.[]

@Humas Aceh

Share