Home / Berita Terkini / Irwandi: Tsunami adalah Ujian dan Pembelajaran Generasi Mendatang
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menghadiri Acara Zikir Internasional beserta tausiah dalam rangka mengenang 13 tahun Tsunami Aceh di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Selasa 26 Desember 2017 malam.

Irwandi: Tsunami adalah Ujian dan Pembelajaran Generasi Mendatang

Humas Aceh | 27 Des 2017

Banda Aceh – “Wahai anakku, ketahuilah bahwa emas dan perak diuji keampuhannya dengan api sedangkan seorang mukmin diuji dengan ditimpakan musibah.”

Petikan pesan Luqmanul Hakim kepada anaknya yang termaktub dalam Al-Qur’an, Surat Luqman ini disampaikan oleh Gubernur Aceh, Drh Irwandi Yusuf M Sc, dalam sambutan pada acara Kumandang Zikir Internasional tahun 2017, yang di pusatkan di Taman Sultanah Safiatuddin, Selasa (26/12/2017).

Kegiatan yang turut duhadiri oleh seluruh unsur Forkorpimda Aceh, Wali Kota Banda Aceh, Bupati Aceh Besar dan ribuan masyarakat Aceh ini merupakan acara puncak dari peringatan 13 tahun musibah Gempa Bumi dan Tsunami, yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 silam.

“Musibah tsunami diperingati bukan untuk mengungkit kepiluan masyarakat Aceh. Tsunami diperingati agar peristiwa bersejarah ini tidak dianggap sebagai sebuah dongeng dan legenda oleh generasi mendatang. Tsunami kita peringati untuk mengambil i’tibar tentang bagaimana bersikap kepada Allah, bersyukur dan belajar terkait penanggulangan resiko bencana,” ujar Gubernur

Pria yang akrab disapa Bang Wandi itu bertamsil, jika peristiwa banjir dan air bah pada masa Nabi Nuh dan kejadian besar lainnya tidak diabadikan oleh Allah dalam Al-Quran, maka kejadian tersebut tentu akan dianggap dongeng dan mitos oleh generasi saat ini.

“Tsunami adalah ujian dari Allah untuk menguji keimanan umatnya, keimanan masyarakat Aceh,” kata Irwandi tegas.

Untuk memaknai musibah tsunami sebagai sebuah ujian, Gubernur juga mengutip salah satu Hadits asulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Sesungguhnya pahala besar karena ujian yang besar pula. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridha, maka ia yang akan meraih ridha Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.

Dalam kesempatan tersebut, lulusan Oregon State University itu juga menyampaikan terima kasih kepada dunia, kepada seluruh negara donor, lembaga serta NGO yang telah bahu membahu dalam semangat kebersamaan membantu meringankan beban musibah rakyat Aceh 13 tahun lalu.

Sebagaimana diketahui, setidaknya ada 35 negara yang membantu proses rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh pasca Tsunami. Selain itu puluhan NGO internasional juga turut terjun langsung ke membantu pemulihan Aceh.

“Saya selaku Gubernur dan seluruh rakyat Aceh mengucapkan ribuan terima kasih kepada bantuan masyarakat dunia atas segala bantuan yang diberikan. Berkat ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah insaniah atau kemanusiaan, Aceh berhasil berbenah dengan cepat bahkan lebih maju dari sebelum tsunami melanda Aceh,” kata Bang Wandi.

Irwandi: Terima Kasih Hongkong

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Aceh yang juga sempat bercanda dengan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak imigrasi Hongkong yang telah mendeportasi Ustadz Abdul Somad, sehingga batal berceramah di negara yang terkenal dengan Museum Madam Tussaudnya itu.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada otoritas Pemerintah Hongkong yang telah mengarahkan Ustadz Abdul Somad ke Aceh. Jika keadaan normal, maka kita tidak akan bertemu dengan Ustadz Abdul Somad malam ini. Penolakan Pemerintah Hongkong adalah qudrah dan Iradah Allah, sehingga kita semua dapat bertemu dan mendengarkan Tausyiah dari Ustadz Abdul Somad malam ini,” kata Gubernur.

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh DR Munawar A Djalil menjelaskan, bahwa Pemerintah Aceh telah sejak lama menghubungi sang Ustadz untuk berceramah di Aceh untuk peringatan 13 tahun Tsunami. Namun karena padatnya jadwal, Ustadz Abdul Somad mengagendakan untuk hadir pada peringatan 14 tahun tsunami tahun 2018 mendatang.

Kegiatan yang diawali dengan Shalat ‘Isya berjama’ah itu diisi dengan kumandang zikir dari beberapa negara, diantaranya Mallaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam dan Yaman. Selain Ustadz Abdul Somad, Tausyiah juga disampaikan oleh Ustadz Novel Al-Aydrus dari Solo.

Antusiasme masyarakat Aceh terlihat sangat antusias mengikuti Zikir Internasionall ini. bahkan sejak sebelum masuk waktu Shalat Maghrib, ribuan masyarakat sudah mulai memadati Taman Ratu Syafiatuddin, hal ini mengakibatkan sejumlah ruas jalan dari dan menuju lokasi acara mengalami macet. Namun kesiap-siagaan petugas kepolisian berhasil mengatur lalu lintas jama’ah dengan dengan baik. (Ngah)

Check Also

Kepulangan Miftah ke Aceh Disambut bak Pahlawan

Humas Aceh | 15 Okt 2018 Kepulangan Miftahul Jannah ke Aceh disambut meriah. Ia yang …