Home / Berita Terkini / Istri Gubernur Aceh Santuni Anak Yatim

Istri Gubernur Aceh Santuni Anak Yatim

Humas Aceh | 15 Feb 2016

ACEH BESAR – Hj. Niazah A Hamid, istri Gubernur Aceh, menyantuni 200 anak yatim, di Pondok Pesantren Hidayatullah, Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (14/02). “Kami merasakan betapa pentingnya membangun kepedulian kepada anak yang tidak lagi didampingi orang tuanya,” ujar Hj. Niazah.

Istri orang nomor satu di Aceh ini hadir bersama rombongan Majelis Taklim Uswatun Nisaa, yaitu para istri-istri pejabat Pemerintah Aceh. “Kami merasakan betapa pentingnya membangun kepedulian kepada anak yang tidak lagi didampingi orang tuanya,” ujar Hj. Niazah.

Beliau menyebutkan, mejelis yang ia pimpin umumnya beranggotakan orang tua. Sebagai orang tua, tentunya, para pendamping pemimipin Aceh dan kepala-kepala SKPA tentu merasakan bagaimana mendidik anak. “Kewajiban kita untuk mendidik anak-anak kita ini,” kata Hj. Niazah.

Dahlia, Koordinator Majelis Taklim Uswatun Nisaa menyebutkan, para rombongan istri pimpinan hadir di Gampong Nusa untuk bersilaturrahmi, menghadiri maulid nabi, serta memberikan santunan kepada 200 anak yatim dan fakir miskin.

Para rombongan membawa beras sebanyak 20 sak, gula 2 sak, telur, minyak, sebanyak sarung 20 kodi, serta santunan sebanyak 20 juta rupiah. “Ini program rutinitas Majelis Taklim kita setiap tahun. Tahun lalu di Krung Raya,” ujar Dahlia.

Dahlia menjelaskan, program utama Majelis Taklim Uswatun Nisaa adalah pengajian rutin hari Selesa, yaitu kajian tentang islam, akhlak, fikih, tafsir, pendidikan, tajwid dan sirah nabawiyah. Pengajian dilangsungkan di Aula Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh. “Umum juga bisa ikut serta. Ini untuk merajut silaturahmi antar kita dengan masyarakat. Mudah-mudahan tidak hanya di provinsi, tapi di seluruh kabupaten/kota para ibu-ibu bupati juga melakukannya,” ujar Dahlia.

Di hadapan para santri, Hj. Niazah berpesan untuk belajar dengan rajin dan tidak lalai dalam beribadah kepada Allah. “Dan yang paling penting juga, jangan pernah lupa mendoakan orang tua kita yang sudah terlebih dahulu mendahului kita,” ujar Umi Niazah.

Hj. Niazah yang datang bersama Istri Sekda, Aceh Istri para SKPA, Danramil Lhoknga, Camat Lhoknga, Polsek Lhoknga, PKK Lhoknga dan Gampong Nusa, serta para tokoh masyarakat meminta para santri untuk tidak menyerah. “Berputus asa adalah haram,” kata Umi Niazah.

Tengku Mahyidin, Pimpinan Pasantren Hidayatullah berteri makasih atas kehadiran para jamaah Majelis Taklim Uswatun Nisaa. “Sebelumnya kami hanya melihat ibu-ibu di TV (media massa),” ujar Tengku Mahyidin. Ia menjelaskan, pesantren yang ia pimpin ini berdiri di tahun 1998. Pesantren ini dibangun sebagai lembaga social, dakwah dan lembaga pendidikan.

Bangunan pesantren tersebar di beberapa titik pada sebuah komplek di kaki perbukitan Gampong Nusa. Bangunan tersebut berdiri atas bantuan negara donor pasca tsunami. “Kampus (pesantren) kita ini kerja seluruh alam,” ujar ustad Mahyidin. “Ada bantuan Inggris, Australia, Arab Saudi, dan Pemerintah Aceh. Ini perjalanan yang cukup panjang.

Check Also

Tinjau Puskesmas Kluet Timur, Ini Kritik Sekda Aceh

Aceh Selatan – Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, meninjau beberapa fasilitas layanan kesehatan di Kecamatan Kluet …