Home / Berita Terbaru / Keluarga Besar Teknik Unsyiah Bertakziah untuk Mendiang Mertua Plt Gubernur

Keluarga Besar Teknik Unsyiah Bertakziah untuk Mendiang Mertua Plt Gubernur

Banda Aceh – Keluarga Besar Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) bertakziah untuk mendiang Ibunda Mertua Plt Gubernur Aceh, Hj. Emmy Soekarmi di Rumah Dinas Wakil Gubernur di kawasan Blang Padang, Banda Aceh, Senin, 9/3/2020. Mereka mendoakan almarhumah Ibunda dari Dyah Erti Idawati.

Dalam sambutannya Dyah menyampaikan terimakasih atas do’a yang di panjatkan untuk almarhumah Hj. Emmy Soekarmi binti Matsar yang meninggal dunia pada hari Selasa (25/2/2020) pukul 2.06 WIB, di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi.

Rombongan dari Fakultas Tehnik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, bertakziah dan Ber do’a untuk Almarhumah Hj.Emmy Soekarmi Binti Matsari Ibunda dari Istri Plt Gubernur Aceh Dr.Ir.Dyah Erti idawati, MT, di pendopo Wakil Gubernur Aceh, Senin (9/3/2020).

“Melalui do’a yang panjatkan, dapat meringankan serta diampunkan dosa beliau dan di lapangkan tempat peristirahatan terakhirnya,” kata Dyah.

Selain itu di kesempatan yang sama, Dyah mengaku senang dan bangga menjadi bagian dari masyarakat Aceh yang memiliki tradisi silaturrahim yang kuat dan solid.

Ia mengatakan, sebagai daerah yang menjunjung tinggi syariat Islam, tradisi silaturrahmi khususnya kepada keluarga duka dikalangan masyarakat Aceh masih cukup kental dan masih terus pertahanankan hingga kini. Yang demikian menurut Dyah, sangat membantu dalam memulihkan kesedihan keluarga yang di tinggalkan.

“Selain mempererat silaturrahmi dalam rangka menghibur keluarga yang musibah, namun juga menjadi media renungan bersama,” kata Dyah.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik. Taufik Saidi, mengatakan takziah merupakan bentuk simpatik atau dukacita sesama umat Islam dalam rangka menghibur keluarga yang di tinggalkan.

“Takziah ini bukan hanya menghibur ahlul bait, namun juga menjadi peringatan bagi kita semua untuk meningkatkan keimanan kita,” kata dekan Fakultas Teknik Unsyiah tersebut.

Ia mengatakan, bahwa dengan melayat kepada orang yang terkena musibah tersebut dapat menjadi pelajaran bagi jama’ah lainnya untuk terus meningkatkan keimanannya untuk memperesiapkan diri menghadap sang pencipta kelak.

Ia menyebutkan, ada tiga amalan yang pahalanya tidak akan putus meski orang tersebut telah meninggal. Yakni sedekah jariah, do’a anak shaleh, dan ilmu yang bermanfaat.

“Maka itu, mari kita siapkan putra
-putri kita untuk menjadi anak yang shaleh, dengan ilmu yang bermanfaat agar, jika kita meninggal kelak segala amalan baik kita akan terus mengalirkan pahala,” ujarnya.

Check Also

Gubernur Aceh: Islam Larang Keras Monopoli

BANDA ACEH – Islam sangat melarang adanya praktik-praktik ekonomi yang tidak sehat, tidak kompetitif, termasuk …