Tuesday , April 25 2017
Home / Berita Terkini / Kendalikan Inflasi, Gubernur BI Apresiasi Pemerintah Aceh
Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah menggelar pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia di Meuligoe, Banda Aceh, Kamis 2 Maret 2017.

Kendalikan Inflasi, Gubernur BI Apresiasi Pemerintah Aceh

Humas Aceh | 2 Maret 2017

Banda Aceh – Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo, mengapresiasi berbagai inovasi dan kebijakan yang telah ditempuh oleh Pemerintah Aceh melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Aceh, sehingga mampu mengendalikan inflasi tahunan (year on year) Aceh sebesar 3,95 persen.

Apresiasi tersebut diungkapkan oleh Gubernur BI dalam surat bernomor 19/I/GBI-DR3/Srt/B, yang disampaikan oleh Ahmad Farid, selaku Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh kepada Gubernur Aceh, dr h Zaini Abdullah, di Pendopo Gubernur Aceh, Kamis (2/3/2017) pagi.

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah menggelar pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia di Meuligoe, Banda Aceh, Kamis 2 Maret 2017.

“Sehubungan dengan pencapaian tersebut, izinkan kami menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerjasama Bapak Gubernur Aceh beserta seluruh jajaran Pemerintah Aceh dalam mengawal upaya pengendalian inflasi di Bumi Serambi Mekah ini,” ujar Agus Martowardojo.

Agus menambahkan, rendahnya inflasi Aceh ini mempengaruhi pencapaian tingkat inflasi nasional tahun 2016 yang rendah dan terkendali, yaitu sebesar 3,02 persen atau berada dalam rentang target inflasi nasional, yaitu 4 ± 1 persen.

“Tingkat inflasi yang terkendali di Aceh, tidak terlepas dari berbagai inovasi dan kebijakan yang ditempuh oleh TPID serta koordinasi yang makin solid antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh.”

Gubernur BI juga menjelaskan, bahwa pencapaian inflasi Aceh dipengaruhi oleh semakin baiknya upaya pengendaian inflasi yang dilakukan oleh TPID, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam penjabarannya, Guberur BI juga mengungkapkan, komoditas penyumbang utama inflasi di antaranya ikan tongkol, rokok kretek dan cabai merah, yang merupakan akibat dari tingginya curah hujan dan peningkatan gelombang laut yang berpengaruh pada terganggunya produksi tanaman holtikutura serta menurunnya hasil tangkapan nelayan.

“Ke depan, tantangan pengendalian inflasi di daerah, khususnya di sektor pangan tidak mudah. Mulai naiknya harga minyak dunia dan harga komoditas serta dampak cuaca dan rencana kebijakan pemerintah pada sejumlah komoditas harga barang/jasa yang diatur pemerintah atau administered price akan menjadi sumber tekanan di tahun 2017,” tambah Gubernur BI.

Namun, dengan koordinasi TPID yang kuat serta bertabahnya inovasi, Agus optimis sasaran inflasi sebesar 4 tahun 2017 yang sebesar 4 ± 1 persen dapat tercapai.

Guberur BI juga menyampaikan, dalam waktu dekat Kelompok Kerja Nasional TPID akan meluncurkan website dan mobile aplikasi  Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) nasional yang memuat informasi harga pangan harian sejumlah komoditas di pasar-pasar utama daerah dengan akurasi dan kekinian data yang sangat baik.

“Kami mengharapkan sumber informasi ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin guna mendukung upaya pengendalian harga di Aceh. Terima kasih atas dukungan. Sekali lagi, kami sangat mengharapkan konsistensi dan dukungan Gubernur Aceh yang telah berjalan baik selama ini dalam forum TPID,” Padahal, dalam waktu yang bersamaan inflasi sejumlah daerah di Sumatera justru relatif tinggi pungkas Agus Martowardojo. (Ngah)

 

Check Also

Gubernur: Peringatan Isra’ Mi’raj, momentum Memantapkan Shalat

Humas Aceh | 25 April 2017 Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, …