Home / Aceh Besar / Ketua PKK Aceh Launching Posyandu Terintegrasi
Ketua TP-PKK Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT, memberikan sambutan dan arahan sekaligus melaunching Posyandu Terintegrasi di Gampong Bung Sidom, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Senin (21/3/2022).

Ketua PKK Aceh Launching Posyandu Terintegrasi

JANTHO – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh, Dyah Erti Idawati, melaunching Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Terintegrasi di Gampong Bung Sidom, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Senin (21/3/2022).

Dalam sambutannya, Dyah mengatakan, Posyandu Terintegrasi adalah pelayanan sosial dasar keluarga yang mencakup semua aspek, seperti pelayanan kesehatan yang mencakup pemantauan tumbuh-kembang anak, dan pencegahan serta penanganan stunting yang dilakukan secara koordinatif dan terintegrasi serta saling memperkuat antar program.

Selain itu, Dyah mengatakan, dengan adanya Posyandu terintegrasi, juga akan semakin mempermudah masyarakat setempat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Sehingga hal itu diharap akan mampu mendukung menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKBI) dan stunting.

“Dengan Posyandu terintergrasi akan memudahkan segala pelayanan mulai dari kesehatan, pendidikan hingga pola asuh anak,” kata Dyah.

Untuk itu, dibutuhkan partisipasi dan kontribusi semua pihak agar pelayanan ini bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, tentunya dengan dukungan kebijakan dan penganggaran dari gampong. Kemudian kader posyandu juga harus berperan aktif dalam memberikan pelayanan, sehingga angka cakupan partisipasi meningkat dan memuaskan. Dengan begitu masyarakat akan nyaman.

Dyah menambahkan, pada pelayanan posyandu terintegrasi ini, para kader juga diminta untuk menitik fokuskan pada program pencegahan dan penanganan stunting, melalui Rumoh Gizi Gampong. Sebab, saat ini angka stunting di Aceh Besar dinilai tinggi.

“Tidak harus ada bangunannya, namun program kerja dan gerakan melalui pengetahuan yang berikan bisa memberikan pencerahan bagi masyarakat,” ujarnya

Lebih lanjut, pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan sedari dini mungkin, di mulai dari tingkat gampong, khususnya pada anak usia di bawah 2 tahun, karena pada usia tersebut masih bisa diperbaiki. Dengan begitu generasi akan terbebas stunting dengan tujuan menciptakan generasi yang unggul dan cemerlang mampu dicapai. (nsa)

Check Also

Gubernur Aceh Lantik Direktur PT PEMA dan Kepala BPKS yang Baru

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengambil sumpah dan melantik Direktur PT Pembangunan Aceh …