Home / Berita Terkini / Lepas Sambut Kajati Aceh, Plt Gubernur: Rasanya Campur Aduk
SONY DSC

Lepas Sambut Kajati Aceh, Plt Gubernur: Rasanya Campur Aduk

Humas Aceh | 14 Okt 2018

Banda Aceh – Meski pergeseran dan pergantian pejabat merupakan hal yang sangat biasa dalam realita kehidupan, namun selalu ada perasaan sedih dan bahagia yang hadir bercampur aduk, setiap kali menghadiri acara lepas sambt pejabat di Aceh.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam saambutannya, pada acara lepas sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, di Anjong Mon Mata, Sabtu (13/10/2018) malam.

“Selalu ada nuansa haru-biru sedih karena harus melepaskan saudara kita, namun di sisi yang lain hadir kegembiraan karena kita kedatangan saudara baru. Jadi, rasanya campur aduk seperti permen Nano-nano,” ujar Plt Gubernur bertamsil.

Sebagaimana diketahui, Chaerul Amir, yang sebelumnya menjabat sebagai Kajati Aceh, akan mengemban tugas baru, yaitu sebagai Direktur Ekonomi dan Keuangan pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI.

Posisi Kajati Aceh yang ditinggalkan oleh Chaerul Amir diisi oleh Irdam, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Barat. Meski belum pernah bertugas di Aceh, namun Irdam kecil terlahir di Bumi Serabi Mekah.

“Meski belum pernah berpengalaman bertugas di Aceh, namun dengan rekam jejak beliau selama di korps Adhyaksa, jelas sekali kalau Bapak Irdam ini sangat berpengalaman dalam memimpin di kejaksaan. Oleh sebab itu, saya optimis, dengan kapasitas dan pengalaman yang dimiliki Beliau, Insya Allah dapat terus meningkatkan kinerja lembaga Korps Adhyaksa di Aceh,” imbuh Nova.

Sebagai lembaga penegak hukum yang memiliki tugas utama di bidang penuntutan perkara pidana dan tugas lain yang diamanatkan Undang-Undang. Tugas Korps Adhyaksa tentu memiliki banyak tantangan. Sehingga aparatur kejaksaan dituntut untuk bersikap profesional, menjunjung tinggi etika profesi dan memiliki pengetahuan yang tinggi.

“Saya yakin, Bapak Kajati yang baru ini tidak kalah hebatnya dengan Pak Chaerul. Untuk itu bersama unsur Forkopimda di daerah ini, saya mengajak Pak Irdam menggalang kerjasama yang lebih baik, sehingga tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik semakin berkualitas,” imbuh Plt Gubernur.

“Kami lepas dengan penuh rasa bangga, semoga lebih sukses lagi selama bertugas di posisi yang baru nanti, sehingga karya besar Pak Chaerul dalam dunia hukum dapat dirasakan oleh masyakarat. Rasa bangga yang sama serta dengan tangan terbuka kami seluruh elemen masyarakat Aceh menerima kedatangan Bapak Irdamsebagai Kajati Aceh yang baru,” pungkas Plt Gubernur Aceh.

Sebagai bentuk terima kasih atas jasa selama menjabat Kajati Aceh sejak dilantik pada tanggal 23 Oktober 2017 lalu, Pemerintah Aceh menganugerahkan Medali Tanda Jasa Kelas 1 kepada Chairul Amir.

Sementara itu, dalam sambutannya, Chaerul Amir mengungkapkan, bahwa Aceh adalah salah satu tempat bertugas yang sangat memiliki kesan.

“Meski singkat, namun banyak kesan yang saya dapatkan selama bertugas di Aceh. bahkan saya sedang dalam proses menulis buku tentang Aceh, namun sayang belum selesai. Insya Allah saya akan kembali ke Aceh untuk melaunching buku tersebut saat selesai nanti,” ungkap Chaeerul Amir.

Sedangkan Kajati Aceh yang baru, Irdam, dalam sambutannya berjanji akan melanjutkan berbagai program yang telah sukses dijalankan oleh Kajati lama. “Insya Allah akan saya lanjutkan program-program Pak Chaerul Amir di Kajati Aceh,” kata Irdam.

Usai acara lepas sambut, Plt Gubernur bersama seluruh unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat Aceh lainnya langsung menuju ke ruang adat Meuligoe Gubernur Aceh untuk mengikuti prosesi peusijuek Irdam sebagai Kajati Aceh. prosesi peusijuek atau dalam bahasa Indonesia disebut tepung tawar ini dipimpin oleh tokoh Majelis Adat Aceh, Bahtari Arhas.

Check Also

[Video] Persiapan Pora 2018 Sudah maksimal

Humas Aceh | 16 Nov 2018 Persiapan Pora 2018 Sudah maksimal