Home / INTERNASIONAL / Menteri Malaysia Kunjungi Aceh

Menteri Malaysia Kunjungi Aceh

Banda Aceh | 09/03/2014

Menteri di Departemen Perdana Menteri Malaysia yang bertanggung jawab Urusan Islam, Mejar Jeneral Dato’ Seri Jamil Khir Bin Haji Baharom, siang tadi, Rabu (3/8) tiba di ‘Serambi Mekkah’. Kunjungan Menteri asal ‘negeri jiran’ ituselama dua hari yang juga mengikutsertakan istrinya Datin Fatmawati Binti Haji Saidin, adalah dalam rangka memperkuat tali silaturrahmi dan persahabatan antara dua negara, yakni  antara Pemerintah Malaysia dan Pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Aceh.

Kedatangan Datuk Seri Jamil, didampingi Penasehat Perundingan Syariah Tan Sri Sheik Ghazali Bin Abdul Rahman, Kepala pegawai Eksekutif MAIWP Dato’ H. Zainal Abidin Bin Jaafar, serta puluhan pejabat Menteri lainnya, dan diterima langsung oleh  Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah dan menggelar pertemuan di Meuligoe Aceh, Banda Aceh.

Dalam pertemuan penuh keakraban itu, Gubernur Zaini Abdullah  mengaku sangat tersanjung atas kunjungan Datuk Seri Najib. “Mudah-mudahan kunjungan inimenghadirkan semangat baru bagi Aceh dan Malaysia di  berbagai sektor,” ujar Zaini Abdullah, yang turut didampingi Staf Khusus Lembaga Wali Nanggroe Tgk Yahya Muadz, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi, Ketua MAA Aceh serta sejumlah pejabat lainnya lingkup Pemerintah Aceh.

Menurut Zaini Abdullah, kedekatan hubungan antara Aceh dan Malaysia  sudah terjalin  sejak dahulu. Kedekatan itu, ungkapnya, sudah ada semasa kerajaan Iskandar Muda, di mana hubungan kedua wilayah dipersatuan oleh ikatan keluarga yang sangat erat. “Bahkan salah satu raja yang pernah memimpin Aceh, yaitu Sultan Iskandar Thani, adalah pemuda asal  Malaya. Ia merupakan anak angkat sekaligus menantu dari Sultan Iskandar Muda, Sultan Aceh di masa lalu,” jelas Gubernur Zaini.

Gubernur Zaini Abdullah atau yang kerap disapa Doto Zaini juga menyebutkan, di era modern ini, hubungan kedua wilayah dipertautkan tidak hanya dengan persaudaraan, tapi juga dengan program pembangunan. “Misalnya dalam bidang pendidikan, Pemerintah Aceh telah mengirim banyak mahasiswa untuk belajar di Malaysia. Sedangkan Pemerintah Malaysia banyak menjalankan program kemanusiaan di Aceh,” kata Gubernur.

Malaysia, kata Zaini, merupakan salah satu negara yang banyak memberi dukungan untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca bencana tsunami. Dan sejak tiga tahun terakhir, tambah Zaini Abdullah,banyak investor Malaysia mengembangkan investasi di Aceh apalagi jalur transfortasi langsung antara Aceh dan Malaysia juga telah dibuka secara langsung, tidak hanya melalui jalur udara tapi juga melalui jalur laut.

“Pembukaan jalur transportasi ini memberi jalan bagi pengusaha di Aceh untuk membangun kerjasama langsung dengan pengusaha Malaysia dalam bidang ekspor dan impor.  Hubungan ini penting, untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Aceh, membuka lapangan kerja sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat,” pungkas Doto Zaini.

Menteri Malaysia, Mejar Jeneral Dato’ Seri Jamil Khir Bin Haji Baharom menyatakan komitmennya untuk terus merajut kerjasama Aceh Malaysia, termasuk hubungan bisnis maupun solidaritas sesame Islam.“Pada sektor pendidikan, politik ummat islam, ekonomi dan pembangunan, kerjasamanya juga akan terus kita kokohkan,”kata Datuk Seri Najib.

“Ini kali kedua saya sampai kesini, setelah berkunjung dulu pasca bencana alam tsunami. Kita akan membina kebersamaan yang kukuh,” imbuhnya.

Selain dengan Gubernur, delegasi “negeri jiran’ itu dijadwalkan juga akan melakukan pertemuan dengan Jajaran Pejabat Kementerian Agama (Kanwil Depag Aceh), Mahkamah Syariah Aceh dan Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia di Aceh. Informasi yang diterima, kunjungan Duta Besar Malaysia Dato’ Seri Zahrain  Mohamed Hashim, ke Aceh kali initerkait dengan pemberian dukungan untuk penguatan syiar Islam di Aceh, yakni berupaya pemberian sumbangan untuk pembangunan masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.[Humas Aceh]

Check Also

Pemerintah Aceh Sepakati Konektivitas Andaman-Nicobar India

Banda Aceh – Pemerintah Aceh sepakat melakukan pengembangan konektivitas dan kerja sama ekonomi antara Aceh …