Home / Berita Terkini / Migran Gelap Sri Langka Akan di Arahkan Kembali Ke Negara Asal

Migran Gelap Sri Langka Akan di Arahkan Kembali Ke Negara Asal

Humas Aceh, 16 Juni 2016.

*Wapres Izinkan Mendarat Sementara

Banda Aceh – Sebanyak 44 imigran asal Sri Langka yang tiba di perairan Aceh sejak Sabtu (11/6) dengan menggunakan Kapal berbendera India akan di arahkan kembali ke negara asalnya karena kehadiran mereka di wilayah territorial Indonesia melanggar peraturan dan perundang undangan yang berlaku.

Hal tersebut diputuskan dalam rapat Forkopimda Aceh yang membahas penanganan Imigran Sri Langka di ruang rapat Gubernur Aceh Rabu (15/6). Rapat tersebut dipimpin oleh Kapolda Aceh, Irjen (Pol) Hussein Hamidi.  Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah dikabarkan sedang berada di Jakarta untuk bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Tampak hadir dalam rapat itu,  Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM, Pangdam Iskandar Muda L Rudy P, Kajati Aceh, R. Nafrizal, Kadiv Keimgrasian, A. Samadan, Kakanhan Aceh, Adi Sudaryanto, Kepala Kanwil Kementrian Hukum dan Ham, Gunarso, Danlanal Sabang, Kicky Salvachdie, dan sejumlah SKPA dan pihak terkait lainya.

Kadiv Keimigrasian A. Samadan menjelaskan, berdasarkan hukum yang berlaku ada empat hal yang menjadi landasan sehingga Pemerintah tidak bisa menerima kehadiran imigran gelap ke wilayah Indonesia.  Yang pertama, setiap orang yang keluar masuk Indonesia wajib memiliki dokumen perjalanan, yang kedua, harus memiliki visa, yang ketiga harus melalui pemeriksaan pejabat imigrasi yang berwenang di tempat pemeriksaan imigrasi, dan kedatangan harus diberitahukan informasi kepada pihak yang berwenang di wilayah Indonesia.

Para imigran yang mengaku berasal dari Sri Langka tersebut kata Samadan tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan yang sah dan tidak pernah memberitahukan kedatangan mereka ke wilayah perairan Indonesia. Untuk itu, mereka tidak di izinkan turun ke daratan.

Kapolda Aceh, Hussein Hamidi mengatakan tujuan imigran gelap tersebut bukanlah ke Aceh, melainkan Australia, tapi dengan alasan kerusakan kapal mereka terdampar ke perairan Aceh.

“Keputusan untuk mengarahkan para imigran tersebut kembali ke negaranya sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan dari pusat,” kata Kapolda

Hal serupa juga disampaikan Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Gunarso bahwa penanganan imigran yang tiba di perairan Indonesia harus mengacu pada kebijakan dan arahan dari Pemerintah Pusat. “Arahan dari pusat mereka harus di arahkan kembali ke  negera asal,” kata Gunarso.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh Drs. Dermawan, MM juga menyampaikan sepakat dengan keputusan dan kebijakan dari pusat.

“Atas dasar Kemanusiaan, kita tentu akan memenuhi kebutuhan mereka baik dari segi BBM, logistik dan lain-lain sehingga memudahkan mereka kembali ke negara asal, dan ini akan dibantu oleh semua pihak baik dari Imigrasi, TNI Angkatan Laut, Kepolisian, Pemerintah, dan pihak terkait lainya.” kata Sekda.

Wapres Izinkan Imigran Mendarat Sementara

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuannya dengan Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdulah, Rabu (15/6) pada pukul 16.00 WIB di Kantor Wakil Presiden, mengatakan bahwa Imigran Sri Langka yang sudah berada di pantai Aceh di izinkan untuk mendarat sementara waktu.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah melalui Kepala Biro  Humas Setda Aceh, Frans Dellian seusai melakukan pertemuan dengan Wapres Jusuf Kalla.

“Pak Wapres sudah mengizinkan imigran Sri Langka untuk  turun dari kapal sambil menunggu teknisi memperbaiki kapal, menambah BBM dan logistik makanan,” kata Gubernur

Zaini mengatakan, setelah perbaikan kapal, menambah BMM, dan logistik, mereka nanti akan di arahkan untuk kembali ke negara asalnya.

 

Check Also

Pemerintah Aceh Sepakati Konektivitas Andaman-Nicobar India

Banda Aceh – Pemerintah Aceh sepakat melakukan pengembangan konektivitas dan kerja sama ekonomi antara Aceh …