Home / LINTAS ACEH / Mualem: Pramuka harus mampu Menghadapi Tantangan di Masa Depan

Mualem: Pramuka harus mampu Menghadapi Tantangan di Masa Depan

Banda Aceh | 12/09/2014 | Banda Aceh – Ketua Kwartir Daerah Aceh, H Muzakir Manaf menghadiri peringatan Hari Pramuka ke-53. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh Kwartir Cabang itu se-Aceh itu dipusatkan di Aula Radio Republik Indonesia (RRI), Senin (8/12/2014).

Dalam sambutan singkatnya, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh ini mengajak seluruh elemen masyarakat di Aceh untuk terus berinovasi dalam rangka membawa Aceh kearah yang jauh lebih baik di masa yang akan datang.

Muzakir Manaf menjelaskan, manusia merupakan faktor penentu yang paling utama dalam menghadapi era globalisasi yang penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu, pria yang akrab disapa Mualem ini menekankan bahwa sangat penting membangun manusia-manusia yang memiliki karakter serta membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat.

“Bukan hanya membangun pemuda yang cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga pemuda yang tangguh, berkepribadian dan luhur budi pekertinya serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Indonesia. Pemuda yang demikianlah yang akan sanggup menghadapi tantangan globalisasi, sanggup menghadapi berbagai persoalan yang saat ini melanda negeri yang sama-sama kita cintai ini,” ujar Muzakir Manaf.

Mualem melanjutkan, gerakan Pramuka adalah salah satu wadah yang mampu beradaptasi dengan perkembangan perkembangan zaman. Untuk itu, maka diharapkan kepada lembaga kepanduan ini untuk dapat memberikan sumbangsihnya dalam rangka menciptakan pemuda-pemuda yang mampu bersaing di era saat ini.

“Dalam kurun beberapa tahun ini sudah terlihat hasil yang menggembirakan. Namun, bersamaan dengan itu, harus diakui pula masih besar pula tantangan yang akan dihadapi oleh gerakan pramuka dan kaum muda Indonesia di masa yang akan datang.”

Di masa depan, lanjut Mualem, seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk masalah yang akan dihadapi tentu saja akan semakin berat. Muzakir Manaf menjelaskan, pada era globalisasi saat ini, semua aktifitas Pramuka wajib ditingkatkan dan didukung, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

“Apalagi saat ini adalah peringatan Hari Pramuka yang ke-53. Kita akan memantapkan dan terus berupaya untuk memajukan pramuka Aceh di masa depan dengan lebih gemilang lagi agar siapa saja yang bergabung dalam wadah Pramuka ini dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain di masa depan.”

Mualem menambahkan, sebagai wadah, Pramuka adalah tempat untuk membentuk karakter manusia-manusia yang lebih baik. Tak dapat dipungkiri, saat ini Pramuka adalah wadah yang sangat baik dalam rangka membentuk dan mengarahkan generasi masa kini ke arah yang lebih di masa yang akan datang.

“Untuk itu kita harus menjadikan Pramuka sebagai wadah untuk mengarahkan generasi penerus kearah yang jauh lebih positif. Ingatlah, bahwa jika tidak memiliki ilmu yang cerdas dan teknologi yang canggih maka kita akan terus tertinggal dengan daerah-daerah lain. Oleh karena itu, ilmu kepemimpinan, ilmu Pramuka dan ilmu-ilmu umum lainnya adalah ilmu yang sangat kita butuhkan, untuk itu maka harus kita prioritaskan.”

Mari Bersama Membangun Aceh

Dalam kesempatan tersebut Muzakir Manaf juga menjelaskan, ketidakmampuan dan kurangnya ilmu akan membuat Aceh menjadi seperti penonton di daerahnya sendiri.

“Saat ini, Aceh jauh tertinggal jika dibandingkan dengan provinsi lain. Ini adalah akibat dari ketidakmampuan dan kurangnya ilmu, dan ini adalah suatu hal yang sangat fatal.”

Ketertinggalan Aceh ditamsilkan oleh Muzakir manaf seperti orang yang masih merangkak sedangkan orang lain telah pergi ke bulan. “Untuk itu, kami berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama berpikir dan berbuat demi kejayaan Aceh di masa depan.”

Pada banyak disiplin ilmu Aceh sangat tertinggal. Untuk itu, Mualem menegaskan, bahwa saat ini Aceh butuh semangat kebersamaan dan harus bersatu padu untuk memajukan Aceh.

“Harus diakui, saat ini Aceh berada dalam situasi yang sangat terpuruk. Namun kita tetap harus terus bersemangat untuk bangkit. Jangan sampai pepatah Aceh “Raseuki bak bibi ka reut u lua” (rezeki yang sudah dalam genggaman pun terbuang sia-sia -red) benar-benar terjadi di Aceh,”

Ka Kwarda Aceh ini menegaskan, jika seluruh elemen bersatu dan terus bertekad untuk mengejar ketertinggalan, maka kejayaan Aceh adalah sebuah keniscayaan yang akan segera terwujud.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan prosesi penyematan Tanda Penghargaan Pramuka secara simbolis yang dilakukan oleh Muzakir Manaf selaku Ka Kwarda Gerakan Pramuka Aceh kepada 51 orang anggota Pramuka Aceh dari berbagai daerah.

Tanda Penghargaan yang disematkan kepada 51 anggota Pramuka dari berbagai Kwarcab se-Aceh itu adalah Penghargaan Melati, Darma Bakti, Panca Warsa VI, Panca Warsa V, Panca Warsa IV, Panca Warsa III, Panca Warsa II, Panca Warsa I dan Karya Bakti.

Check Also

Ketua TP PKK Aceh Sambut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Bandara SIM

Aceh Besar – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati bersama Forum Koordinasi Pimpinan …