Home / Berita Terkini / Muzakir Manaf: Kedisiplinan Menunjang Prestasi

Muzakir Manaf: Kedisiplinan Menunjang Prestasi

Humas | 22-12-2015

Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, menghimbau kepada seluruh atlit Aceh agar memanfaatkan olahraga sebagai sarana silaturrahmi dan mempererat persaudaraan. Selain itu, Wagub juga meminta agar para atlit agartetap disiplin dalam berlatih demi menunjang prestasi di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Mualem itu dalam sambutan singkatnya saat membuka secara resmi Kejuaraan Sepakbola Muzakir Manaf Cup 2015 yang dipusatkan di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, (Senini, 21/12/2015).

“Hanya dengan latihan serius dan kedisiplinan kita akan mampu untuk meraih semua yang telah kita cita-citakan,” tegas Wakil Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Mualem juga berjanji akan memperjuangkan agar Turnamen Sepakbola Muzakir Manaf Cup, menjadi agenda tetap, agar proses pembinaan atlit sepakbola di Aceh dapat berjalan lebih kompetitif dan berkesinambungan.

Wagub juga menceritakan sekilas tentang ide kejuaraan Muzakir Manaf Cup ini. Beberapa waktu lalu, Wagub mengaku didatangi oleh sejumlah pegiat olahraga di Aceh yang mengusulkan digealrnya kejuaraan sepakbola yang memperebutkan Piala Muzakir Manaf, yang kemudian disebut Muzakir Manaf Cup atau disingkat MMC.

“Selama tidak berkaitan dengan politik atau kepentingan lainnya, saya tentu menyambut dengan suka cita usulan ini. Jika untuk memajukan olahraga di Aceh, apapun saya siap berkorban,” tegas Mualem.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI Aceh ini merasa memiliki tanggungjawab besar untuk memajukan olahraga di Bumi Serambi Mekah ini. Di masa yang akan datang, Wagub berharap agar MMC menjadi salah satu event sepakbola bergengsi di Aceh, sekaligus sebagai wahana mencari atlit-atlit berbakat di daerah kita.

“Saya menyadari bahwa ada banyak anak Aceh memiliki bakat luar biasa di bidang sepakbola. Hal itu bisa kita lihat dari hasil kompetisi untuk anak usia dini. Tahun 2012 misalnya, anak-anak Aceh berhasil keluar sebagai juara nasional Danone Cup yang akhirnya membawa mereka mewakili Indonesia pada kejuaraan Danone 2012 di Polandia.”

Di tingkat pelajar, lanjut Wagub, tim sekolah sepakbola pelajar Aceh beberapa kali mencatat prestasi gemilang di tingkat nasional. Bahkan tim sepakbola pelajar Aceh berhasil meraih juara nasional tahun 2015 pada kejurnas pelajar di Indonesia.

Fakta ini menurut Wagub telah menunjukkan bahwa Aceh menyimpan banyak bakat alam yang berkembang dan tersebar di seluruh Aceh, khususnya dalam bidang sepakbola. Wagub menekankan, untuk menggali potensi tersebut, seluruh stakholder terkait perlu bekerja keras dan melakukan pembinaan yang terstruktur agar bakat-bakat itu bisa muncul ke permukaan.

“Setidaknya ada empat tahap yang harus dilakukan oleh Pemerintah dan parapemamngku kebijakan, yaitu memperbanyak kompetisi mulai dari desa hingga tingkat kabupaten/kota, mengasah dan membimbing mereka untuk memahami teknik sepakbola yang baik,” lanjut Wagub.

Selanjutnya, Wagub juga meminta agar para pembina dan pelatih memberikan pengalaman bertanding sebanyak mungkin kepada para atlit sepakbola Aceh agar kemampuan mereka lebih tajam. Terakhir, Wagub meminta agar seluruh pihak terkait memberikan rangsangan kepada para atlit agar mengukir prestasi terbaik.

“Rangsangan itu bisa dalam bentuk beasiswa atau apa saja. Semua itu kita lakukan dengan tujuan untuk mendorong mereka lebih ambisius dalam meraih cita-cita di bidang sepakbola.”

Perbanyak Kompetisi Pada Semua Tingkatan Usia

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga mendorong agar PSSI Aceh dan para pegiat sepakbola lebih aktif dalam menggelar berbagai kompetisi tingkat lokal, termasuk kompetisi di tingkat anak-anak.

“MMC ini saya harapkan bisa menjadi salah satu arena untuk meningkatkan prestasi tersebut. Karena itu saya lebih menekankan agar kejuaraan ini hanya diikuti pemain usia muda di bawah 19 tahun,” tambah Mualem.

Wagub berjanji akan memberi perhatian khusus kepada atlit-atlit sepakbola berbakat yang lahir dari kejuaraan MMC ini. Oleh karena itu, Wagub berharap agar kedelapan tim yang bertanding bisa bermain semaksimal mungkin untuk meraih prestasi terbaik.

“Ingat, bahwa selama pertandingan berlangsung, di bangku penonton ini selalu ada tim pemantau yang selalu memonitor setiap tim dan pemain yang tampil. Untuk itu kepada adik-adik saya yang bermain, tampillah sebaik mungkin agar kami bisa melihat bakat hebat yang ada pada diri kalian,” pesan Wagub.

“Buatlah masyarakat Aceh bangga dengan keahlian adinda dalam bermain sepakbola. Insya Allah kami siap untuk mengembangkan bakat tersebut agar Adinda bisa mengukir prestasi di tingkat nasional,” tambah Wagub.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan Pengurus Asosiasi Sekolah Sepakbola Aceh (ASSA). Muzakir Manaf berharap keberadaan ASSA dapat membuat gairah bersaing dan berkompetisi di tingkat sekolah sepabola Aceh akan lebih meningkat.

“Saya sendiri sangat berharap, suatu saat nanti akan lahir ‘Maradona’ atau ‘Messi’ baru dari Bumi Aceh ini. Selamat bertanding. Bermainlah dengan sportif, Fair Play dan tetap perkuat persaudaraan sesama atlit Aceh,” pungkas Wakil Gubernur Aceh itu.

Seremonial pembukaan MMC 2015 ditandai dengan penyerahan bola pertama kepada perangkat pertandingan yang dilanjutkan dengan tendangan perdana yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Aceh didampingi oleh Dewan Pakar ASSA Pusat yang juga merupakan mantan Ketua PSSi, Djohar Arifin Hussein, Kadispora Aceh, T A Khalid, Perwakilan dari Polda Aceh, Ketua Harian KONI Aceh. (Ngah)

Check Also

Plt Gubernur Aceh Ikut Rakornas Covid-19 Melalui Video Conference

Banda Aceh– Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tentang Covid-19 …