Home / Berita Terkini / Nova Optimis RSUZA Mampu Raih Akreditasi Internasional

Nova Optimis RSUZA Mampu Raih Akreditasi Internasional

Humas Aceh | 31 Des 2018

Banda Aceh-  Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah merasa optimis Rumah Sakit Umum Zainal Abidin mampu meraih Akreditasi Joint Commission International (JCI). Sebagai Kepala Pemerintah Aceh Nova merasa bangga dengan kemajuan yang dicapai pihak manajemen RSUZA. Hal itu disampaikan Plt Gubernur dalam audiensi persiapan akreditasi RSUZA  di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Jumat (28/12) malam.

 

“Saya  merasa bangga dengan pihak RSUZA. Beberapa program sudah dalam proses dan tanda-tanda keberhasilan mulai kelihatan,” kata Nova.

Pemerintah Aceh, ujar Nova, terus mendukung RSUZA untuk meraih akreditasi internasional. Pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan Bendahara Keuangan Negara di Kementerian Keuangan untuk membantu pendanaan pembangunan rumah sakit daerah itu. Selain itu, bentuk dukungan Pemerintah Aceh terbukti jelas dari program prioritas Irwandi-Nova yakni  pelayanan kesehatan terbaik.

“Semua undangan rumah sakit sejak  saya wagub tidak pernah tidak saya hadiri, karena saya konsisten dengan visi misi Irwandi-Nova. Sekecil apapun event kesehatan saya tetap akan hadiri,” ujar Nova.

Menurut Nova, apabila akreditasi JCI berhasil diraih RSUZA, ia yakin dengan sistem yang berlaku nantinya  mampu meminimalisir penyimpangan seperti praktek korupsi di rumah sakit itu.

Akreditasi merupakan alat untuk mengukur tingkat mutu pelayanan dan keselamatan kesehatan dari rumah sakit. Oleh sebab itu, Nova berpesan kepada pihak manajemen untuk mempertahankan apabila RSUZA berhasil meraih akreditasi internasional.

“saya peringatkan mempertahankan lebih sulit dari pada meraih, kalau itu terjadi ke depan harus dirancang terus aksi untuk mempertahankannya. Terutama tentang keluhan masyarakat, kita adalah pelayan rakyat, kalau mau selamat hidup ya layanin rakyat,” kata Nova.

Nova berharap dengan hadirnya JCI nantinya pelayanan di rumah sakit dapat terus meningkat dan bagus serta mampu menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Aceh. Ia mengatakan perubahan kearah yang lebih baik harus selalu dilaksanakanan, sebab pemberian pelayanan terbaik tidak ada batasnya.

Sementara itu, Direktur RSUZA, Azharuddin, mengatakan pihaknya telah melakukan sepuluh langkah untuk berhasil meraih akreditasi JCI. Di antaranya melakukan pengenalan dengan standar JCI, membangun rencana aksi dan menganalisis kebutuhan, memperbaharuhi kebijakan dan prosedur, serta menetapkan target ukur. Selanjutnya, pihaknya telah melakukan kerja sama yang baik dengan seluruh staf rumah sakit, kemudian  menelusuri kebutuhan standar JCI, dan melakukan pelatihan dan sosialisasi secara berkelanjutan.

“Selain itu, kita juga melakukan evaluasi seacara berkelanjutan, juga membangun kesiapan penilaian akreditasi dan terakhir adalah intial survey JCI,” kata Azharuddin.

Azharuddin mengatakan untuk pembiayaan akreditasi JCI diperkirakan mencapai kurang lebih 3 miliar. Oleh karena itu, pihaknya membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh serta Dewan Pengawas dalam membantu persiapan akreditasi. Apabila berhasil meraih akreditasi internasional Oktober nanti, maka RSUZA merupakan rumah sakit pertama di Sumatra yang mendapatkan akreditasi internasional.

Turut hadir dalam audiensi tersebut, Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Emil Novyadi, Ketua Tim RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Soejono, para dewan pengawas serta beberapa unsur terkait lainnya.

Check Also

Malam ini, Peringatan Maulid di Masjid Raya Hadirkan Syeikh dari Mesir

Banda Aceh – Pemerintah Aceh akan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah di …