Home / Berita Terkini / PEDA KTNA Langkah Awal Sukseskan KTNA Nasional 2017

PEDA KTNA Langkah Awal Sukseskan KTNA Nasional 2017

Humas Aceh | 25 Juli 2016

Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, meminta kepada panitia dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pekan Daerah Kontak Tani dan Nelayan Andalan atau PEDA KTNA 2016, agar menjadikan momentum ini sebagai langkah awal untuk mensukseskan PENAS KTNA ke-15, pada tahun 2017 mendatang.

“Saya berharap, PEDA KTNA 2016 ini menjadi ajang bagi kita untuk mempersiapkan diri agar mampu tampil sebagai tuan rumah terbaik, pada pelaksanaan Pekan Nasional KTNA ke-15 Tahun depan,” ujar Gubernur, Sabtu (23/7/2016)

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Doto Zaini itu meminta agar PEDA KTNA 2016 ini, diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi para petani dan nelayan serta seluruh dunia usaha yang selama ini mendukung kedua sektor tersebut.

“Selamat atas pelaksanaan PEDA-KTNA Aceh 2016. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan sukses sehingga mampu memotivasi kita untuk meningkatkan potensi sektor perikanan dan pertanian di seluruh Aceh.”

Dalam kesempatan tersebut, Doto Zaini juga mengungapkan tentang peningkatan produksi pertanian dan kelautan Aceh. Di tahun 2015, hasil produksi padi Aceh sekitar 2,3 juta ton atau naik sekitar 510  ton jika dibandingkan dengan tahun 2014. Sedangkan produksi jagung, di tahun 2015 mencapai 205 ribu ton atau naik sekitar 2.807 ton, jika  dibandingkan dengan tahun 2014.

Sementara itu, sektor perikanan tangkap Aceh di tahun 2015 sekitar 155 ribu ton atau naik sebesar 5.432 ton dari tahun 2014. Sedanggkan untuk komoditi kopi, khususnya Arabika Gayo, secara terus menerus diekspor ke Belanda dan berbagai Negara Eropa lainnya, seperti Australia dan Amerika.

Gubernur menegaskan, bahwa peningkatan yang dicapai ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, terutama para petani dan nelayan bersama jajaran pemerintahan terkait.

“Kita harus bersyukur atas meningkatnya produksi pertanian dan kelautan Aceh. Saya juga sangat mengapresiasi kinerja yang baik ini. Namun, kita tidak boleh berpuas diri, sebab masih banyak potensi daerah ini yang harus terus kita optimalkan. Karena itu, semua pihak harus senantiasa meningkatkan kerjas kerasnya,” pesan Doto Zaini.

Gubernur Serius Kembangkan Sektor Kelautan dan Pertanian Aceh

Dala sambutannya, Gubernur juga menegaskan komitmen dan keseriusan Pemerintah Aceh untuk memajukan sektor perikanan dan pertanian di daerah berjuluk Serambi Mekah ini. Beberapa program juga telah dilaksanakan untuk memajukan kedua sektor tersebut.

Beberapa program yang telah digulirkan pada sektor perikanan adalah Pengawasan dan Penertiban Illegal Fishing, Pengembangan Bibit Ikan Unggul, Pengadaan Pakan, Bibit Ikan dan Udang, Pembangunan Rehab Kolam Rakyat di 13 Kabupaten, Normalisasi Saluran Tambak Rakyat yang Tersebar di 10 kabupaten/kota, dan berbagai program lainnya.

Sementara itu, di bidang pertanian, Pemerintah Aceh juga telah menjalankan sejumlah program, antara lain Pengadaan Material dan Jasa Rehab Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani Pola Padat Karya sepanjang 13.955 meter, Optimasi Lahan Pola Padat Karya Seluas 443 Hektar, Penyediaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Sebanyak 365 Paket/Unit, Terlaksananya Perluasan Tanam Areal Padi Inbrida Seluas 21.500 Ha di tiga Kabupaten, Perluasan Areal Jagung Hibrida Seluas 6.450 Ha di tiga Kabupaten.

“Pada kesempatan ini juga dilaksanakan Ekspo Ternak, ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memajukan sektor peternakan. Harapan kami, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, sehingga semangat dan komitmen kita dalam membangun sektor peternakan Aceh dapat terus meningkat,” kata Gubernur.

Pesan Gubernur untuk Pengembangan Sektor Pertanian dan Kelautan

Pada kesempatan tersebut, Doto Zaini juga menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan upaya pengembangan sektor pertanian dan kelautan di Aceh, yaitu meminta seluruh jajaran agar senantiasa berkoordinasi dengan baik guna menyerap aspirasi petani dan nelayan di daerah ini agar semua masalah yang mereka hadapi dapat kita atasi dengan cepat.

Selanjutnya, Gubernur juga menegaskan agar seluruh proses pendampingan dan pembinaan dilakukan secara terus menerus, sehingga tingkat kesejahteraan petani dan nelayan Aceh lebih membaik dari masa ke masa.

Selain itu, Doto Zaini juga meminta agar Peran KTNA Aceh sebagai pembimbing dan penyebar inovasi lebih dioptimalkan.

“Pelaksanaan PEDA KTNA Aceh 2016 ini adalah salah satu upaya untuk mencapai tiga langkah penting yang saya sebutkan tadi, dengan terus memperkuat dan mendukung program pembangunan sektor pertanian dan perikanan,” kata Gubernur

“Dengan memperkuat dan mendukung semua program pembangunan sektor pertanian dan perikanan Aceh, niscaya kesejahteraan rakyat Aceh akan lebih baik dan kontribusi kita bagi pembangunan nasional akan lebih meningkat,” pungkas Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Aceh, didampingi oleh Ir Mukti Sarjono M Sc, selaku Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan berkesempatan menyerahkan Penghargaan kepada sejumlah penyuluh dan perwakilan kelompok tani atas berbagai prestasi yang telah dicapai pada berbagai kategori.

Sebelumnya, Sekjen KTNA Nasional, Ir M Yadi Sofyan Noor, SH, atas nama Ketua KTNA Nasional melantik pengurus KTNA Aceh periode 2016-2021 yang diketuai oleh Drs H Zakaria Affan.

Untuk diketahui bersama, Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan PENAS KTNA XV, yang akan diselenggarakan pada 6-11 Mei 2017, juga akan dipusatkan di Komplek apanggan Stadion Lhong Raya.

Sebanyak 30 ribu hingga 35 ribu peserta yang berasal dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia serta sejumlah negara tetangga dipastikan hadir dalam even tiga tahunan itu.

Mentan: Aceh Penyumbang Kenaikan Produksi Keempat se-Indonesia

Sementara itu, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dalam amanatnya yang dibacakan oleh Ir Mukti Sarjono M Sc, selaku Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan, menyampaikan apresiasi atas sumbangsih Aceh bagi peningkatan produksi jagung dan kedelai nasional.

“Alhamdulillah berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2015, produksi padi Indonesia  telah mengalami peninkatan signifikan, dari 70,8 juta ton di tahun 2014 meningkat menjadi 75,4 juta ton pada tahun 2015. Begitu juga produksi jagung dan kedelai. Dari kenaikan produksi  sebesar 4,5 juta ton, Alhamdulillah Aceh merupakan penyumbang terbesar keempat, yaitu 511 ton. Aceh berada di bawah Jawa Timur, jawa Tengah dan Sumatera Selatan.”

Pun demikian, Mentan tetap meminta kepada KTNA selaku fasilitator untuk melakukan pendampingan dan pengawalan ekstra kepada para petani pada kegiatan Serap Gabah Petani oleh Bulog, Pengembangan Usaha Pangan masyarakat melalui Toko Tani Indonesia, Sistem Resi Gudang dan Unit Pengelola Jasa Alsintan.

“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pengurus KTNA yang telah bersinergi dengan pimpinan daerah atas kinerja yang telah dicapai pada tahun 2015. Saya percaya dengan komitmen dan dedikasi  yang tinggi dari seluruh pengurus KTNA, Insya Allah berbagai target akan mampu kita capai di masa depan,” pungkas Menteri Pertanian.

Check Also

Fotografi Butuh Perencanaan

Banda Aceh – Bekerja sebagai fotografer terlihat mudah, santai dan keren. Hanya perlu menunggu momen …