Home / Berita Terkini / Pedagogik Dasar Utama Pengembangan Pendidikan
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Drs Syaiba Ibrahim, menyampaikan sambutan pada silaturrahmi dan makan malam dengan peserta General Meeting Indoped, di Pendopo Gubernur, Senin (2/10/2017).

Pedagogik Dasar Utama Pengembangan Pendidikan

Humas Aceh | 3 Okt 2017

Banda Aceh – Bagi perguruan tinggi, kemampuan pedagogik sangat berkaitan dengan kemampuan riset. Itu sebabnya masalah pedagogik menjadi dasar utama dalam mengembangkan sistem pendidikan di setiap negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Drs Syaiba Ibrahim, saat membacakan sambutan Gubernur Aceh, Drh Irwandi Yusuf M Sc, pada acara Silaturrahmi dengan peserta General Meeting Indoped, di Pendopo Gubernur, Senin (2/10/2017).

“Pemerintah Aceh melihat bahwa peningkatan kemampuan pedagogik para guru dan pegiat pendidikan merupakan salah satu hal yang mesti menjadi prioritas yang akan dilaksanakan dalam lima tahun ke depan. Oleh sebab itu, kiranya Pertemuan INDOPED kali ini bisa memberi masukan bagi penguatan pedagogik bagi dunia pendidikan di Aceh,” ujar Syaiba.

General Meeting INDOPED kali ini mengangkat tema ‘Meningkatkan kemampuan Pedagogik sistem pendidikan Indonesia dengan mengacu kepada sistem Eropa yang telah teruji.’

“Dari judul ini dapat dipahami bahwa topik yang dibahas pasti bersentuhan dengan dunia pendidikan, khususnya kemampuan para guru dalam menerapkan sistem pedagogik atau seni mengajar. Tentu saja topik ini sangat menarik, mengingat kemampuan Pedagogik adalah dasar bagi para pendidik dalam mentransformasikan pengetahuan kepada anak didik.”

Syaiba menambahkan, Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, tegas menyebutkan bahwa dalam menjalankan aktivitas mengajar, guru dan dosen harus menguasai empat bidang kompetensi, yaitu Kompetensi bidang pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.

“Kompetensi pedagogik berada di urutan pertama, sebab hal ini menyangkut kemampuan dalam mengelola pembelajaran, meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan sistem pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya,” ungkap Syaiba.

Kompetensi pedagogik, sambung Syaiba, akan mampu menciptakan guru yang dapat melihat karakteristik anak didik dari berbagai aspek, baik itu aspek moral, emosional, maupun intelektualnya.

“Jika para guru telah menguasai kemampuan ini, maka skill yang lain akan lebih mudah dikuasai. Itupula sebabnya kompetensi pedagogik para guru di daerah ini menjadi perhatian pemerintah Aceh, karena kemampuan ini menjadi salah satu dasar utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini.”

Oleh karena itu, Syaiba berharap agar greet meeting INDOPED ini, dapat menghasilkan rumusan yang bisa menjadi rujukan bersama dalam meningkatkan kemampuan para guru di daerah ini.

“Dengan demikian, upaya peningkatan kapasitas guru-guru di Aceh akan berjalan lebih efektif dan terarah, sehingga secara bertahap kita dapat pula meningkatkan kualitas sistem belajar mengajar di daerah ini. Semoga pertemuan ini berjalan sukses, sehingga output dan outcome yang ditargetkan dapat tercapai,” pungkas Syaiba Ibrahim.

Para peserta Indofed terlihat sangat menikmati pertunjukan tari yang dipersembahkan oleh Sanggar Cut Nyak Dhien. Antusiasme para penonton semakin meriah saat para penari mempersembahkan Tari Beusare-sare. Sebagaimana diketahui, akhir dari Tari Beusare-sare adalah saat para penari menampilkan atraksi menyulam tali hingga membentuk jala, momen inilah yang membuat para hadirin takjub.

Check Also

Gubernur Serahkan Dokumen DIPA 2018

Humas Aceh | 14 Des 2017 Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menyerahkan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan …