Home / Berita Terkini / Pembangunan Pendidikan Dasar Pembangunan Daerah

Pembangunan Pendidikan Dasar Pembangunan Daerah

Banda Aceh – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kerjasama, Darmansyah, menyampaikan pembangunan Daerah harus di awali dengan pembagunan pendidikan yang baik, maka itu, pembangunan dan pembenahan sistem pendidikan masih menjadi fokus utama Pemerintah Aceh hingga saat ini.

Hal itu ia sampaikan saat membacakan sambutan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam jamuan makan malam Komisi 10 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Restoran Meligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat malam, 28/2/2020.

Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kerjasama, Darmansyah menyambut kunjungan kerja DPR RI komisi X di Meuligoe Gubernur Aceh, jum’at, 28/02/2020.

Ia mengatakan, Keseriusan Pemerintah Aceh dalam membenahi sektor pendidikan tersebut terbukti dari perolehan prestasi guru Aceh yang berhasil menduduki rangking ke-15 Nasional dalam uji kompetensi guru secara nasional pada tahun 2018. Sebelumnya, pada uji kompetensi guru secara nasional di tahun 2017 Aceh hanya mampu menduduki rangking ke-34. Namun seiring pembenahan dilakukan Aceh kini berhasil merangkak naik.

“Ini sebuah prestasi yang bagus bagi pendidikan Aceh, sehingga saat ini mampu berada pada rangking ke-15 Nasional,” kata Darmasyah dalam jamuan makan malam tersebut

Namun demikian, kata Darmasyah, sebagai sebuah provinsi yang memiliki keistimewaan di bidang pendidikan tentunya prestasi tersebut harus terus ditingkatkan. Karenanya Pemerintah Aceh akan terus berupaya dalam meningkatkan program pelatihan guru ini, sehingga nantinya ada peningkatan pada uji kompetensi guru di Aceh kedepan.

Ia mengatakan, penguatan dan peningkatan kapasitas guru-guru khusunya di empat bidang kompetensi yaitu: Kompetensi pedagogic; kompetensi kepribadian; kompetensi sosial; dan kompetensi profesional, dianggap sangatlah penting. Sebab dibanding daerah lain, kualitas guru Aceh masih belum cukup memuaskan, padahal guru adalah ujung tombak yang akan mencetak generasi Aceh yang unggul kedepannya.

Selain pendidikan, upaya pembenahan dan penguatan pada sektor pariwisata juga terus dilakukan, sehingga mebawa Provinsi Aceh terpilih menjadi “World Best Halal Cultural Destination”. “Dengan peredikat tersebut Aceh siap mendukung langkah Pemerintah untuk memperoleh peringkat terbaik pada Global Muslim Travel Index (GMTI) 2020” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Anggota Komisi 10 DPR RI Dapil Jawa Barat, Ferdiansyah, mengatakan pembangunan di Aceh harus mengedepankan kebudayaan. Budaya, kata Ferdiansyah, sangatlah efektif dalam menyelesaikan berbagai permasalah sosial.

“Sudah banyak contoh benturan sosial di bawah kita yang bisa terselesaikan melalui pedekatan budaya, ini juga penting dan itu juga bagian dari menjaga jati diri bangsa yaitu melaui budaya,” kata Ferdiansyah.

Aceh sebagai provinsi yang notabenenya masyarakatnya beragama muslim harus mebudayakan Islam yang benar dan tidak keluar dari konteks NKRI. Oleh keran itu budaya positif yang berdekatan dengan kehidupan sehari hari masyarakat harus menjadi jati diri masyarakat.

Ia mengungkapkan, bahwa budaya bukan hanya tarian traditional namun, etos kerja. Etos belajar, etos toleransi, menjaga satu sama lain, dan peduli sesama juga masuk dalam kebudyaan yang harus dijaga dan dipelihara bersama, sehingga masyarakat Aceh akan terbentuk dengan karakter yang kuat dan memiliki ciri khasnya. []

Check Also

Bersihkan Gedung RSUDZA Lama, Kodam IM Terjunkan 1 SSK

Banda Aceh – Dalam rangka mendukung upaya menekan dan mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 …