Home / Berita Terkini / Pemerintah Aceh Sambut Baik Kehadiran PPTI di Aceh

Pemerintah Aceh Sambut Baik Kehadiran PPTI di Aceh

Humas Aceh | 6 Maret 2019

Banda Aceh – Pemerintah Aceh menyambut baik kehadiran Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Aceh, yang ditandai dengan dikukuhkannya pengururs PPTI Aceh. kehadiran PPTI diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengkampanyekan bahaya TB, sehingga dapat menyadarkan masyarakat dan menekan jumlah penderita TB di Aceh.

Plt Sekda Aceh, Ir. Helvizar Ibrahim melantik dan mengukuhkan pengurus Wilayah PPTI Aceh di Hotel Permata Hati, Banda Aceh, Rabu 6 Maret 2019.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Helvizar Ibrahim, saat membacakan sambutan tertulis Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pada acara Pengukuhan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Aceh, di Aula Hotel Permata Hati, Rabu (6/3/2019).

“Selamat kepada pengurus PPTI Aceh masa bakti 2019-2024 yang baru saja dikukuhkan. Saya mengimbau seluruh elemen masyarakat Aceh dan lintas sektor untuk mendukung visi misi lembaga  ini, sehingga upaya kita menekan jumlah penderita TB dan meningkatkan kualitas kesehatan rakyat Aceh dapat tercapai,” ujar Helvizar.

Helvizar mengungkapkan, penyebarannya TB terjadi di seluruh kabupaten/kota di Aceh. berdasarkan Profil Kesehatan Aceh tahun 2012, setidaknya ada 96/100 ribu penduduk Aceh yang menderita TB dan gangguan pernafasan, dengan jumlah kematian mencapai 1,6/100 ribu orang.

“Data sampai pertengahan tahun lalu mencatat, daerah dengan  penderita TB  paling banyak di Aceh adalah Kabupaten Aceh Utara, yang mencapai 2.758 orang. Itu yang terdeteksi. Artinya, angka sebenarnya bisa jauh lebih besar lagi karena masih banyak orang yang tidak menyadari kalau ia menderita TB.”

Helvizar menjelaskan, penderita yang tidak menyadari kalau ia mengalami TB ini akan sangat berbahaya, karena kelompok inilah yang paling potensial menularkan bibit TB kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Para penderita TB ini penting untuk didata guna menghambat penyebarannya kepada orang lain. Untuk itu, maka berbagai program terkait pendataan para penderita TB ini harus kita dukung, salah satunya adalah gerakan TOSS yaitu Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh, yang digagas Kemenkes,” sambung Helvizar.

Plt Sekda berharap, Pengurus PPTI yang baru dilantik ini dapat menjadi pelopor bagi berjalannya program TOSS di Aceh, agar data para penderita TB dapat terungkap, sehingga langkah penanggulangan TB dapat terus diperkuat.

Saat ini, jumlah penderita TB di Aceh cukup tinggi. Bukan hanya TB, bahkan untuk semua jenis penyakit paru, Aceh memiliki prevalensi cukup tinggi di Indonesia, mencapai 3,9 persen dari jumlah penduduk.

“Bahkan, Perhimpunan Dokter Paru Aceh menyebutkan, di RSUD Zainoel Abidin saja, setidaknya ada 10 hingga 15 orang pasien TB yang harus mendapatkan perawatan setiap hari. Belum lagi di rumah sakit dan pusat kesehatan lainnya. Karena itu dapat dikatakan bahwa tugas untuk menanggulangi penyakit  paru di Aceh cukup berat.”

Oleh karena itu, Plt Sekda mengimbau agar pengurus PPTI yang baru dilantik bisa menjalankan program dengan baik untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya TB, sehingga tidak banyak lagi muncul penderita TB baru di Aceh.

Sementara itu, bagi yang telah terlanjur terinfeksi, Plt Sekda mengimbau agar diberikan penanganan yang efektif dan harus mendapat dukungan dari keluarga, karena pola pengobatan penderita TB membutuhkan ketelatenan dan harus berkesinambungan.

Check Also

Cegah Penyebaran Corona, Forkopimda Aceh Berlakukan Jam Malam

Banda Aceh– Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, telah mengeluarkan maklumat bersama untuk memberlakukan jam …