Home / Berita Terkini / Penjelasan Gubernur: Kondisi Kelistrikan Aceh

Penjelasan Gubernur: Kondisi Kelistrikan Aceh

Humas Aceh | 21 Maret 2016

Banda Aceh-Beban puncak kebutuhan listrik Aceh mencapai 450 MW. Sebenarnya, jika dilihat dari kapasitas penyediaan daya listriknya (pembangkit) di Aceh, khususnya dari PLTU 2 x 100 MW Nagan Raya dengan daya mampu sekitar 2 x 80 MW dan PLTG Arun 185 MW dengan daya mampu sekitar 170 MW, sudah memenuhi kebutuhan pada jalur Grid yang besarnya sekitar 320 MW (± 70%). Beban Puncak Aceh totalnya ±450 MW. Sementara 30% sisanya berada pada sistem Isolated yang dilayani oleh masing-masing sistem, seperti Kota Sabang dan Pulau Simeulu.

Pemadaman sering terjadi pada jalur transmisi sistem Grid, Interrkoneksi Sumatera. Hal ini terjadi karena pada sistem ini dilayani oleh pembangkit-pembangkit kapasitas besar dan menyuplai daya ke sistem Grid yang luas. Jika satu saja pembangkit dalam proses pemeliharaan, dampaknya juga sangat luas di masyarakat, di sepanjang sistem Grid tersebut.

Sebelum pembangki-pembangki yang ada di Aceh,  PLTU Nagan Raya dan PLTG Arun beroperasi, Aceh menerima pasokan daya listrik 70% dari Sumatera Utara. Pada saat itu pemadaman listrik Aceh sering terjadi akibat gangguan transmisi, atau ada perawatan pembangkit di Medan.

Tetapi saat ini, pasca beroperasinya PLTU Nagan Raya dan PLTG Arun,  Aceh hanya menerima sekitar 30% pasokan dari Sumut. Itu pun saat diperlukan saja. Sedangkan daya yang berlebih untuk Aceh disalurkan ke sistem grid untuk melayani dipasok listrik ke luar Aceh.

Persoalan pemadaman listrik yang kerap terjadi belakangan ini karena ada pemeliharaan sejumlah pembangkit yang ada di Aceh, khususnya PLTU di Nagan Raya. Akibatnya, berkurangnya daya listrik yang sangat signifikan untuk pelanggan di jalur Grid yang dilayani oleh pembangkit yang mengalami perawatan tersebut.

Sementara proses pemeliharan pembangkit itu, pasokan listrik Aceh diminta bantuan Sumut. Sumut hanya bisa membantu sekitar 30% dari kebutuhan karena Sumut sendiri  dilanda devisit energy listrik saat ini.

Harapan kita agar PLN bekerja keras mempercepat proses pemeliharaan pembangkit, untuk mengatasi kebutuhan listrik masyarakat. Kita sangat memahami keluhan masyarakat atas padamnya listrik belakangan ini, karena listrik sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat hampir disemua aspek kehidupan. Satu jam saja listrik padam, apalagi pada malam hari, semua aktifitas masyarakat akan terganggu.

Kami minta kepada masyarakat untuk bersabar dan dapat memahami kondisi ini. Pemerintah, Pemerintah Aceh, dan juga PLN terus berupaya mempercepat proses pemeliharaan pembangkit agar aktifitas masyarakat tidak terganggu karena terjadi pemadaman listrik.

Di Nagan Raya juga sedang dibangun PLTM 2 x 5 MW oleh Seunagan Energi. Ini adalah IPP pertama di Aceh yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air di Aceh. Kita berharap PLTM ini dapat segera terwujud yang nantinya akan memperkuat Sistem Barat-Selatan

Check Also

Isi Kemerdekaan dengan Perangi Narkoba

Banda Aceh – Salah satu bentuk penghormatan generasi muda Aceh terhadap jasa para pahlawan adalah dengan …