Home / Berita Terkini / Perayaan Hari Anak, Sarana Silaturrahmi dan Penguatan Dinul Islam

Perayaan Hari Anak, Sarana Silaturrahmi dan Penguatan Dinul Islam

Bunda Paud Aceh, Hj. Niazah A Hamid menerima Piala Bergilir Gebyar Pendidikan Agama Islam dari Juara Umum Tahun 2015 untuk diperlombakan kembali pada Tahun 2016 di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Kamis (22/9).

Humas Aceh | 23 Sep 2016

Banda Aceh – Berbagai kegiatan dan perlombaan yang diselenggarakan pada Perayaan Hari Anak Nasional dan Gebyar Pendidikan Agama Islam program PAUD 2016, diharapkan dapat memperkuat program Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD di Aceh, serta menjadi sarana silaturrahmi dalam rangka menegakkan Syariat Islam di Serambi Mekkah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bunda PAUD Aceh, Hj Niazah A Hamid, di hadapan ratusan guru dan murid PAUD perwakilan dari 23 kabupaten/kota se-Aceh, saat membuka secara resmi Perayaan Hari Anak Nasional yang dirangkai dengan Gebyar Pendidikan Agama Islam program PAUD tahun 2016, yang dipusatkan di Taman Sri Ratu Safiatuddin, Rabu (22/9/2016).

“Selamat Datang kepada Bunda PAUD dan guru-guru PAUD, serta anak-anak kami peserta program PAUD dari 23 kabupaten/kota se-Aceh, yang telah hadir pada acara peringatan Hari Anak Nasional dan Gebyar Pendidikan Islam Program PAUD tahun 2016 ini,” Sapa wanita yang akrab disapa Ummi Niazah itu.

Pada kesempatan itu, Ummi Niazah menjelaskan, bahwa Pemerintah Aceh sangat konsisten menegakkan Syariat Islam. Hal ini dapat terlihat melalui penegakan Dinul Islam di seluruh  lapisan masyatakat, termasuk dunia pendidikan sebagai salah satu elemen yang menjadi sorotan penguatan Dinul Islam.

“Tujuannya tentu saja agar kita dapat melakukan terobosan di bidang pendidikan, sehingga anak-anak kita sebagai  peserta didik dapat memahami dan menerapkan  ajaran-ajaran yang  terkandung dalam syariat Islam itu dengan baik.

Ummi Niazah menjelaskan, Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, telah mengamanatkan bahwa pendidikan bagi anak tidak hanya diberikan saat ia memasuki usia sekolah, tapi dimulai sejak masih dalam kandungan hingga usia enam tahun melalui program pendidikan usia dini.

“Pendidikan usia dini yang dimaksud adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun,  yang diberikan melalui pemberian rangsangan pendidikan guna membantu pertumbuhan jasmani dan rohani agar anak siap memasuki sekolah. Inilah yang menjadi alasan pentingnya anak untuk belajar di Program PAUD,” kata Niazah.

Niazah mengingatkan, bahwa belajar di PAUD sangat penting karena selama belajar di PAUD, anak-anak tidak semata diajarkan cara bersosialisasi, tapi juga belajar tentang dasar-dasar pendidikan agama Islam. “Jika sejak dini anak kita telah mendapatkan pendidikan Islam,  Insya Allah mereka akan tumbuh menjadi insan yang mencintai Allah dan Rasul-Nya serta berbakti kepada orang tuanya.”

Sementara itu, dalam rangka mendekatkan anak-anak denga Islam sejak  dini,  Pemerintah Aceh bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh  sepakat menerapkan model pendidikan Islami bagi semua PAUD di Aceh. Tak hanya kepada murid, penguatan tersebut juga diberikan kepada guru-guru PAUD, agar para guru mampu mengajarkan Syariat Islam dengan baik kepada anak-anak peserta program pendidikan usia dini.

Ummi Niazah menambahkan, untuk mendorong semangat belajar agama Islam bagi anak-anak dan guru-guru PAUD di Aceh, setiap tahun selalu dirayakan Hari Anak Nasional yang dirangkai dengan pelaksanaan kegiatan Gebyar Pendidikan Agama Islam Program PAUD. Tahun ini, rangkaian kegiatan akan berlangsung selama empat hari (21-24 September).

“Dalam Kegiatan ini, anak-anak kita para pelajar PAUD akan mengikuti berbagai lomba keterampilan dan lomba pengetahuan agama Islam tingkat dasar. Di samping itu, ada pula beberapa lomba yang akan diikuti para guru PAUD. Semuanya pasti sangat menghibur, penuh keceriaan, namun tetap mengandung unsur ketrampilan dan pendidikan Islam,” tambah Ummi Niazah.

Niazah menambahkan, Perayaan Hari Anak Nasional yang dirangkai dengan Gebyar Pendidikan Agama program PAUD ini juga bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada murid dan guru untuk mengekpresikan diri melalui  ketrampilan dan seni Pendidikan Agama Islam.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun aspek kecerdasan emosional dan spiritual sedini mungkin di kalangan anak-anak kita serta membangun ukhwah Islamiyah di kalangan guru, orang tua, siswa, dan pengelola PAUD.

“Saya berharap, seluruh rangkaian acara ini, semakin memupuk rasa kepedulian kita terhadap masa depan anak-anak Aceh, sehingga kita dapat terus memberi perhatian hingga mereka dewasa nanti. Karena hanya dengan perhatian yang baiklah, anak-anak kita akan menjadi anak yang cerdas, berbakti kepada orang tua, serta taat dalam menjalankan ajaran agama, Insya Allah.”

“Terimakasih saya ucapkan kepada Dinas Pendidikan Aceh dan Kanwil Kementerian Agama Aceh, yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Semoga kerjasama yang baik ini dapat kita tingkatkan lagi di masa-masa mendatang. Kepada anak-anak kami dan para guru PAUD  yang menjadi peserta acara ini, saya ucapkan selamat berlomba dengan sportif dan penuh rasa kekeluargaan,” pungkas Bunda PAUD Aceh, Hj Niazah A Hamid.

Rangkaian acara Perayaan Hari Anak Nasional dan Gebyar Pendidikan Agama Islam program PAUD 2016, akan diisi dengan berbagai perlombaan, diantaranya hafalan surat pendek, busana muslim, puspa gerak tari, azan dan lomba menggambar Masjid.

Dalam empat hari kegiatan, sejumlah permainan tradisional juga akan diselenggarakan, diantaranya main engklek, enggrang batok kelapa, lomba makan kanji rumbi. Sedangkan bagi para guru PAUD akan diadakan lomba dongeng Islami.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh, serta perwakilan unsur Forum Koordinasi Piminan Daerah Aceh. (Ngah)

Check Also

Tiga Kabupaten di Aceh Nihil Korban Covid-19

Banda Aceh—Korban infeksi virus corona, penyebab Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sudah terdapat di 20 kabupaten/kota …