Home / Berita Terkini / PKK Aceh Lakukan Monitoring dan Evaluasi di Dua Gampong Lhokseumawe

PKK Aceh Lakukan Monitoring dan Evaluasi di Dua Gampong Lhokseumawe

Lhokseumawe – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, bersama Tim PKK Aceh, melakukan monitoring evaluasi dan pembinaan terhadap TP-PKK di dua Gampong Keude Aceh dan Meunasah Panyang, Kota Lhokseumawe, Selasa, 10/12.

Kujungan itu dilakukan untuk memperkuat kinerja TPP PKK di tingkat dasawisma serta melakukan penilaian perlombaaan yang diselenggarakan PKK Aceh dalam rangka menghadapi hari Kesatuan PKK yang akan dilaksanakan tahun depan.

“Penilaian ini untuk Kelompok Dasawisma, untuk memperkuat kinerja mereka supaya lebih maksimal dengan tujuan agar memperkuat kelembagaan PKK dan memastikan bahwa program yang berjalan benar dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” kata Dyah.

Ia mengatakan, penilai TP PKK tingkat gampong terseut harus memenuhi kriteria yang tentukan, seperti efektifitas dalam mengelola sistem administrasi lembaga PKK dalam mejalankan programnya dan tingkat keberhasilanya.

Seperti hal yang dilakukan Gampong Keude Aceh, Dyah mengapresiasi kerja kelompok dasawisma terhadap peran mereka dalam mengindikator Inspeksi Asam Asetat (IVA) Test dengan cara meningkatkan respon masyarakat gampong setempat tentang pentingnya IVA bagi kaum perempuan.

“Penyakit reproduksi seperti servik itu merupakan penyakit paling mematikan nomor dua bagi permpuan Indonesia, jadi IVA tes ini sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit mematikan itu,” kata Dyah.

Ia mengatakan, IVA tes adalah sebuah keharusan yang harus dijalani oleh setiap kaum ibu-ibu, karena penyakit kangker servik tersebut sangat sulit dideteksi sejak dini, seringkali penyakit mematikan tersebut dapat terindikasi pada saat sudah mencapai stadium akhir.

Maka itu, Dyah menyarankan kepada seluruh perempuan di Aceh untuk lebih memperhatikan kesehatan reproduksinya. Namun pada pelaksanaanya, acap kali sulit dilaksanakan akibat terbentur izin dari suami.

Hal itu sangat disayangkan, mengingat kesehatan reproduksi bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan saja, tapi juga tanggung jawab dari suami. “Kesehatan reproduksi bukan semata-mata hanya untuk diri sendiri saja, namun juga untuk semua keluarga kerena kalau kita sakit keluarga juga yang akan susah,” kata Dyah.

Dyah berharap, dengan gerakan yang dibentuk oleh Gampong Keude Aceh tersebut dapat menjadi sebuah gerakan preventif bagi kaum perempuan di Aceh untuk lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan reproduksi mereka.

Check Also

Definisi Kasus Covid-19 Disesuaikan, Penderita Baru 175 Orang

Banda Aceh—Istilah Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG), …