Home / Berita Terkini / Polda Aceh Buru Dua Penculik Pejabat

Polda Aceh Buru Dua Penculik Pejabat

Humas Aceh | 3 Feb 2016

Banda Aceh  – Jajaran Kepolisian Daerah  Aceh terus memburu dua terduga penculik seorang pejabat Pemerintah Aceh yang meminta tebusan ratusan juta rupiah.
“Polisi terus memburu dua dari empat pelaku penculikan seorang pejabat Pemerintah Aceh. Sedangkan dua lagi tewas ditembak dalam sebuah penyergapan di Bireuen,” kata Kapolda Aceh Irjen Pol M Husein Hamidi di Banda Aceh, Selasa.
Dua pelaku penculikan tersebut diketahui dari keterangan korban. Korban yang berhasil diselamatkan mengaku diculik empat orang ketika hendak pulang di kawasan Leung Bata, Banda Aceh, Kamis (28/1) sekitar pukul 19.30 WIB.

Sedangkan dua pelaku lainnya tewas ditembak bersamaan keluarga korban menyerahkan uang tebusan Rp680 juta. Polisi dan pelaku sempat terjadi kontak tembak sekitar 15 menit di kawasan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Senin (1/2) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kapolda menyebutkan, identitas dua pelaku yang diburu sudah diketahui. Karena itu, keduanya diminta segera menyerah sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan saat penangkapan.

“Sedangkan korban saat ini dalam pemeriksaan polisi. Korban dalam kondisi baik. Hanya saja korban masih trauma dengan kejadian yang dialaminya,” kata Kapolda.

Jenderal berbintang dua itu menyebutkan dua penculik yang tewas ditembak bernama Barmawi dan Ismuharuddin. Keduanya warga Nisan Antara, Kabupaten Aceh Utara.

Dari tangan kedua penculik yang tewas tersebut, polisi menyita uang tebusan Rp680 juta, sepucuk senjata api laras pendek jenis FN beserta magasin dan 11 peluru.

Kemudian, sepucuk senjata api laras panjang jenis SS1 dengan tujuh magasin dan 184 butir peluru. Telepon genggam berbagai merek serta satu unit mobil Toyota Avanza.

Selain barang bukti tersebut, polisi juga mengamankan kartu identitas Aceh Coruption Wacth dan kartu anggota Partai Aceh, partai lokal di Aceh. Serta proposal Aceh Coruption Wacth yang ditujukan kepada Gubernur Aceh.

Kapolda menyebutkan, motif penculikan dilatarbelakangi faktor ekonomi. Pelaku diduga kewalahan membayar uang sewa mobil yang sudah mereka pakai selama dua bulan.

“Untuk sementara, itu motif yang baru diketahui. Motif sebenarnya baru bisa diketahui setelah dua pelaku lainnya ditangkap. Dua pelaku ini tidak ada saat penyergapan usai serah terima tebusan dengan tersangka,” kata Irjen Pol M Husein Hamidi.

sumber : www.aceh.antaranews.com

Check Also

Ketahanan Pangan Fondasi Utama Pencegahan Stunting

Banda Aceh – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan bahwa ketahanan …