Home / Berita Terkini / Polisi: Tidak Ada Warga Aceh Masuk Gafatar

Polisi: Tidak Ada Warga Aceh Masuk Gafatar

Humas Aceh | 2 Feb 2016

Meulaboh  – Aparat Kepolisian Resort Aceh Barat, Polda Aceh belum menerima laporan terkait warga yang hilang dan bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).
Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Haris Kurniawan di Meulaboh, Senin mengatakan, memang ada seorang perempuan yang bermaksud membuat laporan terkait anaknya tidak kembali ke rumah setelah dibawa oleh suaminya.

“Memang ada warga yang mau lapor, tapi berdasarkan cerita sepintas kepada petugas hanya persoalan yang harus diselesaikan secara kekeluargaan. Tidak ada unsur tindak pidananya dan dia tidak menyingung tentang Gafatar atau organisasi lain,” tegasnya.

Sariati (39) warga Meulaboh, menyampaikan kepada wartawan terkait kepergian suaminya Adrian (46) dan anak perempuanya Zahara Adrian (4,5). Keduanya sudah tiga hari berangkat dari rumah dengan tujuan tidak diketahui, sehingga keluarga yang ditinggal berspekulasi Adrian diduga bergabung dengan kelompok Gafatar.

Haris Kurniawan menjelaskan, saat mendatangi kantor polisi, keluarga yang bersangkutan tidak menyindir persoalan ada keluarga mereka yang hendak bergabung kepada organisasi atau kelompok tertentu.

Apalagi tidak ada peninggalan jejak ataupun pernah diketahui bergabung dengan kelompok atau jamaah tertentu sebagai bahan awal dilakukannya penyidikan, karena itu polisi memberikan waktu masalah mereka diselesaikan secara keluarga.

“Keluarganya menaruh ketakutan berlebihan, anak yang dibawa jajan oleh ayahnya, kalau cuma kekhawatiran tidak bisa dijastifikasi itu ke Gafatar. Harus ada bukti pendukung juga dikasih kekita. Tapi kalau dibilang dugaan kesitu boleh saja kita selediki,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pihak kepolisian belum menerima pelaporan secara resmi dari keluarga tersebut, apalagi tidak adanya kronologis yang diceritakan kepada polisi mengandung unsur tindak pidana, sehingga polisi belum menindak lanjuti.

Dalam posisi demikian segala kemungkinan-kemungkinan dapat terjadi, namun semua itu tentunya memiliki keakuratan informasi dari pelapor, apalagi sempat disampaikan pada petugas polisi bahwa sedang ada permasalahan keluarga mereka.

Haris Kurniawan menegaskan, pihaknya masih memberikan kesempatan pada keluarga tersebut untuk mencarinya secara kekeluargaan, apabila memang posisinya tidak ketemu memang hilang barulah sah sebagai sebuah laporan.

“Kasihlah alasan yang jelas kepada polisi, mungkin pernah kepergok ikut jamaah ini, sudah pernah ikut itu, jadi sudah pasti bisa kita selediki. Ini belum ada unsur pidananya, makanya saya bilang selesaikan secara kekeluargaan dulu,” katanya menambahkan.

sumber : www.aceh.antaranews.com

Check Also

Virus Corona Bukan Hoax, Semua Siaga Tangkal Laju Transmisinya

Banda Aceh—Ada banyak informasi palsu (hoax) di seputar virus corona yang beredar masif di tengah …