Home / Berita Terkini / Presiden Jokowi Resmikan Proyek Serat Optik Senilai 3,6 Triliun

Presiden Jokowi Resmikan Proyek Serat Optik Senilai 3,6 Triliun

Banda Aceh | 11-05-2015

Gubernur Aceh minta Jaringan Optik Pulau Terluar, Presiden: Maksimal Tahun Depan Selesai.

Banda Aceh – Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo meresmikan Sistem Jaringan Tulang Punggung Pita Lebar Serat Optik, Sulawesi-Maluku-Papua Cable System (SMPCS), di Manokwari Papua Barat. Peresmian proyek bernilai Rp 3,6 Triliun itu diselenggarakan oleh Kementerian Badan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan merupakan bagian dari program ‘BUMN Membangun Negeri’.

Peresmian SMPCS ini juga diisi dengan video conference di tiga daerah, yaitu di Kantor Telkom Manokwari (Papua Barat) yang dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi, di Kantor Regional Operation PT Telkom (Jakarta) dihadiri oleh Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informasi dan Kantor PT Telkom Wilayah Aceh, dihadiri oleh Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah.

Dalam sambutan singkatnya, Jokowi menjelaskan, dengan diresmikannya SMPCS ini, maka seluruh masyarakat Indonesia yang berada di wilayah Barat, Tengah dan Timur, sudah bisa menikmati WiFi (Wireless Fidelity-red) dengan kualitas yang sama.

“Dengan sistem ini, kita bisa membangun e-budgeting, e-purchasing diseluruh tanah air. Selain itu, kita juga bisa melakukan managemen sistem untuk keuangan dengan pengendalian dan managemen kontrol yang jelas. Inilah kegunaan sistem yang sudah tersambung ini. Ini merupakan sebuah kerja besar yang sudah di selesaikan dan masyarakat bisa menikmati jaringan internet yang sama di seluruh tanah air,” terang mantan Wali Kota Solo itu.

Sementara itu, melalui video conference, Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah melaporkan kepada Presiden Jokowi, saat ini Aceh yang terdiri dari 23 kabupaten/kota telah terhubung dengan sistem jaringan tulang punggung serat optik.

“Jalur Timur, yaitu ruas Banda Aceh-Lhokseumawe-Langsa dan Medan yang membentang sepanjang 615 kilometer sudah beroperasi sejak  tahun 2008, dan Jalur Barat, yaitu ruas Banda Aceh-Meulaboh-Tapaktuan-Singkil-Subulussalam dan Medan yang membentang sepanjang 887 kilometer telah beroperasi penuh sejak 2010,” terang Gubernur kepada Presiden Jokowi.

Untuk diketahui bersama, pembangunan jaringan serat optik untuk wilayah tengah Aceh, yang meliputi Dataran Tinggi Gayo hingga ke Medan, saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Panjang serat optik yang akan dibangun di kawasan ini mencapai 550 kilometer.

Gubernur juga menjelaskan, selain jaringan tersebut, Pemerintah kabupaten/kota juga telah menggunakan jaringan pita lebar serat optik untuk pelayanan masyarakat dan jalannya pemerintahan.

Zaini berharap, dengan diresmikannya jaringan tulang punggung pita lebar serat optik SMPCS ini, dapat lebih meningkatkan kegiatan ekonomi antara Aceh dengan kawasan Indonesia timur, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Aceh minta Jaringan Optik Pulau Terluar, Presiden: Maksimal Tahun Depan Selesai.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Aceh juga menyampaikan kepada Presiden Jokowi, saat ini masih ada dua wilayah di Aceh yang belum tersambung dengan jaringan tulang punggung pita lebar serat optik, yaitu Sabang dan Simeulue. Untuk itu Gubernur meminta kepada Presiden untuk segera membangun jaringan tersebut di dua wilayah kepulauan itu.

Menanggapi permintaan Gubernur Aceh, Presiden Jokowi langsung menyanggupi, dan menyatakan bahwa tahun depan jaringan tersebut akan dibangun di Kabupaten Simeulue dan Kota Sabang.

“Sangat jelas sekali Pak Gubernur, baik dilayar maupun suara. Saya kira ini karena dengan jaringan tulang punggung pita lebar serat optik yang telah dibangun oleh PT Telkom dari ujung barat hingga ke ujung timur Indonesia. Tadi Pak Gubernur juga meminta dibangun di Sabang dan Simeulue, maksimal tahun depan selesai,” ujar Presiden tegas.

Peresmian Sistem Jaringan Tulang Punggung Pita Lebar Serat Optik SMPCS ditandai dengan pemukulan Tifa (Alat musik pukul tradisional Papua, sejenis gendang-red) oleh Presiden Jokowi, didampingi oleh Dirut PT Telkom Tbk, Alex J Sinaga dan Gubernur Papua Barat, Octavianus Attururi.

Dirut PT Telkom, Alex J Sinaga, dalam laporannya menjelaskan, pembangunan Sistem Jaringan Tulang Punggung Pita Lebar Serat Optik SMPCS, menghabiskan dana sebesar Rp 3,6 triliun. Saat ini setidaknya terdapat 190 WiFi Corner di bagian timur Indonesia, sedangkan untuk seluruh Indonesia, setidaknya ada lebih dari ada 6000 WiFi Corner.

Sementara itu, Menkominfo, Rudiantara, dalam laporannya via video conference di Jakarta menjelasakan, hingga tahun 2017 direncanakan seluruh wilayah di Indonesia sudah tersambung dengan Sistem Jaringan Tulang Punggung Pita Lebar Serat Optik.

“Saat ini ada 51 daerah yang belum tersambung dengan Sistem Jaringan Tulang Punggung Pita Lebar Serat Optik, termasuk dua wilayah di Aceh tadi (Simeulue dan Sabang-red). Direncanakan 51 wilayah tersebut akan tercakup dalam jaringan pita lebar pada 2017,” terang Alex.

Video conference di Kantor PT Telkom wilayah Aceh hari ini juga dihadiri oleh, Kepala Telkom Regional I Sumatera, Teuku Muda Nanta, Kepala Bappeda, Prof Abubakar Karim serta sejumlah stafPT Telkom Aceh dan pejabat dijajaran Pemerintah Aceh.

Check Also

Maksimalkan Penggunaan Dana Desa untuk Pembangunan Gampong

Aceh Tamiang – Dana Desa digulirkan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, Sekretaris …