Home / Berita Terkini / Ramadhan Momentum Memperkuat Ukuwah dan Perdamaian

Ramadhan Momentum Memperkuat Ukuwah dan Perdamaian

  Humas Aceh | 7 Juni 2016
 Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, mengimbau seluruh elemen masyarakat Aceh agar tidak mudah terpancing dengan propaganda, yang dapat menghancurkan hubungan antar sesama muslim, serta tetap menjaga perdamaian dan mendahulukan persatuan.Hal tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Doto Zaini itu saat menyampaikan Tausyiah Ramadhan, di hadapan ribuan jama’ah Shalat Witir yang memadati Masjid Raya Baiturrahman, Senin (6/6/2016) malam.

“Ummat muslim harus selalu memperkuat dan memperkokoh Ukhuwah Islamiyah antar sesama. Musuh kita bukanlah sesama orang Islam, jangan mudah terpancing dengan isu-isu dan propaganda yang menghancurkan persaudaraan kita sesama muslim,” pesan Doto Zaini.

Doto Zaini juga menegaskan, jika kedatangan Ramadhan tidak mampu merubah pribadi seseorang, dari kebiasaan memfitnah, memprovokasi, adu domba dan hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan ummat maka orang tersebut akan jauh dari ampunan Allah.

Hal ini, lanjut Gubernur, sesuai dengan sabda Rasullah: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta (perkataan sia-sia) dan dia melaksanakan perkataan dusta tersebut, maka Allah tidak butuh baginya untuk dia meninggalkan makanan dan minumannya”.

“Oleh karena itu, marilah kita saling menjaga lisan untuk tidak memprovokasi dan tidak menebarkan fitnah, serta saling menjaga dan menebarkan perdamaian kepada sesama. Karena, inilah ciri-ciri kita selaku seorang muslim,” himbau Gubernur.

Doto Zaini menegaskan, bahwa Ramadhan adalah bulan suci yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, Gubernur mengajak ummat muslim untuk mensucikan diri dari noda, kesalahan dan senantiasa bertaubat serta memperbanyak istighfar kepada Allah.

“Pada suatu majelis, Rasulullah pernah ditanya tentang ciri muslim yang baik, saat itu Rasulullah bersabda : “Orang Islam yang baik adalah mereka yang mampu menjamin keselamatan orang lain melalui perkataan dan perbuatannya.” Hal ini tentu saja harus menjadikan pedoman dalam kehidupan kita sehari-hari,” sambung Doto Zaini.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama fokus pada perdamaian, persatuan dan kesejahteraan serta pembangunan, baik fisik, mental dan infrastruktur, menuju Aceh yang bermartabat sejahtera berkeadilan dan mandiri.

“Jangan karena ada khilafiyah sedikit yang sifatnya furu’iyyah atau cabang, kita melupakan ushul yang sifatnya mendasar dalam ajaran agama seperti ukhuwah Islamiyah. Marilah kita saling toleransi, saling menghormati dan berbesar hati dengan perbedaan-perbedaan praktik ibadah yang sifatnya sunat,” pesan Gubernur.

Ramadhan Bulan Istimewa

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menjelaskan tentang keistimewaan Ramadhan bagi umat muslimin, karena pada bulan ini, Allah membuka pintu ampunan selebar-lebarnya kepada hamba-Nya yang bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya atau taubatan nasuha.

“Alhamdulillah, malam ini kita dapat melaksanakan Shalat Isya dan Tarawih secara berjamaah. Semoga aktivitas di malam Ramadhan seperti ini terus dapat kita pertahankan sampai akhir Ramadhan nanti,” ujar pria yang akrab disapa Doto Zaini itu.

Gubernur juga mengajak ummat Muslim untuk menyambut Ramadhan ini dengan riang gembira yang diwujudkan dengan memperbanyak ibadah dengan ikhlas. Hal tersebut menurut Gubernur sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yaitu “Barang siapa yang senang dan gembira dengan kedatangan Bulan Ramadhan Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka.”

“oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk mengokohkan niat, mengisi bulan Ramadhan ini dengan berbagai aktivitas ibadah, baik berupa ibadah mahdhah ritual, maupun berupa ibadah ghairu mahdhah sosial,” sambung Doto Zaini.

Gubernur menjelaskan, dibulan Ramadhan Allah akan melipatgandakan pahala bagi setiap orang yang berpuasa dan memberi penilaian yang lebih terhadap ibadah hamba-Nya bila dibandingkan dengan bulan yang lain.

“Bila kita melaksanakan ibadah sunat pada bulan Ramadhan, maka nilainya akan sama dengan ibadah wajib pada bulan yang lain. Demikian juga bila kita melaksanakan ibadah wajib, maka Allah akan membalasnya 70 kali lipat.”

“Puasa bertujuan untuk membentuk pribadi muslim yang muttaqin, yaitu pribadi yang mampu menghadirkan kemashlahatan dan kebaikan bagi diri, keluarga dan lingkungannya. Selamat menjalankan ibadah puasa semoga Allah SWT meridhai amal ibadah dan puasa kita,” ujar Gubernur mengakhiri tausyiahnya. (Ngah)

 

Check Also

( Video ) Dana Desa Harus Menyentuh Kelompok Rentan