Home / Berita Terkini / Sekda Lepas Penerbangan Perdana Lion Air Rute Aceh-Madinah
Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM, menyampaikan sambutan pada peluncuran penerbangan perdana Lion Air Banda Aceh-Madinah di Bandara Sultan Iskandarmuda, Banda Aceh, Selasa 21 November 2017.

Sekda Lepas Penerbangan Perdana Lion Air Rute Aceh-Madinah

Humas Aceh | 21 Nov 2017

Aceh Besar – Perusahaan travel di Aceh dihimbau untuk menyambut rute penerbangan langsung Banda Aceh-Madinah, yang hari ini dimulai oleh Maskapai Lion Air dengan menyajikan paket-paket umrah yang menarik dan sarat dengan kegiatan ibadah. Dengan demikian penerbangan Lion Air ini senantiasa dipadati penumpang. Dengan demikian, PT. Lion Air dapat terus melanjutkan program ini dalam jangka panjang.

Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM, mengalungkan kain secara simbolis kepada penumpang penerbangan perdana Lion Air Banda Aceh-Madinah di Bandara Sultan Iskandarmuda, Banda Aceh, Selasa 21 November 2017.

Pesan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh, Drh Irwandi Yusuf M Sc, pada acara pelepasan perdana penerbangan maskapai Lion Air dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh menuju Bandara Internasional Prince Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah, di Aula Bandara SIM, Blang Bintang, Selasa (21/17/2017).

“Saya himbau para penyedia jasa umrah untuk menawarkan paet-paket umrah yang menarik, dengan demikian akan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk beribadah umrah. Pesan saya, kepada para penyedia jasa umrah jangan sampai masyarakat kita yang ingin beribadah umrah justru mengalami kendala dan masalah. Berikanlah pelayanan yang jujur dan maksimal,” pesan Sekda.

Sekda mengungkapkan, bahwa penerbangan ini telah lama ditunggu oleh masyarakat Aceh karena kehadiran penerbangan langsung Aceh-Madinah ini akan memudahkan masyarakat Aceh untuk melaksanakan ibadah umrah.

“Selama ini masyarakat Aceh yang melaksanakan Umrah agak sulit mendapatkan penerbangan sesuai waktu, sebab terbatasnya jumlah penerbangan Umrah yang ada. Bahkan tidak sedikit dari calon jamaah umrah Aceh harus terbang melalui bandara dari Sumatera Utara atau bahkan dari Bandara Kuala Lumpur,” ungkap Sekda.

Kehadiran penerbangan langsung ini, diyakini Sekda dapat mengatasi permasalahan tersebut. Untuk diketahui bersama, mulai hari ini, Maskapai Lion Air resmi membuka jalur penerbangan langsung dari Aceh-Madinah dengan menggunakan pesawat terbaru Boeing 737 Max 8. Lion Air menjadwalkan penerbangan Aceh-Madinah sekali seminggu.

Dermawan mengungkapkan, semangat masyarakat Aceh menunaikan ibadah umrah sangatlah tinggi. Dalam setahun jumlah jamaah umrah Bumi Serambi Mekah cukup banyak karena Umrah menjadi salah satu alternatif untuk dapat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, mengingat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji membutuhkan tenggang waktu sangat lama.

Sekda mengungkapkan, saat ini masa tunggu untuk menunaikan ibadah haji di Aceh telah mencapai hampir 25 tahun atau seperempat abad. Jika kondisinya seperti itu, bagi warga yang usianya di atas 50 tahun tentu peluang untuk menunaikan haji relatif sulit.

“Untuk melepaskan kerinduan terhadap Masjidil Haram, ibadah umrah adalah alternatifnya. Itu sebabnya semangat masyarakat Aceh untuk melaksanakan ibadah umrah terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan dari Kota Banda Aceh saja, jumlah jamaah umrah per tahun mencapai 700 orang. Belum lagi dari kabupaten/kota lainnya,” imbuh Sekda.

Oleh karena itu, Sekda sangat mengapresiasi dan menyatakan bahwa keputusan Lion Air membuka jalur langsung penerbangan dari Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Bandara Prince Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah sangatlah tepat.

Sekda meyakini, kehadiran penerbangan ini akan mendorong masyarakat Aceh lebih bersemangat untuk menunaikan berumrah, sebab penerbangan ini membuat beban biaya lebih murah, serta durasi penerbangannya lebih cepat, karena waktu tempuh Aceh-Madinah yang hanya membutuhkan waktu 8 jam saja.

“Kepada para jamaah umrah dan Air crew Lion Air yang bergabung dalam penerbangan pertama ini, kami ucapkan selamat jalan. Semoga penerbangan ini selamat sampai ke tujuan, dan seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah di tanah suci dengan baik,” ucap Sekda.

Sementara itu, Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II, Yos Suwagiyono, dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa PT Angkasa Pura II sangat berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata Aceh.

“Angkasa Pura II menerapkan kebijakan bebas landing fee selama 2 tahun, kepada maskapai yang ingin membuka rute penerbangan baru menuju Aceh,” ujar Yos.

Menanggapi hal tersebut, Sekda mengungkapkan bahwa Gubernur Aceh juga sudah mengundang Qatar Airways untuk membuka penerbangan ke Aceh dan menjadikan Aceh sebagai homebase Qatar Airways di Indonesia.

Acara ditandai dengan penyematan syal kepada perwakilan jama’ah umrah oleh Sekda Aceh dan peusijuek yang dilakukan oleh Abu Muhammad Amin Blang Blahdeh atau yang akrab disapa Abu Tumin dan. Acara diakhiri dengan penyerahan replika pesawat oleh Eksekutif General Manager AP II dan GM Service Lion Air kepada Wali Nanggroe, Sekda Aceh dan Bupati Aceh Besar.

Pesawat Boeing 737 Max 8 dengan nomor penerbangan JT 106 akan mengangkut 175 penumpang tujuan Madinah. Pesawat lepas landas pada pukul 9:45 WIB, dan ditargetkan tiba di Madinah pukul 15:45 Waktu Madinah.

Pesawat akan berhenti selama 30 menit di Trivandrum, India untuk melakukan pengisian bahan bakar. Hari ini, ada tiga penerbangan menuju Madinah yang dilakukan oleh Lion Air, yaitu rute Banda Aceh-Madinah, Solo-Jedah, Makassar-Madinah. (Ngah)

 

Check Also

Gubernur Serahkan Dokumen DIPA 2018

Humas Aceh | 14 Des 2017 Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menyerahkan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan …