Home / LINTAS ACEH / Seminar KUMKM

Seminar KUMKM

Banda Aceh | 09/03/2014

Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah menyebutkan, kebijakan khusus yang telah dirumuskan untuk pemberdayaan Koperasidan Usaha Micro Kecil Menengah (KUMKM)adalah untuk meningkatkan iklim usaha kondusif bagi Koperasi dan UMKM, mengembangkan produk dan pemasaran, dan meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia Koperasi dan UMKM,serta memperkuat kelembagaan koperasi.

Hal ini disampaikan Zaini Abdullah,  dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, Drs Sami dan Angkasa Wijaya, saat membuka seminar  bertajuk “mengkaji isu strategis dan actual terkait usaha micro kecil dan menengah  di Aceh“ yang digelar di Hotel Mekkah, Banda Aceh, (3/9/2014).

Dijelaskan Gubernur, ada dua program Pemerintah Aceh yang penjabarannya terkait UMKM, yaitu program ‘Ketahanan pangan dan nilai tambah’ yang menekankan pentingnya meningkatkan peran swasta, UMKM, BUMD, serta program ‘Penanggulangan Kemiskinan’  yang penekanannya pada upaya meningkatkan daya saing UMKM dan Koperasi.

“Namun harus diakui, jika hanya berharap pada Pemerintah Aceh, langkah memajukan UMKM tampaknya tidak banyak berubah, makanya,  dibutuhkan upaya lebih massif dengan melibatkan lembaga non Pemerintah untuk mendukung program ini,” tandasnya.

Gubernur Zaini juga mengatakan, UMKM merupakan sector usaha yang paling banyak digeluti masyarakat. Saat ini jumlah UMKM diperkirakan mencapai  280.000 unit dengan kemampuan menyerap tenaga kerja mencapai  90 persen dari angkatan kerja yang ada.“Faktaini, jelas kalau peran UMKM sangat vital bagi pertumbuhan ekonomi.Jadi, wajar kalau berbagai masalah UMKM terus dikaji dan kitaselesaikan, sehingga iklim usaha ini terus berkembang dan mampu memberikontribusi bagi pembangunan,” katanya.

“Kalau sektor UMKM bias mendapat pembinaan dan dukungan semuapihak, kita percaya usaha ini akan mampu member peran signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Aceh,” tambahnya lagi.

Gubernur mengakui, dalam praktiknya, banyak pegiat UMKM masih menghadapi persoalan klasik terkait hambatan internal dan eksternal, sehingga banyak usaha ini yang hanya jalan di tempat.Hambatan itu, menurut Zaini, kebanyakan terkait dengan masalah permodalan dan sulitnya mendekatkan diri kepada aksesdana. Di samping itu tidak sedikit pula UMKM bidang produksi yang masih berkutat dengan persoalan pemasaran, kemampuan manajerial, dan minimnya peralatan yang teknologi tinggi.“Ini harus segera di cari formula baru dan solusi kongkrit,”  terang Gubernur.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, MulyadiS.Pd, MM, mengemukakan, seminar  sehari yang di ikutsekitar  44 peserta dari unsur akademisi, asosiasi, perbankan, perwakilan dunia usaha, pegiat UMKM dan konsultan koperasi ini dimaksud untuk memetakan peluang dan tantangan KUMKM dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEE) 2015.

“Sekaligus mencari solusi dan mengambil langkah-langkah strategis dalam pelaksanaan program pembinaan KUMKM  secara terpadu dalam menyikapi era pasar bebas nanti,” jelasMulyadi.

Narasumber yang mengisi seminar ini, sebut Mulyadi,antara lain Asisten Deputi urusan penelitian KoperasiKementerian Koperasidan UKM  Republik Indonesia, Drs Syamsuddin MM, Sekjen Dekopin Aceh HM Hanafiah dan dosen FKIP Unsyiah Banda Aceh Dr IshakHasan. Juga hadir guru besarUnsyiah Banda Aceh, Prof A RahmanLubis, M.Sc, yang memaparkan materi tentang peran peningkatan perekonomian daerah melalui peningkatan daya saing dan performa KUMKM dalam menghadapi  MEE 2015.

Momentum ini, imbunya,juga langkah awal untuk persiapan seminar internasional dalam menumbuh kembangkan KUMKM Aceh. Melalui seminar ini, pihaknya berharap lahir sejumlah rekomendasi konkrit tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mendukung kemajuan UMKM di Aceh.“Sasarannya adalah lahir kiat-kiat praktis dan rekomendasi yang sifatnya aplikatif, sehingga dapat mendorong kemajuan pembangunan ekonomi Aceh,” harapMulyadi. []

Check Also

Peringati Hari Ibu, Seluruh Provinsi Gelar Jalan Santai Serentak

Banda Aceh– Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke- 91 tahun 2019 , Pemerintah Aceh bekerjasama …