Home / Berita Terkini / Syahrul : Tingkatkan Kedisiplinan dan Tinggalkan Prilaku Koruptif

Syahrul : Tingkatkan Kedisiplinan dan Tinggalkan Prilaku Koruptif

Banda Aceh – Asisten III Setda Aceh bidang Administrasi Umum, Syahrul Badrudin, menghimbau

kepada seluruh Pegawai di Lingkup Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh untuk

meninggalkan perilaku dan cara berfikir koruptif yang selama ini telah menggerogoti sisi

kemanusiaan seseorang.

Hal tersebut disampaikan oleh mantan Inspektur Aceh itu dalam arahan singkatnya selaku Pembina

Upacara, pada Apel memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tahun 2016, yang

dipusatkan di Lapangan Upacara Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, (Senin,

22/2/2016).

“Selama ini, mainset atau cara berfikir korupsi sudah ada sejak awal penyusunan anggaran. Saat

menyusun anggaran kita sudah mencari celah, berapa fee atau bagian untuk kita. Ini adalah salah

satu hal yang membuat karut marut wajah Pegawai Negeri Sipil di Aceh,” ungkap Syahrul.

Oleh karena itu, Asisten II menekankan kepada semua pihak untuk tidak lagi mencari celah korupsi

saat merancang suatu prograsm pembangunan karena hal tersebutbukan hanya berakibat

padatidak maksimalnya pembangunan tetapi juga mengakibatkan seseorang terjerat kasus hukum.

“Selama ini kita hanya bertuhan di Masjid, nah begitu keluar dari Masjid langsung kembali prilaku-

prilaku korupsi. Kita hanya takut dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) padahal hukuman

dari lembaga itu hanya 5 tahun, 10 tahun atau 15 tahun penjara. Kita lupa bahwa hukuman dari

Sang Pencipta di hari akhir lebih pedih dan dahsyat,” ujar Syahrul mengingatkan.

Selain prilaku koruptif, lanjut Syahrul, kedisiplinan pegawai juga menjadi salah satu catatan buruk

yang harus segera dibenahi. Hal ini juga sering dikritisi oleh masyarakat.

“Banyak PNS maupun pegawai kontrak yang berkeliaran di luar kantor pada saat jam dinas. Oleh

karena itu sistem pengawasan harus kita perluas. Mulai saat ini, petugas Satuan Pengamanan dan

pegawai kontrak pun bisa mengawasi kinerja kita. Semua harus saling mengawasi, baik dalam hal

kedisiplinan maupun korupsi, ” pesan Syahrul.

Demi penegakan disiplin pegawai, usai dilantik sebagai Asisten III Setda Aceh, Syahrul langsung

menerapkan berbagai aturan yang telah ada. Syahrul juga berharap kedisiplinan bukan hanya

kewajiban para staff tetapi juga kewajiban sang pemimpin.

“Atasan harus menjadi contoh bagi bawahannya. Tidak boleh pimpinan memerintahkan staf hadir

pukul 08.00 WIb, tapi sang pimpinan justru belum hadir, ini adalah kebiasaan yang salah. Oleh

karena itu, demi menegakkan kedisiplinan, maka kitra sudah mulai tegas dengan mekanisme

pemotongan TPK bagi pegawai yang melakukan pelanggaran kedisiplinan,” lanjut Syahrul.

Syahrul juga mengingatkan agar para tenaga kontrak dapat bekerja dengan baik dalam membantu

tugas-tugas para PNS, dan tidak melakukan pelanggaran kedisiplinan. “Untuk tenaga kontrak, jika

melakukan pelanggaran, maka akan kita evaluasi apakah akan kita pertahankan atau kita putus

kontraknya.”

Humas Islami Menyampaikan Kebenaran

Dalam kesempatan tersebut, Syahrul juga menegaskan tentang pentingnya posisi kehumasan yang

Islami demi menyampaikan berbasgai hal kepada masyarakat, bukan hanya pencapaian program

pembangunan tetapi juga kedisiplinan para pegawai.

“Pencitraan bukan membungkus kebohongan tetapi menyampaikan apa adanya, itulah Humas yang

Islami. Oleh karena itu kami berharap ada sinergi yang baik antara Humas Setda dengan seluruh

SKPA, bukan semata menyampaikan program kerja tetapi juga kinerja para pegawai sebagai

tanggungjawab kita kepada masyarakat,” tambah Syahrul.

Pada Apel yang dipimpin oleh Asisten III Setda Aceh itu turut pula dilakukan pembacaan dan

Penandatanganan Pakta Integritas pejabat esselon III dan IV di jajaran Dinas Tenaga Kerja dan

Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh.

Check Also

Ketahanan Pangan Fondasi Utama Pencegahan Stunting

Banda Aceh – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan bahwa ketahanan …