Home / Aceh Selatan / Terus Berlanjut, Sekda Aceh Keliling Aceh Sosialisasi Vaksinasi Covid-19
Sekretaris Daerah Aceh, dr Taqwallah, M.Kes, didampingi Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, dan unsur Forkopimda Aceh Selatan, bersilaturrahmi dengan Pimpinan Dayah sekaligus memberikan sosialisasi vaksinasi Covid-19 di Gedung Rumoh Bale Agam, Tapaktuan, Sabtu (9/10/2021).

Terus Berlanjut, Sekda Aceh Keliling Aceh Sosialisasi Vaksinasi Covid-19

TAPAKTUAN – Upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Aceh di bawah komando langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dr Taqwallah MKes. Sosialisasi dilakukan dengan mendatangi seluruh kabupaten kota guna memberikan pemahaman terkait pentingnya vaksinasi sebagai upaya mengendalikan pandemi Covid-19 yang telah merenggut begitu banyak korban jiwa.

Sosialisasi yang dimulai sejak beberapa bulan lalu itu telah menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tenaga kesehatan, masyarakat umum, siswa sekolah, hingga yang terbaru menyasar kalangan dayah. Sosialisasi untuk kalangan dayah telah berlangsung selama enam hari. Beberapa kabupaten kota yang sudah disambangi Sekda seperti Aceh Timur, Bireuen, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, hingga Subulussalam.

Hari ini, Sabtu 9 Oktober 2021, sosialisasi vaksinasi Covid-19 dilakukan Taqwallah di Tapaktuan, Ibukota Kabupaten Aceh Selatan. Kegiatan itu berlangsung di aula Gedung Rumoh Agam, dekat kantor bupati setempat. Sosialisasi itu diikuti para pimpinan dayah/pesantren di Aceh Selatan, para kepala puskesmas dan kalangan sekolah.

Sementara Taqwallah dalam kegiatan itu didampingi Bupati Aceh Selatan Tgk Amran, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr. Hanif, Bupati Aceh Selatan Tgk Amran, Plt. Sekdakab Aceh Selatan, dan Unsur Forkopimdakab Aceh Selatan.

Di hadapan para peserta pertemuan itu Taqwallah menyampaikan, saat ini Pemerintah Aceh sedang fokus untuk menyukseskan vaksinasi bagi warga dayah. Untuk itu dia mengajak seluruh warga dayah dan pesantren untuk turut menyukseskan gerakan vaksinasi dayah yang telah berlangsung sejak tanggal 1 Oktober hingga 15 Oktober mendatang.

“Saya mengajak para ulama dan pimpinan dayah untuk secara bersama-sama kita sukseskan gerakan ini agar kekebalan kelompok segera terbentuk,” kata Taqwallah.

Secara lebih rinci Taqwallah juga menjelaskan, berbagai penelitian dan pengalaman telah membuktikan bahwa vaksinasi adalah cara yang sudah terbukti ampuh melemahkan penyakit yang dibawa oleh virus.

Taqwallah menyebut contoh keberhasilan dunia dalam menanggulangi cacar dan polio. Taqwallah mengatakan pada dekade 1960-an hingga 1970-an, sebanyak 100 hingga 200 orang divaksinasi cacar setiap hari. Setelah sukses, tahun 1980 imunisasi cacar dihentikan. Selanjutnya, vaksinasi polio pada tahun 1995-1997. Pada bulan September anak usia 5 hingga 10 tahun diberi vaksin polio. “Lalu data terbaru menunjukkan sejak 2006 kasus polio tidak lagi ditemukan. Hingga akhirnya pada 27 Maret 2014 diterbitkan Sertifikat Bebas Polio,” ungkap Taqwallah.

Selain itu, lanjut Taqwallah, saat ini setiap calon jama’ah haji dan umrah juga wajib melakukan vaksin meningitis, untuk mencegah penularan sakit peradangan pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Jika tidak divaksin meningitis, maka calon jama’ah haji dan umrah tidak dibolehkan masuk ke wilayah Arab Saudi.

Berbagai pengalaman tersebut, kata Taqwallah, telah memberikan pemahaman kepada dunia medis bahwa vaksinasi adalah solusi terbaik untuk mengendalikan pandemi virus covid-19 yang saat ini yang terjadi.

Check Also

Dekranasda Aceh Diharapkan Bisa Terinspirasi Produk Kerajinan Binaan Dekranasda NTB

LOMBOK – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dr Ir Dyah Erti Idawati, MT, …