Home / Berita Terkini / Ummi Niazah ajak masyarakat budayakan cuci tangan sejak dini

Ummi Niazah ajak masyarakat budayakan cuci tangan sejak dini

Humas Aceh | 17 Okt 2016

BANDA ACEH: Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Hj. Niazah A. Hamid mengajak masyarakat untuk membudayakan cuci tangan sejak usia dini sebagai salah satu langkah antisipasi berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri dari tangan yang tidak higienis.

Hal tersebut disampaikan oleh Ummi Niazah saat menghadiri peringatan Peringatan “Hari Cuci Tangan se-Dunia” Tahun 2016 bersama para siswa di Sekolah Dasar Negeri Lambada Klieng, Baitussalam, Aceh Besar, Sabtu (15/10).

Menurut Ummi Niazah,  tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk mencuci tangan dalam aktivitas sehari-hari masih rendah, terutama dalam momen-momen tertentu seperti sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, buang air kecil dan besar dan setelah memegang ternak.

“Data survey menunjukkan, hanya 14,3 persen dari masyarakat kita yang mencuci tangan pakai sabun sesudah buang air besar; hanya 11,7 persen yang cuci tangan sebelum makan; hanya 8,9 persen yang cuci tangan setelah menceboki bayi; hanya 7,4 persen yang cuci tangan sebelum menyuapi anak; dan hanya 6 persen yang cuci tangan sebelum menyiapkan makanan,” ujar Ummi Niazah.

Tanpa disadari, Ummi Niazah mengatakan, kurangnya kesadaran cuci tangan telah membuat virus penyakit begitu leluasa menggerogoti kehidupan masyarakat, dan membawa penyakit kepada 5.000 anak balita penderita diare yang meninggal setiap harinya di seluruh dunia akibat kurangnya akses pada air bersih dan fasilitas sanitasi serta pendidikan kesehatan.

Atas dasar itu, Ummi Niazah mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk bersama-sama mengkampanyekan hidup sehat dengan cara yang paling sederhana, yaitu dengan membudayakan cuci tangan, sehingga terciptanya lingkungan masyarakat Aceh yang bersih, kesehatan yang lebih baik, dan sumber daya manusia yang lebih berkualitas.

“Prilaku mencuci tangan ini penting, sehingga Persatuan Bangsa-bangsa Bersatu (PBB) ikut mencanangkan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia sebagai sebuah kampanye global untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dalam upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan anak usia sekolah serta pencegahan hadirnya penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia,” katanya.

Ummi Niazah menambahkan, kebiasaan mencuci tangan sebelum memulai aktivitas sangat penting dilakukan, karena tangan manusia berpotensi membawa berbagai kuman dari aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

“Oleh karena itu, dengan mencuci tangan saja setidaknya kita akan dapat mengurangi sekitar 40 persen penyakit menular, dan bahkan sampai 90 persen untuk penyakit diare. Itu sebabnya PBB menetapkan setiap tanggal 15 Oktober sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia atau Global Hand Washing Day.

Dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Dunia, Ummi Niazah berharap agar masyarakat Aceh dapat mendukung kegiatan membudayakan cuci tangan pada waktu-waktu tertentu.

“Kantor-kantor, kampus, sekolah dan berbagai fasilitas umum lainnya saya minta untuk  menyediakan sarana cuci tangan ini. Dengan demikian kesehatan kita akan terjaga, sehingga kita dapat menjalankan aktivitas lebih baik lagi,” harap Ummi Niazah.

Sebelum mengakihiri acara tersebut, Ummi Niazah menitipkan pesan kepada para guru dan siswa di SD Lambada Klieng di Desa Lambada Lhok, Kecamatan Baitusalam, Aceh Besar agar dapat menjadi contoh bagi peningkatan pembangunan fasilitas sanitasi sekolah. “Mudah-mudahan semangat ini dapat berkembang ke sekolah-sekolah lainnya, sehingga mencuci tangan dan menjadi sanitasi fasilitas umum dapat menjadi budaya di masyarakat kita,” pungkanya.

Turut hadir dalam acara tersebut, pejabat dari Dinas Kesehatan Aceh, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh, Dr. Asnawi, SKM, para relawan dari organisasi Dompet Dhuafa serta para udangan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Aceh dan Akper Kesdam Banda Aceh.

 

 

 

Check Also

Ketua Gugus Tinjau Rumah Singgah di RSUZA, Kasus Baru Covid-19 Tujuh Orang

Banda Aceh—Usai menanam mangrove secara simbolis di Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada Aceh Besar, Ketua …